Pembagian Agama
Manusia
menurut agamanya terbagi menjadi dua:
Bagian pertama adalah mereka yang
memiliki kitab yang diturunkan Allah SWT, seperti Yahudi, Nasrani dan Islam.
Adapun Yahudi dan Nasrani, disebabkan oleh ketidak beramalan mereka terhadap
apa yang ada dalam kitabnya, disebabkan karena mereka mengangkat manusia sebagai
tuhan selain Allah, dan disebabkan oleh lamanya waktu… kitab yang telah Allah
turunkan kepada Nabi-nabi mereka telah hilang, maka para pendeta menulis untuk
mereka sebuah kitab kemudian disandarkan kepada Allah, padahal sebenarnya ia
bukanlah dari sisi Allah, akan tetapi hanyalah kutipan ahli batil dan hasil
penyimpangan orang-orang yang melampaui batas.
Adapun kitabnya kaum Muslimin
[Al-Qur’anul Adzim] adalah kitab Allah yang terakhir diturunkan dan yang paling
kuat ikatannya, karena Allah telah berjanji untuk menjaganya, Dia tidak
membebankan permasalahan ini terhadap manusia, firman-Nya:
"
إنّا نحن نزّلنا الذكر وإنّا له لحافظون "
“Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya”, sehingga ia akan tetap terjaga di dalam dada serta
lembaran-lembaran, karena ia merupakan kitab terakhir yang Allah kandungkan
padanya petunjuk bagi manusia, menjadikannya hujjah bagi mereka sampai hari
kiamat, Dia tentukan kalau ia akan kekal, dan menyiapkan pada setiap zaman orang-orang
yang akan selalu menjaga batasan-batasan serta huruf-hurufnya, yang mana mereka
akan beramal dengan syari’atnya serta beriman kepadanya. Akan ada tambahan
rincian tentang kitab yang agung ini pada alinea-alinea berikutnya.
Bagian lainnya adalah agama yang tidak
memiliki kitab yang Allah turunkan, walaupun mereka memiliki kitab yang
diwariskan secara turun temurun dan disandarkan terhadap pendiri agama mereka,
seperti Hindu, Majusi, Budha, Konghucu serta bangsa Arab sebelum diutusnya nabi
Muhammad.
Tidak ada satu umatpun kecuali ia akan
memiliki ilmu dan amalan yang sesuai dengan apa yang mendatangkan maslahat bagi
dunianya. Ini termasuk dari hidayah umum yang Allah anugerahkan kepada setiap
manusia, bahkan juga setiap hewan, sebagaimana Dia memberi petunjuk kepada
binatang untuk mencari makanan dan minuman yang bermanfaat baginya serta
menghindari dari apa yang merugikanya. Allah telah menciptakan padanya rasa
cinta kepada sesuatu dan rasa benci kepada sesuatu, firman Allah:
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi
(1) yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya) (2) dan yang
menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk”, berkata Musa as
terhadap Fir’aun:
" ربّنا الذي أعطى كلّ
شيء خلقه ثمّ هدى "
“Tuhan
kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk
kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk”, al-kholil Ibrahim berkata:
" الذي خلقني فهو يهدين
"
“(yaitu
Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku”,
sebagaimana yang telah diketahui oleh setiap yang memiliki akal –ia memiliki
pandangan dan pemikiran terendah- bahwa para pemeluk agama lebih sempurna dalam
permasalahan ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh, jika dibandingkan dengan
mereka yang tidak memeluk sebuah agama. Tidak ada kebaikan apapun yang terdapat
pada para pemeluk agama selain islam, kecuali hal tersebut akan di dapat pada
kaum muslimin apa yang lebih sempurna darinya. pada para pemeluk agama akan
didapat apa yang tidak terdapat pada selainnya. Semua ini karena ilmu dan amal
terbagi menjadi dua bagian:
Pertama: Ilmu yang didapat melalui akal,
seperti ilmu hisab, kedokteran dan karya tangan, yang seperti ini bisa didapat
pada para pemeluk agama ataupun bukan pemeluk agama, bahkan para pemeluk agama
lebih sempurna penguasaanya. Adapun apa yang tidak diketahui jika hanya dengan
mengutamakan akal, seperti ilmu ketuhanan dan ilmu yang berhubungan dengan
agama, maka ini khusus hanya bagi para pemeluk agama saja, walaupun darinya ada
yang memungkinkan untuk dikemukakan dengan dalil aqli. Para
rasul memberikan petunjuknya kepada seluruh makhluk yang berhubungan dengan
dalil aqlinya, sehingga ia dinamakan aqliah syar’iyyah.
Kedua: apa yang tidak diketahui kecuali
dengan berita dari para rasul –ini tidak ada kemungkinan untuk didapat melalui
jalan akal- seperti berita tentang Allah, nama dan sifat-sifat-Nya, serta apa
yang ada di alam akherat berupa kenikmatan bagi yang menta’ati-Nya dan adzab
bagi yang bermaksiat kepada-Nya, juga keterangan tentang syari’at Allah, berita
tentang para nabi terdahulu bersama umat-umatnya dan lain sebagainya.
* * * * * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar