Penciptaan Alam
Alam ini dengan seluruh isinya berupa
langit, bumi, bintang, tempat orbit, lautan, pohon serta seluruh binatangnya
diciptakan oleh Allah SWT dari ketidakadaan.
Allah
SWT berfirman:
“Katakanlah:
“Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa
dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itulah Tuhan
semesta alam” (9) dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di
atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar-kadar makanan
(penghuni)nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi
orang-orang yang bertanya (10) kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih
merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu
keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya
menjawab: “kami datang dengan suka hati” (11) maka Dia menjadikannya tujuh
langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan
Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami
memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa
lagi Maha Mengetahui”.
Berfirman yang Maha Mulia Pujian
atas-Nya:
“...dan
apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka
tiada juga beriman? (30) dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang
kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan
(pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk (31)
dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka
berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya”.
Allah SWT menciptakan alam ini dengan
hikmah yang sangat banyak dan tidak terbatas, pada setiap bagian darinya
terdapat banyak hikmah dan tanda-tanda yang nyata, jika Anda memperhatikan satu
tanda saja, niscaya Anda akan mendapatkan hal yang menakjubkan. Lihatlah
keajaiban ciptaan Allah terhadap tanam-tanaman, dimana setiap daun, akar dan
buah-buahanya tidak ada yang kosong dari manfaat, ditambah lagi sebagian
perincianya yang mungkin tidak dapat diketahui dan dikenali oleh akal manusia.
Lihat pula jaringan aliran air yang ada dalam akar kecil yang tipis nan lembut
yang hampir tidak terdeteksi kecuali setelah melakukan penelitian padanya,
bagaimana ia mampu untuk mengalirkan air dari bawah menuju ke atas, kemudian
tersebar pada jalur-jalur tersebut sesuai dengan kebutuhan dan besarnya,
kemudian terbagi, bercabang dan semakin halus sampai kepada suatu tujuan yang
tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Kemudian lihatlah kandungan sebuah pohon serta siklus perkembanganya
dari satu keadaan ke keadaan yang lain, seperti perkembangan kondisi janin yang
tidak terlihat oleh mata. Tatkala Anda melihat pada mulanya sebagai sepotong
kayu yang telanjang tanpa pakaian, lalu dikaruniai pakaian oleh Rabbnya dengan
dedaunan yang Ia ciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, kemudian muncul
padanya kehamilan yang lemah setelah ia mengeluarkan daun yang berfungsi untuk
menjaganya dan sekaligus sebagai pakaian bagi buah lemah tersebut, agar ia bisa
terlindungi dari panas, dingin dan kerusakan, kemudian dialirkan kepadanya
rizki dan gizi melalui akar dan saluran sebagai makanan baginya, sebagaimana
seorang bayi mendapatkan gizi dari susu ibunya, kemudian ia menjaga dan
menumbuhkannya hingga menjadi matang dan sempurna, sehingga keluarlah buah yang
siap dipanen, lezat dan ranum dari sebatang kayu yang sangat keras itu.
Begitu pula jika Anda perhatikan bumi
dan penciptaanya, niscaya anda akan melihatnya sebagai tanda terbesar dari
keagungan penciptaanya, ia diciptakan oleh Allah sebagai hamparan, tempat
tinggal dan ditundukkan bagi hamba-hamba-Nya, Disediakan padanya rezeki,
penghasilan serta penghidupan bagi mereka, Dijadikan padanya jalan-jalan agar
mereka bisa berpindah tempat demi memenuhi kebutuhan serta menjalankan kegiatan
masing-masing. Dia letakkan gunung-gunung dan menjadikannya sebagai paku yang
menjaganya agar tidak memanjang, Dia luaskan tepiannya, dengan membentangkan,
memanjangkan serta menghamparkannya, Dia jadikan sebagai tempat bagi makhluk
hidup yang tinggal di atas punggungnya dan bagi benda mati yang diisikan dalam
perutnya. Kemudian perhatikanlah falak yang berotasi dengan matahari, bulan,
bintang serta gugusannya, bagaimana ia bisa berputar dalam alam ini dengan
rotasi yang tetap,tertib dan teratur hingga akhir masa yang ditentukan,
ditambah lagi dengan adanya pergantian
siang dan malam, pergantian musim, panas dan dingin. begitu pula binatang dan
tumbuh-tumbuhan di atas permukaan bumi yang
dapat memberi banyak manfaat bagi
kehidupan.
Kemudian perhatikan penciptaan langit,
palingkan pandangan padanya sesaat demi sesaat, anda akan mendapatkan
tanda-tanda terbesar dalam ketinggian, keluasan serta kekokohanya, tidak
terdapat tiang dibawahnya dan tidak pula gantungan diatasnya, tetapi ia
tertahan oleh kekuasaan Allah Yang dapat menahan langit dan bumi agar tidak
sirna.
Jika anda memperhatikan alam ini dan
mengamatai penggabungan bagian-bagiannya serta keteraturanya yang sangat indah
yang menunjukkan akan kesempurnaan kemampuan penciptanya, kesempurnaan
ilmu-Nya, kesempurnaan hikmah-Nya dan kesempurnaan kelembutan-Nya, niscaya anda
akan mendapatinya seperti sebuah rumah yang dibangun dan disiapkan padanya
seluruh alat dan kebaikannya, dan juga seluruh apa yang dibutuhkannya, langit
sebagai atap diatasnya, bumi sebagai hamparan, lantai dan tempat tidur yang
kokoh bagi para penghuni, matahari dan bulan sebagai penerang yang
meneranginya, bintang-bintang sebagai lampu dan penghiasnya, sekaligus sebagai
petunjuk bagi penghuninya untuk berpindah-pindah di lorong-lorong dalam rumah,
perhiasan dan barang tambang yang terpendam didalamnya bagaikan simpanan yang
telah disiapkan, semua itu untuk keperluan yang pantas baginya, berbagai jenis
tumbuhan tersedia bagi penghuninya, berbagai jenis hewan diperuntukkan bagi
kemaslahatannya, ada yang bisa ditunggangi, ada yang bisa diperah susunya, ada
yang bisa dijadikan makanan, ada juga yang kulitnya bisa dijadikan bahan
pakaian serta ada yang bisa menjadi penjaga. Manusia
dijadikan seperti raja yang mengatur segalanya dengan perbuatan dan
perintahnya.
Apabila
anda perhatikan alam ini seluruhnya atau salah satu bagiannya, niscaya akan
mendapatkan keajaiban padanya, dan jika anda amati dengan sebenar-benarnya,
penuh obyektifitas, jauh dari hawa nafsu serta tidak taklid, niscaya anda akan merasa
yakin dengan sesungguhnya bahwa alam ini ada yang menciptakan, diciptakan oleh
Dia Yang Maha Bijaksana, Berkuasa dan Maha Mengetahui, diatur dengan pengaturan
terbaik dan dirapihkan dengan susunan yang terbaik, dan bahwasanya pencipta
alam ini mustahil ada dua, tetapi hanya Tuhan satu yang tidak ada tuhan
selain-Nya, dan kalau seandainya di langit dan bumi ini ada tuhan selain Allah
niscaya akan rusak susunanya, buruk pengaturannya dan hilang manfaatnya.
Apabila
Anda tetap tidak mau mengakui adanya pencipta bagi semua ciptaan ini, maka apa
yang akan anda katakan tentang roda(baling-baling) yang berputar di sungai
dalam keadaan sempurna peralatannya, rapih susunanya, alat-alatnya berkwalitas
dengan mutu terbaik, sehingga menjadikan orang yang melihatnya tidak
mendapatkan cela pada komponenya dan tidak pula pada bentuknya, yang mana roda
itu digunakan untuk menyuplay kebutuhan air pada kebun yang luas yang
didalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan. Di dalam kebun itu ada orang
yang merapihkan tanaman-tanaman yang berserakan, merawat, mengatur dan
melakukan seluruh kebutuhanya, tidak ada yang kurang sedikitpun dan tidak pula
ada buah yang rusak, kemudian ia membagikan harganya(uang hasil penjualan
buah-buahan) setelah memetik(panen) untuk seluruh pengeluaran sesuai dengan
kebutuhan dan kepentingannya, masing-masing mempunyai pengeluaran yang sesuai denganya, dan
begitulah ia membaginya secara terus menerus.
Apakah
Anda berpendapat bahwa kejadian tersebut terjadi begitu saja tanpa ada yang
melakukan, atau yang berkehendak dan yang mengatur?? Bahkan keberadaan roda dan
kebun seperti diatas terjadi secara kebetulan tanpa ada pelaku dan pengaturnya,
apakah yang akan dikatakan oleh akal anda jika hal tersebut terjadi?? Apa yang
akan difatwakan tentangnya? Dan apa yang ditunjukan kepada anda??.
Hikmah dari
Semua ini:
Setelah
melihat dan memperhatikan penciptaan alam ini, alangkah baiknya kalau kita
menyebutkan beberapa hikmah yang merupakan bagian dari tujuan Allah dalam
menciptakan alam dan menciptakan tanda-tanda kebesaran-Nya yang agung ini,
diantaranya:
1
Untuk memberi kemudahan bagi manusia: Ketika Allah SWT
menetapkan hendak menjadikan di atas muka bumi ini khalifah yang beribadah
kepada-Nya dan memakmurkan bumi ini, Dia ciptakan untuknya alam ini, agar lurus
kehidupannya dan baik urusan dunianya serta tempat kembalinya. Allah SWT
berfirman:
" وسخّر لكم ما في السموات
وما في الأرض جميعًا منه "
“Dan Dia menundukkan untukmu apa
yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari
pada-Nya”, dan firman-Nya:
" الله الذي خلق السموات والأرض وأنزل من السماء ماء فأخرج به من
الثمرات رزقًا لكم وسخّر لكم الفلك لتجري في البحر بأمره وسخّر لكم الأنهار .
وسخر لكم الشمس والقمر دائبين وسخّر لكم
الليل والنهار .
وآتاكم من كلّ ما سألتموه وإن تعدّوا نعمت
الله لا تحصوها إن الإنسان لظلومٌ كفار"
“Allah-lah yang telah menciptakan
langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan
dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah
menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai (32) dan
Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus
beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang (33) dan
Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan
kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat
mengingkari (nikmat Allah)”
2
Bahwasanya langit, bumi serta seluruh apa yang ada di
alam ini merupakan bukti atas Rububiyyah Allah dan ke-Esaan-Nya. Perkara yang
terpenting dibalik keberadaan alam ini adalah mengakui Rububiyyah Allah dan
mengimani ke-Esaan-Nya, karenanya ia disokong dengan bukti-bukti yang terkuat,
tanda-tanda kebesaran yang teragung serta hujjah-hujjah yang teramat jelas,
Allah tegakkan langit, bumi serta seluruh yang ada untuk dijadikan sebagai
saksi atas perkara tersebut, oleh karena itu banyak didapati dalam Al-Qur’an: “dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya..“ sebagaimana firman Allah Ta’ala: “dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi” “dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari”
“dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat
untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan” “dan diantara tanda-tanda
kekuaaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya”.
3
Sebagai bukti akan adanya hari kebangkitan: kehidupan
ini terbagi menjadi dua; kehidupan di dunia dan kehidupan di akherat, dan
kehidupan di akherat adalah kehidupan yang sesungguhnya, Allah berfirman:
" وما هذه الحياة الدنيا إلاّ لهوٌ ولعبٌ وإنّ الدار الآخرة لهي
الحيوان لو كانوا يعلمون "
“...dan tiadalah kehidupan dunia
ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akherat itulah yang
sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. Karena ia merupakan tempat
pembalasan dan hisab, dan juga karena disanalah kekekalan untuk selamanya bagi
penghuninya baik dalam kenikmatan, maupun dalam azab.
Dikarenakan tempat ini tidak bisa
dicapai oleh manusia kecuali setelah dia meninggal dan dibangkitkan kembali,
maka ia di ingkari oleh mereka yang terputus hubungannya dengan Allah, tertutup
fitrahnya dan rusak akalnya, oleh karena itu Allah berikan berbagai hujjah dan
bukti , sampai seluruh jiwa dan hati mau beriman dan meyakini akan hari
kebangkitani. Perlu diketahui bahwa mengembalikan manusia yang sudah mati
menjadi hidup kembali adalah lebih mudah bagi Allah dibanding menciptakanya
pertama kali dari tiada, bahkan jauh lebih mudah dari menciptakan langit dan
bumi, firman Ta’ala:
" وهو الذي يبدأ الخلق ثمّ يعيده وهو أهون عليه "
“...dan
Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan
(menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah
bagi-Nya” dan firman-Nya: “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih
besar daripada penciptaan manusia” serta firman-Nya:
" الله الذي رفع السموات بغير عمد ترونها ثمّ استوى على العرش وسخّر
الشمس والقمر كلّ يجري لأجل مّسمى يدبّر الأمر يفصّل الآيات لعلكم بلقاء ربّكم توقنون
"
“Allah-lah
Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia
bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing
beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya),
menjelakan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu)
dengan Tuhanmu”.
Wa ba’du, wahai sekalian manusia:
Apabila alam ini telah diciptakan
untuk Anda, apabila telah ditegakkan tanda serta ciri-cirinya sebagai saksi
dihadapan pandangan Anda, yang mana ia bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah
selain Allah Yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, apabila Anda telah
mengetahui bahwa perkara menghidupkan dan membangkitkan anda lebih mudah dari
penciptaan langit dan bumi, bahwa Anda pasti akan bertemu dengan Rabb anda dan
Dia akan menghisab amalam Anda, dan andapun telah mengetahui bahwa alam ini
seluruhnya beribadah kepada Rabbnya, seluruh makhluk-Nya bertasbih dengan
memuji Rabbnya, Firman Ta’ala:
" يسبّح لله ما في السموات وما في الأرض الملك القدّوس العزيز الحكيم
"
“Senantiasa
bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja,
Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”, mereka bersujud
atas keagungan-Nya, firman Allah:
" ألم تر أن الله يسجد له من في السموات ومن في الأرض والشمس والقمر
والنجوم والجبال والشجر والدواب وكثير من الناس وكثير حق عليه العذاب "
“Apakah
kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di
bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang
melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang
telah ditetapkan azab atasnya”, bahkan seluruh yang ada ini melaksanakan
shalat kepada Rabbnya sesuai dengan cara masing-masing.
Dzat
yang Maha Mulia nama-Nya berfirman:
" ألم تر أن الله يسبّح له من في السموات والأرض والطير صافّات
كلّ قد علم صلاته وتسبيحه "
“Tidakkah
kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya
bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan
sayapnya, masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya”.
Dan apabila system dalam tubuh anda
telah berjalan sesuai dengan aturan dan ketetapan Allah SWT, yang mana jantung,
kedua ginjal, hati dan seluruh anggota tubuh berserah diri terhadap Rabbnya,
menyerahkan kendalinya kepada-Nya.. akankah ketetapan pilihan anda antara
beriman kepada Rabb atau mengkufuri-Nya, akan anda berikan kepada kekufuran dan
menyimpang dari jalur pilihan yang benar yang telah diberikan alam dan tubuh
anda sendiri.
Sesungguhnya manusia yang berakal sempurna
akan menolak kalau dirinya masuk dalam kelompok kecil yang terasingkan dari
kelompok alam yang sangat besar nan luas ini.
*
* * * * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar