Jumat, 24 Januari 2020

Arti dari Kalimat Islam


Arti dari Kalimat Islam

          Apabila anda merujuk kepada kamus-kamus bahasa, akan anda ketahui bahwa arti kalimat Islam adalah: "Tunduk, merendah, patuh, berserah diri dan mematuhi perintah dia yang memerintah dan melarang dengan tidak menentang". Allah telah memberi nama agama yang hak ini dengan Islam, karena ia merupakan keta'atan kepada Allah, tunduk terhadap perintah-Nya tanpa menentang, ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, mempercayai kabar-Nya dan beriman kepada-Nya, sehingga nama Islam telah menjadi ciri bagi agama yang datang dengannya Muhammad

Mengenal Islam* :

          Kenapa agama ini dinamakan Islam? Sesungguhnya apa yang ada di bumi berupa agama yang berbeda-beda telah diberi nama dengan nama-namanya, baik itu disandarkan kepada nama seseorang yang khusus, atau kepada umat tertentu, kalimat Nasrani diambil namanya dari "Nashara". Budha dinamakan menurut nama pendirinya "Budha". Dan  Zaradisytiyyah dikenal dengan nama ini karena pendiri dan pembawa benderanya adalah orang "Zaradisyti", begitu pula Yahudi muncul diantara sebuah kabilah yang dikenal dengan nama "Yahuza" sehingga ia dinamakan Yahudi, dan begitulah seterusnya. Kecuali Islam, karena sesungguhnya ia tidak dinisbatkan kepada orang tertentu dan tidak pula kepada umat tertentu, akan tetapi namanya menunjukkan kepada suatu sifat khusus yang mengandung arti kalimat Islam, nampak dari nama ini bahwa ia tidak mengandung keberadaan agama ini dan pendirinya adalah seorang manusia, dan tidak pula khusus untuk umat tertentu tanpa selainnya, akan tetapi tujuannya adalah agar seluruh penduduk bumi menghiasi dirinya dengan sifat Islam, sehingga siapapun yang bersifat dengan sifat ini, baik orang terdahulu atau yang hidup sekarang maka dia dikatakan seorang muslim, dan akan dikatakan muslim pula barang siapa yang bersifat dengannya pada masa yang akan datang.

 Hakekat Islam

          Sebagaimana yang telah diketahui bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini, tunduk terhadap suatu kaidah tertentu dan sunnah yang tetap, sehingga matahari, bulan, bintang-bintang dan bumi seluruhnya berjalan dibawah suatu kaidah yang tetap, ia tidak  akan menyimpang darinya atau membangkang terhadapnya, walau hanya sebatas satu helai rambut. Bahkan sampai manusia sendiripun kalau mau memperhatikan keadaannya niscaya akan jelas baginya kalau dia tunduk terhadap sunnah-sunnah Allah sepenuhnya, sehingga dia tidak bernafas serta tidak merasakan akan kebutuhannya terhadap air, gizi, cahaya dan panas kecuali sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah yang mengatur kehidupannya, begitu pula seluruh anggota tubuhnya tunduk kepada ketentuan ini, pekerjaan apapun yang dilakukan oleh anggota tubuh, sesungguhnya ia tidak bergerak kecuali sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah atasnya.
          Ketetapan ini, yang padanya berserah diri serta tidak akan terlepas dari keta'atan terhadapnya sesuatupun di alam ini, mulai dari bintang terbesar yang ada di langit, sampai yang lebih kecil dari butiran pasir di bumi, adalah bagian dari pengaturan Allah SWT Raja Yang Maha Mulia lagi Maha Pengatur. Apabila segala sesuatu apa yang ada di langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya tunduk terhadap ketentuan ini, maka sesungguhnya seluruh alam ini telah patuh terhadap Raja Maha Pengatur yang meletakannya dan mengikuti perintah-Nya. Maka jelaslah dari sudut pandang ini bahwa Islam adalah agama bagi alam seluruhnya, karena Islam memiliki makna: tunduk dan menjalankan perintah Sang Yang Memerintah dan menjauhi larangannya dengan tanpa reserve, sebagaimana yang telah anda ketahui sebelumnya. Matahari, bulan dan bumi berserah diri, udara, air, cahaya, kegelapan dan panas berserah diri, pohon, batu dan binatang seluruhnya berserah diri, bahkan sampai manusia yang tidak mengenal Penciptanya, menentang keberadaan-Nya dan mengingkari ayat-ayat-Nya, atau yang menyembah selain-Nya dan menyekutukan Dia dengan selain-Nya, diapun tetap berserah diri sesuai fitrahnya.

          Apabila anda telah memahami ini, maka marilah kita melihat kepada urusan umat manusia, niscaya anda akan mendapati bahwa manusia dipertentangkan oleh dua perkara:

Pertama: Fitrah yang telah Allah SWT anugrahkan kepadanya berupa berserah diri kepada Allah, mencintai-Nya, beribadah kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, mencintai apa yang Allah cintai berupa kebenaran, kebaikan dan kejujuran, membenci apa yang Allah benci berupa kebatilan, kejelekan, amal buruk dan kezoliman, serta dorongan-dorongan fitrah yang mengikutinya yang berupa kecintaan terhadap harta, keluarga dan anak, keinginan untuk makan, minum dan nikah, begitu pula apa yang dituntut darinya yang berupa bekerjanya anggota tubuh sesuai dengan tugas-tugas yang semestimya.
Kedua: Kehendak manusia serta pilihannya. Allah SWT telah mengutus kepadanya para rasul dan menurunkan kitab-kitab agar dia dapat membedakan antara yang hak dan batil, petunjuk dan kesesatan, serta kebaikan dan kejelekan, juga menganugrahkan kepadanya akal dan pemahaman agar dia berada dalam kejelasan tatkala memilih, jika menghendaki dia akan menempuh jalan kebaikan sehingga menggiringnya kepada kebenaran dan petunjuk, dan jika menghendaki dia akan menempuh jalan kejelekan sehingga menggiringnya kepada keburukan dan kerusakan.
          Apabila anda memperhatikan keadaan manusia menurut bagian pertama, maka anda akan mendapatinya bahwa dia diciptakan untuk berserah diri, memiliki fitrah untuk berpegang dengannya dengan tanpa berpaling darinya, permasalahannya adalah seperti permasalahan lainnya dari para makhluk.
          Dan apabila Anda memperhatikannya menurut bagian kedua, niscya akan didapati bahwa ia memiliki hak untuk memilih, ia akan memilih sesuai dengan kehendaknya, baik itu untuk menjadi seorang muslim ataupun seorang kafir:
" إما شاكرًا وإمّا كفورًا "
"Ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir".

Oleh karena itu anda akan mendapati manusia terbagi menjadi dua:

          Manusia yang mengenal penciptanya, beriman kepada-Nya sebagai Rabb, Raja, Tuhan yang hanya dia sembah, dan mengikuti syari'at-Nya dalam kehidupan yang didalamnya dia memiliki pilihan (antara taat atau membangkang). Sebagaimana juga dia memiliki fitrah untuk berserah diri terhadap Rabb-nya dengan tanpa menentang, dan menurut terhadap ketentuan-Nya, maka inilah dia muslim sempurna yang telah lengkap keislamannya, dan ilmunyapun telah menjadi benar, karena dia telah mengenal Allah sebagai pencipta dan pengaturnya yang  telah mengutus para rasul kepadanya dan memberinya kekuatan ilmu dan kekuatan belajar, akalnya telah menjadi benar dan pendapatnya menjadi tepat, karena dia telah mempergunakan akalnya, kemudian memutuskan untuk tidak menyembah kecuali Allah yang telah memuliakannya dengan karunia memahami dan berpendapat dalam berbagai urusan, lisannya telah menjadi benar dan berbicara dengan hak, karena sekarang dia tidak berikrar kecuali ikrar pengakuan akan Rabb yang satu, Dia-lah Allah Ta'ala yang telah memberinya nikmat kekuatan dalam berbicara.. seolah-olah tidak ada yang tersisa dari kehidupannya sekarang kecuali kejujuran, karena dia tunduk terhadap syari'at Allah  dalam urusan-urusan yang dia memiliki pilihan (untuk tidak tunduk), dan ikatan ta’aruf serta keakraban antara dia dengan makhluk-makhluk selainya semakin bertambah luas, karena dia tidaklah menyembah kecuali kepada Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, sebagaimana makhluk-makhluk yang lain juga tunduk kepada ketetapanya. Dan mereka sesungguhnya Allah tundukan semata-mata untuk kamu wahai manusia.

Hakekat Kafir

          Disamping itu ada manusia lain, lahir dalam keadaan berserah diri dan hidup selamanya dalam keadaan berserah diri, tanpa merasakan keberserahdirinya tersebut atau tidak memahaminya, tidak mengenal Rabb-nya, tidak beriman terhadap syari'at-Nya, tidak mengikuti rasul-Nya, dan tidak pula mempergunakan ilmu dan akal yang telah Allah berikan kepadanya untuk mengenal Dzat yang menciptakanya, dan menerawangkan pendengaran serta penglihatannya, sehingga dia mengingkari keberadaan-Nya, menyombongkan diri untuk beribadah kepada-Nya, menolak untuk tunduk kepada syari'at Allah dalam urusan-urusan kehidupan yang ia diberi kemampuan untuk bertindak dan memilih, atau bahkan menyekutukan-Nya dengan yang lain, diapun menolak untuk beriman dengan ayat-ayat-Nya yang menunjukkan kepada ke-esaan-Nya, dan inilah dia yang dikatakan orang kafir. Karena arti dari kalimat kafir adalah menghalangi, menutupi dan membelakangi, dikatakan: dia telah mengkufuri baju besi dengan bajunya ketika dia menutupi dengannya dan memakaikan baju diatasnya. Dikatakan terhadap orang seperti ini "kafir" karena dia telah menghalangi fitrahnya dan menutupinya dengan tutup dari kebodohan dan kedunguan. Padahal telah diketahui bahwasanya dia tidaklah dilahirkan kecuali dalam fitrah terhadap Islam, dan tidak pula anggota tubuhnya bekerja kecuali sesuai dengan fitrah Islam. Dan tidak berjalan dunia yang ada disekitarnya beserta isinya kecuali atas sunnah keberserah dirian, akan tetapi dia tutupi dengan hijab kebodohan dan kedunguan, fitrah dunia dan fitrah dirinya terhalang dari pandanganya sendiri, sehingga anda melihatnya tidak menggunakan kekuatannya dalam berfikir dan keilmuan kecuali pada apa-apa yang menyelisihi fitrahnya, dia tidak melihat kecuali apa yang berlawanan dengannya, dan tidak berusaha kecuali untuk apa yang membatalkannya.
          Sekarang anda dapat mengukur dengan diri Anda sendiri kesesatan yang ada pada diri orang kafir begitu nyata dan jauh.
          Dan inilah Islam yang meminta Anda untuk mengikutinya, bukanlah perkara yang sulit, bahkan ia merupakan suatu yang mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah, maka Islam adalah ia yang berjalan padanya seluruh alam ini:
" وله أسلم من في السموات والأرض طوعا وكرها "
"Padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa", dan ia adalah agamanya Allah, sebagaimana firman-Nya:
" إن الدين عند الله الإسلام "
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam", dan ia adalah  menghadapkan wajah kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
" فإن حاجّوك فقل أسلمت وجهي لله ومن اتبعن "
"Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku", dan nabi SAW telah menjelaskan tentang makna Islam dalam sabdanya:
" أن تسلم قلبك لله, وأن تولي وجهك لله, وتؤتي الزكاة المفروضة "
"Hendaklah kamu menyerahkan hatimu untuk Allah, memalingkan wajahmu kepada Allah dan membayar zakat yang diwajibkan". Seseorang bertanya kepada rasul SAW: apakah Islam itu? Beliau menjawab: "Yaitu menyerahkan hatimu kepada Allah, dan kaum muslimin selamat dari lidah dan tanganmu". dia bertanya lagi: apakah yang terbaik dari Islam? Dijawab: "Iman". Dia bertanya: apakah iman itu? Beliau menjawab: "Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan kebangkitan setelah mati", juga sebagaimana sabda rasul SAW:
"لإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله, وأن محمدًا رسول الله, وتقيم الصلاة وتوتي الزكاة, وتصوم        رمضان, وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا "                                                      
"Islam adalah engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan dan berhaji ke baitullah al-haram jika mampu"
" المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده "
"Seorang muslim adalah yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya".
          Agama ini –yaitu Islam- yang tidak diterima agama oleh Allah selain darinya, tidak yang pertama dan tidak pula belakangan, karena seluruh nabi berada di atas agama Islam, Allah berfirman tentang Nuh :
" واتل عليهم نبأ نوح إذ قال لقومه يا قوم إن كان كبر عليكم مقامي وتذكيري بآيات الله فعلى الله توكلت " إلى قوله تعالى : " وأمرت أن أكون من المسلمين "                                    
"Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal" sampai kepada firman-Nya: "dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)", berfirman Allah tentang Ibrahim:
" إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين "
"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam", dan firman yang Maha mulia segala urusan-Nya tentang Musa:
" وقال موسى يا قوم إن كنتم آمنتم بالله فعليه توكلوا إن كنتم مسلمين "
"Musa berkata: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.", serta firman Ta'ala dalam kabar tentang al-Masih:
" وإذ أوحيت إلى الحواريين أن آمنوا بي وبرسولي قالوا آمنا واشهد بأننا مسلمون "
"Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".
          Agama ini –Islam- syari'at, aqidah dan hukum-hukumnya bersandar dari wahyu Ilahi –Al-Qur'an dan As-Sunnah- dan akan saya sebutkan gambaran ringkas tentang keduanya.


* * * * * *

Pondasi Islam dan Sumber-sumbernya

          Sudah menjadi tradisi bahwa pengikut agama-agama terdahulu baik agama samawiyah yang terhapus maupun agama buatan manusia mengkultuskan dan mengagungkan kitab-kitab warisan para pendahulunya, yang ditulis pada masa terdahulu dan terkadang tidak diketahui hakekat penulisnya dan siapa yang menterjemahkannya atau pada zaman kapan kitab tersebut ditulis, ia hanyalah kitab yang ditulis oleh orang-orang yang memiliki sifat sama dengan manusia lainnya, mereka memiliki kelemahan, kekurangan, menuruti hawa nafsu dan pelupa.

          Adapun Islam, bahwasanya ia memiliki kelebihan dari selainnya karena bersandar kepada sumber yang hak (wahyu Ilahi) Al-Qur'an dan As-Sunnah. Berikut ini pengenalan singkat tentang keduanya:

A- Al-Qur'anul 'Adzim:
Telah Anda ketahui sebelumnya bahwa Islam adalah agama Allah SWT, oleh karena itu Dia menurunkan Al-Qur'an kepada rasul-Nya Muhammad SAW  sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, pegangan bagi kaum muslimin, penyembuh bagi hati orang-orang yang Allah inginkan kesembuhan padanya, dan sebagai ciri bagi mereka yang Allah inginkan padanya kemenangan dan cahaya, ia mencakup pondasi yang menjadi penyebab diutusnya rasul. Al-Qur'an bukanlah kitab samawi yang baru, sebagaimana juga Muhammad bukanlah rasul yang baru diantara para rasul, karena Allah telah menurunkan kepada Ibrahim beberapa lembaran (suhuf), memuliakan Musa  dengan Taurat dan Daud dengan Zabur, serta datang al-Masih dengan membawa Injil. Seluruh kitab-kitab tersebut merupakan wahyu dari Allah yang Dia wahyukan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, akan tetapi kitab-kitab yang lama ini kebanyakan darinya telah hilang dan kebanyakan darinya telah direvisi sehingga mengalami perubahan dan penggantian.
          Adapun Al-Qur'anul Adzim telah dijamin oleh Allah penjagaannya, dan dijadikan sebagai ujian serta penghapus atas kitab-kitab yang telah lalu.
Allah SWT berfirman:
" وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الك تاب ومهيمنا عليه "                      
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu", dan Allah mensifatinya sebagai penjelas bagi segala sesuatu, firman-Nya:
" ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء "                                                           
"Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu", dan bahwasanya ia sebagai petunjuk dan rahmat, sebagaimana firman-Nya:
" فقد جاءكم بينة من ربكم وهدى ورحمة "                                                
"Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat" iapun sebagai petunjuk kepada jalan yang lebih lurus, sebagaimana firman Allah:
" إن هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم "                                                             
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus", sehingga ia merupakan pemberi petunjuk bagi manusia kepada jalan yang lebih lurus dalam setiap urusan kehidupannya.
          Barang siapa yang mengetahui bagaimana Al-Qur'an diturunkan dan bagaimana ia dijaga; niscaya mereka akan mengetahui kedudukan Al-Qur'an dan menujukan segala keikhlasannya kepada Allah. Allah berfirman:

"Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam (192) dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) (193) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan"
Siapa yang menurunkan Al-Qur'an? Dia adalah Allah Penguasa semesta alam.
Siapa yang membawanya? Dia adalah ruhul amin Jibril as.
Kepada hati siapa ia diturunkan? Kepada Nabi.
          Al-Qur'an ini merupakan tanda yang kekal dari Muhammad -termasuk tanda-tanda yang kekal sampai hari kiamat- Tanda-tanda para nabi yang terdahulu dan mukjizat mereka telah berakhir dengan berakhirnya kehidupan mereka, adapun Al-Qur'an ini telah Allah jadikan sebagai hujjah yang kekal.
          Ia merupakan hujjah yang kuat dan tanda yang nyata, Allah menantang umat manusia untuk mendatangkan yang sepertinya, atau dengan sepuluh surat yang sepertinya, atau bahkan juga dengan satu surat yang sepertinya, namun mereka seluruhnya tidak mampu melakukannya, padahal ia terdiri dari huruf dan kalimat-kalimat, dan umat yang diturunkan kepadanya adalah umat yang fasih dan ahli bahasa, Allah berfirman:
" أم يقولون افتراه قل فأتوا بسورة مثله وادعوا من استطعتم من دون الله إن كنتم صادقين "      
"Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.".
          Diantara dalil yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari sisi Allah, bahwasanya ia mengandung kabar-kabar yang cukup banyak tentang umat-umat terdahulu, mengabarkan tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi pada waktu yang akan datang dan benar terjadi sebagaimana yang dikabarkannya, dan menyebutkan banyak dari petunjuk-petunjuk ilmiah yang tidak diketahui sebagian dari hakekatnya kecuali oleh para ahli di abad ini. Diantara dalil yang menunjukkan juga bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu dari Allah, bahwa nabi yang diturunkan kepadanya Al-Qur'an ini, tidak diketahui sebelumnya dan tidak pernah pula dinukil darinya apa yang mirip dengannya sebelum ia (Al-Qur'an) diturunkan, Allah berfirman:
" قل لو شاء الله ما تلوته عليكم ولا أدراكم به فقد لبثت فيكم عمرا من قبله أفلا تعقلون "              
"Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?", bahkan beliau adalah seorang ummi yang tidak dapat membaca, tidak menulis, tidak belajar kepada seorang syeikh dan tidak pula mengaji kepada seorang guru, namun meski demikian ia tantang orang-orang fasih dan ahli bahasa untuk mendatangkan yang sepertinya:
" وما كنت تتلو من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك إذا لارتاب المبطلون "                       
"Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)", orang yang ummi ini, yang telah disebutkan sifatnya dalam Taurat dan Injil bahwa dia seorang ummi yang tidak dapat membaca dan tidak pula menulis, para pemuka yahudi dan nasrani –yaitu orang-orang yang masih tersisa padanya Taurat dan Injil- berbondong-bondong datang kepadanya menanyakan berbagai permasalahan yang mereka perselisihkan dan meminta keputusan hukum darinya, Allah berfirman ketika menjelaskan kabar tentang beliau dalam Taurat dan Injil:
" الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجبل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث "    

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk", Allah berfirman ketika menjelaskan  pertanyaan orang Yahudi dan Nasrani kepada Muhammad:                           
" يسألك أهل الكتاب أن تنزّل عليهم كتابًا من السماء "
"Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit" firman Dzat yang Maha Mulia Pujian atas-Nya:

"Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh", firman-Nya:

"Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain", serta firman-Nya:

"Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya".
 Pendeta Ibrahim Philips telah berusaha dalam desertasi doktornya untuk meniru Al-Qur'an, namun dia tidak mampu melakukannya, ia dikalahkan oleh Al-Qur'an dengan hujjah-hujjah, bukti-bukti dan dalil-dalilnya, yang kemudian dia umumkan akan ketidak mampuannya, lalu berserah diri kepada Penciptanya dan mengumumkan keislamannya (memeluk Islam).
          Ketika salah seorang muslim menghadiahkan sebuah terjemah Al-Qur'an kepada seorang Doktor Amerika yang bernama Jefry Lang, dia mendapati bahwa Al-Qur'an tersebut ditujukan kepada dirinya, menjawab segala pertanyaannya dan menghilangkan pembatas yang ada diantara diri dengan jiwanya, bahkan dia berkata: "Sesungguhnya yang menurunkan Al-Qur'an ini sepertinya Dia mengenalku lebih dalam daripada diriku sendiri", bagaimana tidak? Karena yang menurunkan Al-Qur'an adalah Dia yang telah menciptakan manusia, Dialah Allah Ta'ala:

"Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?".
Kemudian bacaannya terhadap terjemah Al-Qur'anul Karim menjadi penyebab dirinya memeluk Islam dan juga penyebab dirinya mengarang buku ini yang saya nukil sedikit darinya untuk Anda.
          Al-Qur'anul Adzim mencakup segala apa yang dibutuhkan oleh manusia, ia mencakup seluruh prinsip-prinsip agama, aqidah, hukum, muamalah serta adab-adab, Allah berfirman:

"Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam AKitab."
Padanya terdapat ajakan untuk meng-esakan Allah, menyebutkan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, mengajak untuk menetapkan kebenaran ajaran yang dibawa para nabi dan rasul, menetapkan tempat kembali, hari pembalasan, hisab dengan memberikan dalil serta petunjuk terhadapnya, juga menyebutkan kabar tentang umat-umat terdahulu dan apa yang menimpa mereka dari bencana di dunia, serta apa yang menunggu mereka dari azab dan siksaan di akherat.

          Di dalamnya juga terdapat ayat, dalil, petunjuk-petunjuk yang banyak, yang membuat para ahli tercengang, ia sesuai dengan setiap zaman, serta padanya para ahli dan para peneliti menemukan kesesatan diri mereka. Akan saya sebutkan untuk anda tiga contoh saja yang akan mengungkapkan bagi anda sebagian darinya yaitu:

1        Firman Allah SWT:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi", dan firman-Nya:
"أو كظلمات في بحر لجي يغشاه موج من فوقه موج من فوقه سحاب ظلمات بعضها فوق  بعض إذا أخرج يده لم يكد يراها ومن لم يجعل الله له نورا فما له من نور "                
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun”                       Sebagaimana yang telah diketahui, bahwasanya Muhammad tidak pernah mengarungi lautan, pada zamannyapun belum terdapat peralatan-peralatan yang dapat membantu mengukur kedalaman laut. Maka siapakah yang telah memberi tahu Muhammad akan maklumat-maklumat seperti ini kalau bukan Allah.
2        Firman Allah SWT:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik", para ahli belum dapat mengungkapkan perincian yang mendetail tentang vase penciptaan janin ini kecuali pada zaman sekarang.
3        Firman Allah SWT:
"وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلاّ هو ويعلم ما في البرّ والبحر وما تسقط من ورقة إلاّ يعلمها ولا حبّة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلاّ في كتاب مّبين "                     
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", manusia belum terbiasa untuk menguasai pemikiran yang mencakup seperti ini, bahkan tidak pula pernah berfikir tentangnya, apalagi kalau sampai memahaminya. Bahkan satu kelompok dari para pakar berhasil meneliti sebuah tanaman atau seekor serangga, mereka akan mencatatnya dan kita merasa bangga akannya, padahal apa yang masih tersembunyi dari mereka tentang keadaannya lebih banyak dari apa yang telah mereka temukan.
Seorang pakar Perancis Moris Pokai telah membandingkan antara Taurat, Injil dan Al-Qur'an, dengan apa yang telah dicapai oleh penemuan-penemuan terkini yang berhubungan dengan penciptaan langit, bumi dan manusia, maka dia dapati bahwa penemuan-penemuan terkini sesuai dengan apa yang ada dalam Al-Qur'an, sementara itu dia mendapatkan dalam Taurat dan Injil yang ada sekarang ini mengandung maklumat-maklumat banyak yang salah tentang penciptaan langit, bumi, manusia dan hewan.

B: Sunnah Nabawiyyah:
          Allah SWT telah menurunkan Al-Qur'anul Karim kepada Rasul, dan Dia pun telah mewahyukan hal yang sama kepadanya, yaitu sunnah nabawiyyah yang merupakan penjabar dan penjelas bagi Al-Qur'an, telah bersabda :
" ألا إنّي أوتيت القرآن ومثله معه "
"Ketahuilah bahwasanya aku telah diberikan Al-Qur'an dan yang semisalnya bersamanya."
Beliau telah diberi izin untuk menjelaskan apa yang ada dalam Al-Qur'an dari yang umum, khusus ataupun global.
Allah SWT berfirman:
" وأنزلنا إليك الذكر لتبيّن للناس ما نزل إليهم ولعلّهم يتفكّرون "
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan".
          As-Sunnah merupakan sumber kedua dari sumber-sumber Islam, dan ia adalah seluruh apa yang diriwayatkan oleh nabi. -dengan sanad yang shahih, bersambung sampai kepada rasul-, baik itu dari perkataan, perbuatan, ketetapan ataupun sifat.
          Dan ia merupakan wahyu dari Allah kepada rasul-Nya Muhammad, karena nabi tidak berbicara menurut hawa nafsu, firman Allah:

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya (3) Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4) yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat", beliau hanyalah diperintahkan untuk menyampaikan kepada umat manusia, firman Allah:
" إن أتّبع إلاّ ما يوحى إليّ وما أنا إلاّ نذير مّبين "
"Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
          As-Sunnah Al-Muthahharoh adalah praktek nyata dalam Islam dari segi hukum, aqidah, ibadah, muamalah serta adab, dan nabi hanyalah mempraktekkan apa yang diperintahkan kepadanya, menjelaskannya kepada umat manusia, dan memerintah mereka untuk mengerjakan seperti apa yang beliau kerjakan, sebagaimana sabdanya:
" صلوا كما رأيتموني أصلي "
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat", dan Allah telah memerintahkan kaum mukminin untuk mengikuti seluruh apa yang beliau ucapkan dan kerjakan sehingga sempurna keimanan mereka.
Allah SWT berfirman:
" لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا "
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Para sahabat yang mulia telah menukilkan seluruh sabda Nabi dan perbuatan-perbuatannya kepada generasi setelahnya, kemudian merekapun mengajarkannya kepada yang setelahnya lagi, yang kemudian akhirnya ditulis dalam buku-buku sunnah. Pada waktu itu para penukil sunnah memperketat orang-orang yang meriwayatkan sunnah kepadanya, dan memberi syarat bahwa orang yang meriwayatkan harus pernah bertemu dengan orang yang diriwayatkannya, sehingga sanad-sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah, dan hendaknya seluruh orang yang ada dalam sanad haruslah tsiqot (dapat dipercaya), adil, seorang jujur dan memegang amanah.
          Sebagaimana sunnah merupakan praktek nyata tentang Islam, maka iapun sebagai penjelas bagi Al-Qur'anul Karim, menerangkan ayat-ayatnya dan merinci yang global dari hukum-hukumnya, karena Nabi menerangkan apa yang diturunkan kepadanya, terkadang dengan perkataan, terkadang dengan perbuatan dan terkadang dengan kedua-duanya, dan terkadang as-sunnah terpisah dari Al-Qur'an dengan menjelaskan sebagian hukum serta syari'at yang tidak terdapat dalam al-qur’an.
          Beriman kepada Al-Qur'an dan as-sunnah adalah wajib, karena keduanya adalah sumber pokok dalam agama Islam, yang mana diharuskan untuk mengikuti keduanya dan merujuk padanya, mengikuti segala perintahnya, menjauhi larangannya serta mempercayai seluruh kabar yang bersumber dari keduanya, juga mengimani apa yang ada pada keduanya berupa nama, sifat dan perbauatan-perbuatan Allah, serta apa yang telah Allah siapkan bagi wali-wali-Nya dari kaum mukminin dan apa yang Dia ancamkan bagi musuh-musuh-Nya dari golongan orang-orang kafir, firman Allah:
" فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجًا مّما قضيت ويسلّموا تسليمًا "
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya", dan firman-Nya
" وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا "
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah".
          Setelah pengenalan terhadap sumber-sumber agama ini, alangkah baiknya kalau kita menyebutkan urutannya, ia adalah: Islam, Iman dan Ihsan, kita akan membahas sebagian darinya dengan singkat tentang rukun-rukun urutan ini.

Urutan Pertama*

          Islam: Rukun-rukunnya ada lima, yaitu: Dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.

Pertama: Syahadat Laa Ilaaha Illallah, wa anna Muhaamadan Rasulullah.

          Makna syahadat Laa Ilaaha Illallah: yaitu tidak ada yang pantas untuk di ibadahi dengan hak, baik itu di bumi ataupun langit kecuali Allah saja satu-satunya, karena Dialah Tuhan yang hak, dan setiap tuhan selain-Nya adalah batil, dan ia mengandung keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah saja, menafikan peribadatan kepada selain-Nya. Orang yang mengucapkan kalimat ini tidak akan bermanfaat baginya kalimat ini sehingga terealisasi padanya dua perkara:
1. Ucapan Laa Ilaaha Illallah diucapkan dengan itikad, ilmu, keyakinan, kepercayaan dan kecintaan.
2. Mengkufuri apa yang disembah selain Allah. Barang siapa yang mengucapkan syahadat ini dengan tanpa mengkufuri apa yang disembah selain Allah, maka ucapannya tidak akan bermanfaat baginya.
          Dan makna syahadat anna Muhammadan Rasulullah: yaitu mentaati apa yang beliau perintahkan, mempercayai apa yang dikabarkannya, menghindari dan menjauhi apa yang dilarangnya, tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang telah disyari'atkan, dan dengan mengetahui dan meyakini bahwa Muhammad diutus kepada seluruh umat manusia, dan bahwasanya beliau adalah seorang hamba yang tidak boleh disembah, Rasul yang tidak boleh didustakan, ia harus dita'ati dan diikuti, barang siapa yang menta'atinya maka dia akan masuk surga dan yang bermaksiat kepadanya akan masuk neraka. Serta mengetahui dan meyakini bahwa penerimaan syari'at, baik itu dalam permasalahan aqidah, syiar-syiar ibadah yang Allah perintahkan, peraturan hukum dan syari'at, dalam segi akhlak, segi pembangunan keluarga atau dalam segi penghalalan dan pengharaman.. seluruhnya tidak terjadi kecuali melalui Muhammad rasul Karim karena beliau adalah utusan Allah yang menyampaikan syari'at-Nya.

Kedua: Shalat*:

          Shalat adalah rukun kedua dari rukun Islam, bahkan ia merupakan tiangnya Islam, karena ia merupakan penyambung antara hamba dengan Rabb-nya, ia mengulanginya setiap hari sebanyak lima kali, dengannya ia dapat memperbaharui iman, membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran dosa, sholat juga dapat menghindarkanya dari perbuatan keji dan dosa. Apabila seorang hamba bangun dari tidurnya pada pagi hari –dia berserah diri dihadapan Rabb-nya dalam keadaan suci dan bersih-, sebelum disibukkan oleh kesibukan duniawi- kemudian dia bertakbir kepada Rabb-nya, dan memberikan ubudiah-Nya, memohon pertolongan-Nya serta hidayah-Nya, diapun memperbaharui janji ketaatan dan ibadahnya kepada Rabb-nya sambil bersujud dan ruku, dia ulangi hal tersebut dalam setiap harinya sebanyak lima kali. Diharuskan dalam pelaksanaan shalat ini adalah dia harus dalam keadaan suci baik hati, badan, pakaian dan tempat shalatnya, dan hendaklah dilaksanakan oleh seorang muslim dengan berjama'ah –apabila memungkinkan- sambil menghadapkan hatinya kepada Allah dan menghadapkan wajahnya kepada Ka'bah baitullah. Shalat telah disusun dengan sempurna dan paling baik yang dilakukan hamba dalam beribadah kepada Sang Pencipta, ia mencakup pengagungan terhadap-Nya dengan seluruh anggota tubuh, mulai dari ucapan dengan lisan, amal dengan kedua tangan, kedua kaki, kepala dan panca inderanya serta seluruh bagian dari tubuhnya, setiap darinya mengambil bagian masing-masing dari ibadah yang agung ini.
          Panca indera dan anggota tubuh mendapat bagian masing-masing darinya, hati memiliki bagian darinya, karena ia mencakup pujian, pengagungan, tasbih dan takbir, persaksian yang hak, bacaan Al-Qur'an dan berdiri dihadapan Rabb dengan kedudukan seorang hamba yang hina serta tunduk terhadap Rabb yang Maha Pengatur, kemudian merendahkan diri kepada-Nya pada kesempatan tersebut dengan memelas dan bertaqarrub kepada-Nya, kemudian ruku, sujud dan duduk dengan rendah diri, khusu' dan tunduk akan keagungan-Nya dan hina dihadapan kemulian-Nya, terkadang semua itu dibarengi oleh keluluhan hati, kerendahan jiwa dan kekhusu'an anggota tubuhnya, kemudian shalatnya tersebut ditutup dengan memuji Allah dan bershalawat serta salam terhadap Nabi-Nya Muhammad, kemudian meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akherat.

Ketiga: Zakat*:
          Zakat merupakan rukun ketiga dari rukun-rukun Islam, diwajibkan terhadap muslim kaya untuk mengeluarkan zakat hartanya, yang merupakan bagian kecil sekali darinya, dibayarkan kepada para fakir miskin dan lainnya yang memang diperbolehkan untuk diberikan kepadanya.
          Ia wajib dibayarkan oleh seorang muslim kepada orang yang berhak dengan keikhlasan hati, lalu dia tidak menyebut-nyebut kebaikanya kepada dia yang menerima dan tidak pula menyakitinya dengan mengungkit-ungkit kebaikanya. Zakat wajib dibayar oleh seorang muslim dengan harapan untuk mendapat ridha Allah, dia tidak menginginkan darinya balasan dan tidak pula terima kasih dari para makhluk, akan tetapi dia bayarkan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena riya dan tidak pula sum'ah.
          Mengeluaran zakat merupakan sarana yang dapat mendatangkan keberkahan, membersihkan jiwa orang-orang fakir, miskin dan mereka yang membutuhkan,  mencukupkan mereka dari kehinaan meminta, dan juga sebagai rahmat bagi mereka dari kebinasaan dan kesulitan apabila ditinggalkan oleh orang-orang kaya. Mengeluaran zakat adalah bentuk sifat kedermawanan, kemurahan, I’tsar (mementingkan keperluan orang lain), pengorbanan dan kasih sayang, serta terbebas dari sifat-sifat orang kikir, pelit dan hina. Padanya nampak kebersamaan dan saling sepenanggungan diantara kaum muslimin, yang kaya mengasihi yang miskin, sehingga tidak tinggal dalam masyarakat –apabila syiar ini dipraktekkan- seorang fakir yang kesulitan, orang yang berhutang ketakutan dan tidak pula seorang musafir yang terputus perjalanannya.

Keempat: Puasa*:

          Puasa pada bulan Ramadhan mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, orang yang berpuasa meninggalkan makanan, minuman dan hubungan badan selama berpuasa sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala, dia harus menahan diri dari syahwatnya. Allah telah memberikan keringanan puasa terhadap orang yang sakit, musafir (dalam perjalanan), wanita hamil, menyusui, haidh dan nifas, setiap darinya memiliki hukum masing-masing yang sesuai dengannya.
          Pada bulan tersebut seorang muslim akan menahan diri dari syahwatnya, sehingga dengan ibadah ini dia keluarkan dirinya dari kemiripan dengan binatang menjadi mirip dengan Malaikat yang mendekatkan diri, bahkan seorang yang berpuasa sampai digambarkan dengan gambaran seorang yang tidak memiliki kebutuhan terhadap dunia, kecuali apa yang dapat menghasilkan keridhaan Allah.
          Puasa dapat menghidupkan hati, zuhud terhadap dunia, mengharap apa yang ada disisi Allah, dan orang kaya menjadi ingat akan keadaan orang-orang miskin, sehingga hati mereka tersentuh karenanya, semakin merasakan besarnya kenikmatan yang telah Allah anugerahkan kepadanya, sehingga semakin tambah rasa syukurnya.
          Puasa sebagai penyuci jiwa, mengarahkannya untuk bertakwa kepada Allah, serta menjadikan seseorang dan masyarakat merasakan adanya pengawasan Allah terhadapnya dalam keadaannya yang senang dan susah serta tersembunyi dan terang-terangan, karena suatu masyarakat akan hidup selama sebulan penuh dengan menjaga ibadah ini, merasa diawasi oleh Rabb-nya yang semua itu dapat mendorong untuk takut kepada Allah, beriman kepada-Nya dan hari akhir, serta meyakini bahwa Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang tampak, dan bahwasanya seseorang pada suatu hari pasti akan berdiri dihadapan Penciptanya, yang mana Dia akan bertanya tentang seluruh amalannya, baik itu yang kecil ataupun besar.

Kelima: Haji*:


          Menuju Baitullahil Haram di Makkah Al-Mukarramah, diwajibkan atas muslim yang telah baligh, berakal, memiliki kemampuan, memiliki fasilitas transportasi atau ongkosnya untuk menuju Baitullahil Haram, dan mempunyai biaya yang mencukupinya untuk perjalanan dari rumah hingga kembali lagi, hendaklah biaya itu merupakan sisa uang setelah meninggalkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalnya, dia juga harus memiliki rasa aman selama dalam perjalanan, juga aman bagi yang ditinggalkan selama dia tidak ada. Haji hanya diwajibkan satu kali dalam seumur hidup, yaitu bagi dia yang memiliki kemampuan untuk sampai kepadanya.
          Diharuskan bagi dia yang akan pergi haji untuk bertaubat kepada Allah, untuk membersihkan dirinya dari kekotoran dosa. Apabila telah sampai di Makkah dan tempat-tempat suci dia harus melaksanakan syiar-syiar haji sebagai bentuk ibadah dan pengagungan terhadap Allah, dan dalam keadaan mengetahui bahwa Ka'bah serta syiar-syiar yang ada tidak disembah selain daripada Allah, dan bahwasanya semua itu tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak pula mudharat. Jika seandainya Allah tidak memerintahkan untuk pergi haji kepadanya, maka tidak sah bagi seorang muslim untuk pergi kepadanya.
          Dalam pelaksanaannya, seorang yang berhaji memakai dua helai kain putih satu sebagai sarung dan yang lain sebagai penutup bagian atas, seluruh kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul pada satu tempat, dengan menggunakan pakaian yang sama, menyembah satu Tuhan, tidak ada perbedaan antara seorang kepala dengan bawahannya, kaya atau miskin, putih atau hitam, seluruhnya adalah makhluk dan hamba Allah, tidak ada perbedaan antara seorang muslim dengan muslim lainnya kecuali dengan takwa dan amal shalih.
          Akan nampak dari kaum muslimin suasana saling tolong menolong dan saling mengenal, mereka akan mengingat hari dimana Allah bangkitkan mereka, lalu dikumpulkan pada satu tempat untuk di hisab, sehingga mereka bersiap-siap dengan keta'atan, demi untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi setelah mati.

Ibadah dalam Islam*:

          Makna dan hakekat Ibadah adalah satu bentuk penghambaan diri kepada Allah, karena Allah adalah Pencipta dan anda yang diciptakan, anda adalah hamba dan Allah yang anda sembah, jika demikian keadaannya, maka seseorang harus berjalan dalam kehidupan ini pada jalan Allah yang lurus dengan mengikuti syari'at-Nya, mengikuti jejak Rasul-Nya. Allah telah mensyari'atkan bagi hamba-hamba-Nya syari'at yang agung, seperti perealisasian Tauhid kepada Allah Rabb penguasa semesta alam, shalat, zakat, puasa dan haji.
          Akan tetapi bukan hanya ini saja ibadah dalam Islam, karena ibadah dalam Islam  sangat umum, yaitu mencakup Seluruh perbuatan dan perkataan yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik yang tampak ataupun tersembunyi. Jadi setiap amal atau perkataan yang anda kerjakan atau katakan dari apa yang Allah cintai dan ridhoi, maka ia adalah ibadah, bahkan setiap kebiasaan baik yang anda lakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah adalah ibadah, pergaulan baik anda terhadap ayah, keluarga, istri, anak dan tetangga, apabila dimaksudkan dengannya karena Allah, maka ia merupakan ibadah, perilaku baik anda di rumah, di pasar dan di kantor, apabila dimaksudkan karena Allah, maka ia ibadah, pelaksanaan amanah dan berpegang dengan kejujuran, keadilan, menghilangkan gangguan, membantu yang lemah, mencari rejeki yang halal, memberi nafkah kepada keluarga dan anak, memberi kelapangan terhadap orang miskin, menjenguk orang sakit, memberi makan orang lapar, serta menolong orang yang terdzolimi, seluruhnya adalah ibadah jika ia tujukan untuk Allah. Maka setiap amal yang anda kerjakan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat ataupun Negara yang dimaksudkan karena Allah, ia adalah ibadah.
Bahkan sampai penyaluran syahwat diri anda pada batasan yang Allah perbolehkan, akan menjadi ibadah apabila dibarengi oleh niat yang shalih, bersabda Rasulullah :
" في بضع أحدكم صدقة" قالوا: يا رسول الله! أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر؟ قال:أرأيتم لو وضعها في حرام أكان عليه وزر؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر"
"Pada setiap air mani kalian terdapat sedekah" para sahabat bertanya: wahai Rasulullah! Apakah tatkala salah seorang dari kita menyalurkan syahwatnya akan mendapatkan ganjaran? Bersabda Rasul: "Bagaimana pendapat kalian kalau hal tersebut disalurkan pada yang haram, bukankah dia akan medapatkan dosa? Begitu pula kalau dia salurkan pada yang halal, dia akan mendapatkan ganjaran".
          Serta sabda Beliau SAW:
"على كل مسلم صدقة" قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: "يعتمل بيديه فينفع نفسه ويتصدق" قال: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: "يعين ذا الحاجة الملهوف" قال: قيل له: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يأمر بالمعروف أو الخير" قال: أرأيت إن لم يفعل؟ قال: "يمسك عن الشر فإنها صدقة"
"Atas setiap muslim harus bersedekah" dikatakan kepada beliau: bagaimana pendapat anda jika tidak mampu? Dijawabnya: "dia bekerja dengan kedua tangannya, lalu memberi manfaat kepada dirinya dan bersedekah" ditanyakan: bagaimana kalau seandainya dia tidak mampu? Dijawabnya: "Memberi pertolongan kepada orang yang sangat membutuhkan" dikatakan: bagaimana jika tidak bisa? Dijawabnya: "Memerintahkan kepada perkara yang ma'ruf atau kebaikan" dikatakan: bagaimana kalau seandainya dia tidak melakukannya? Dijawabnya: "Menahan diri dari kejelekan, maka sesungguhnya itu merupakan sedekah".


* * * * * *

Urutan Kedua*

          Iman dengan rukunnya yang enam, yaitu: Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman terhadap Takdir.

          Pertama: Iman kepada Allah SWT: yaitu dengan beriman kepada Rubiyyah Allah, atau bahwasanya Dia adalah Rabb Pencipta, Maha Raja, Maha Pengatur bagi segala sesuatu, dan beriman kepada Uluhiyyah Allah, atau bahwasanya Dia-lah Tuhan yang hak, setiap sesembahan selain-Nya batil, dan beriman terhadap nama-nama dan sifat-sifat-Nya, atau bahwasanya Dia memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi lagi sempurna.
          Dan beriman dengan ke-esaan Allah, karena tidak ada sekutu baginya dalam Rububiyyah, tidak dalam uluhiyyah dan tidak pula dalam asma dan sifat-Nya, Allah berfirman:
" رب السموات والأرض وما بينهما فاعبده واصطبر لعبادته هل تعلم له سميّا "
"Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada orang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?".
          Dan mengimani bahwasanya Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur, dan bahwasanya Dia Maha Mengetahui atas segala perkara ghaib dan yang terlihat, dan bagi-Nyalah kerajaan langit dan bumi:
" وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم ما في البر والبحر وما تسقط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين "
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)".
          Dan mengimani bahwasanya Dia berada diatas Arsy-Nya, lebih tinggi dari seluruh makhluk-Nya, Dia-pun bersama ciptaan-Nya mengetahui setiap keadaan mereka, mendengar setiap ucapan dan melihat tempat mereka, mengatur seluruh urusan mereka, memberi rejeki kepada yang fakir, memperbaiki yang rusak, memberi kerajaan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan mengambilnya dari siapapun yang Dia kehendaki, dan Dia-pun berkuasa atas segala sesuatu.

Di antara hasil dari keimanan kepada Allah SWT adalah:

1        Lahirnya kecintaan bagi seorang hamba kepada Allah dan pengagungan-Nya, yang menjadikan dia melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Apabila seorang hamba telah melakukan yang demikian, maka dia akan mendapatkan darinya kesempurnaan kebahagiaan di dunia dan akherat.
2        Bahwa iman kepada Allah melahirkan kehalusan dan kemuliaan dalam diri seseorang, karena dia telah mengetahui bahwa Allah adalah Raja yang sesungguhnya atas apa saja yang ada di alam ini, dan bahwasanya tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat ataupun mudharat kecuali Dia. Ilmu yang seperti ini akan menjadikannya merasa cukup dari selain Allah, dan hatinya terlepas dari perasaan takut kepada selain-Nya, sehingga dia tidak mengharap kecuali kepada Allah dan tidak takut kepada selain-Nya.
3        Bahwa iman kepada Allah akan menumbuhkan sifat tawadhu dalam dirinya, karena dia tahu bahwa semua kenikmatan yang ada padanya adalah dari Allah, sehingga dia tidak memuliakan setan, tidak sombong dan tidak takabbur, dan tidak merasa bangga pula dengan kekuatan dan hartanya.
4        Bahwa orang yang beriman kepada Allah akan mengetahui dengan sesungguhnya, bahwasanya tidak ada jalan untuk menuju kemenangan dan keberhasilan kecuali dengan mengerjakan amal sholeh yang diridhoi oleh Allah, pada saat orang lain memiliki keyakinan-keyakinan yang batil, seperti keyakinan bahwa Allah memerintahkan agar anak-Nya di salib, sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa manusia, atau beriman terhadap tuhan-tuhan dan meyakini bahwa ia dapat merealisasikan apa yang diinginkannya, yang mana pada hakekatnya semua itu tidak bermanfaat dan tidak pula mendatangkan mudharat, atau menjadi seorang  komunis sehingga tidak beriman dengan keberadaan Pencipta.. semua ini adalah angan-angan, sehingga tatkala mereka dihadapkan kepada Allah pada hari kiamat, dan ditunjukkan kenyataannya, sadarlah bahwa mereka berada dalam kesesatan yang nyata.
5        Bahwa keimanan kepada Allah akan mengasah kekuatan manusia dalam berniat untuk maju, bersabar, berpegang serta bertawakal, yaitu pada saat menguatnya perkara-perkara dunia, dengan mengharap ridho Allah, sehingga ia berada pada keyakinan yang sempurna bahwa dirinya telah bertawakal kepada Raja pemilik langit dan bumi, dan bahwasanya Dia akan membantu dan menolongnya, sehingga ia menjadi tegar bagaikan ketegaran gunung dalam bersabar, konsisten dan bertawakal.

Kedua: Iman kepada Malaikat: Bahwasanya Allah-lah yang telah menciptakan mereka untuk menta'ati-Nya, dan disifatkan bahwa mereka:

"Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan (26) mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya (27) Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang dibelakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya", dan bahwasanya mereka itu: "Mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih (19) mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya", Allah menutupi mereka dari kita sehingga kita tidak dapat melihatnya, namun terkadang Allah memperlihatkannya terhadap sebagian Nabi dan Rasul-Nya.
          Para malaikat memiliki tugas-tugas yang dibebankan terhadapnya, diantaranya Jibril yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu, ia turun dengan membawanya dari sisi Allah kepada para Rasul yang dikehendakin-Nya, diantara mereka ada yang ditugaskan untuk mencabut nyawa, diantara para malaikat ada yang ditugaskan  untuk urusan yang berhubungan dengan janin dalam rahim, diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menjaga manusia, diantaranya ada yang ditugaskan untuk mencatat amalan mereka, setiap orang didampingi oleh dua malaikat:
" عن اليمين وعن الشمال قعيد . ما يلفظ من قول إلاّ لديه رقيب عتيد "
"Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir".

Di antara hasil dari keimanan kepada malaikat adalah:

1        Menjadi bersihnya aqidah seorang muslim dari keburukan syirik dan kekotorannya, karena apabila seorang muslim beriman dengan keberadaan malaikat yang Allah tugaskan dengan amalan-amalan besar ini, dia akan terbebas dari keyakinan adanya makhluk-makhluk fiktif (tidak jelas) yang turut serta dalam pengaturan alam semesta.
2        Seorang muslim akan mengetahui bahwa para malaikat tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudharat, akan tetapi mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, tidak bermaksiat atas apa yang Allah perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya, sehingga dia tidak akan beribadah kepadanya dan tidak pula menghadap ke arahnya, sebagaimana juga tidak akan bergantung kepadanya.

Ketiga: Iman kepada kitab-kitab: Beriman bahwasanya Allah telah menurunkan beberapa kitab kepada sebagian dari Nabi dan Rasul-Nya, untuk menjelaskan hak-Nya dan berdakwah kepada-Nya, sebagaimana firman Allah:
" لقد أرسلنا رسلنا بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط "
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan", kitab-kitab berjumlah banyak, diantaranya: Shahifah (lembaran) Ibrahim, Taurat yang diberikan kepada Musa, Zabur yang dibawa oleh Dawud, dan Injil yang dibawa oleh Al-Masih.
          Iman kepada kitab-kitab terdahulu akan terwujud dengan mengimani bahwa Allah SWT telah menurunkannya kepada para Rasul, dan bahwasanya ia mengandung syari'at yang Allah inginkan untuk disampaikan kepada umat manusia pada masa tersebut.
          Kitab-kitab yang telah Allah kabarkan kepada kita tersebut telah sirna, tidak tersisa lagi keberadaan Shahifah Ibrahim di dunia ini, adapun Taurat, Injil dan Zabur, walaupun keberadaannya dengan nama tersebut ada pada Yahudi dan Nasrani, namun ia telah dirubah, diganti dan telah hilang sebagian besar darinya, dan dimasukan padanya apa yang bukan darinya, bahkan sampai disandarkan kepada yang bukan pemiliknya. Perjanjian lama, terdapat padanya lebih dari empatpuluh bagian, dan yang dinisbatkan kepada Musa hanya lima, dan Injil-Injil yang ada pada hari ini tidak ada satupun yang dinisbatkan kepada Al-Masih.
          Adapun kitab terakhir yang diturunkan dari sisi Allah, yaitu Al-Qur'an yang Dia turunkan kepada Muhammad, ia tetap terjaga dengan penjagaan Allah, ia tidak tersentuh oleh perubahan ataupun pergantian pada huruf, kalimat, harakat ataupun juga maknanya.


          Perbedaan antara Al-Qur'an dengan kitab-kitab terdahulu dapat dilihat dari  banyak sisi, diantaranya:

1        Bahwa kitab-kitab terdahulu telah hilang dan dimasuki oleh perubahan dan pergantian, telah dinisbatkan kepada selain pemiliknya, ditambahkan padanya penjelasan, catatan kaki serta keterangan-keterangan, juga mengandung perkara-perkara yang menafikan wahyu Ilahi, akal dan fitrah.
Adapun Al-Qur'an akan terus terjaga oleh penjagaan Allah, dengan huruf dan kalimat yang sama sebagaimana ketika diturunkan Allah kepada Muhammad, ia tidak tersentuh oleh perubahan dan tidak pula tambahan, karena kaum muslimin selalu berupaya agar Al-Qur'an tetap berada sebagaimana aslinya, mereka tidak mencampuri dengan selainnya, semisal sirah Nabi atau sejarah para sahabat atau tafsirnya ataupun juga dengan hukum-hukum yang berhubungan dengan ibadah dan muamalah.
2        Bahwa kitab-kitab terdahulu tidak diketahui catatan sejarahnya, bahkan sebagiannya tidak diketahui, kepada siapa ia diturunkan dan dengan bahasa apa ditulis, bahkan sebagiannya disandarkan kepada selain dia yang membawanya.
Adapun Al-Qur'an, ia dinukil oleh kaum muslimin dari Muhammad dengan penukilan yang mutawatir, baik secara lisan atau tulisan, pada setiap kaum muslimin di setiap zaman dan tempat terdapat ribuan orang yang menghafalnya dan ribuan cetakan yang berisi tentangnya, apabila ada yang tidak sama antara yang dilafadzkan dan apa yang tertulis, maka ia tidak akan dianggap, karena apa yang ada dalam tulisan harus sama dengan apa yang ada dalam dada para penghafal.
Diatas semua itu, sesungguhnya Al-Qur'an dinukil secara lisan, yang mana ini tidak pernah terjadi pada kitab apapun yang ada di dunia, bahkan tidak pernah ada gambaran tentang cara penukilan ini kecuali pada umat Muhammad, dan cara penukilan ini: yaitu seorang murid menghafal Al-Qur'an dihadapan gurunya dengan cara hafalan dalam hati, dan gurunya tersebut telah menghafalnya dari gurunya juga, kemudian guru tersebut memberikan idzin kepada muridnya yang berupa persaksian dengan nama "ijazah", padanya guru tersebut bersaksi bahwa muridnya telah membaca kepadanya sebagaimana yang dia lakukan kepada gurunya, setiap dari mereka menyebutkan nama gurunya hingga sanadnya sampai kepada Rasulullah, demikianlah tasalsul(mata rantai) sanad dari seorang murid hingga sampai kepada Rasul, dan demikian pula tasalsul sanad secara lisan dari seorang murid hingga sampai kepada Rasulullah.
Banyak dalil-dalil yang kuat dan bukti-bukti sejarah –yang juga sampai dengan turun temurun secara sanad- yang memberi keterangan tentang setiap surat dan setiap ayat dari Al-Qur'an, dimana ia turun dan kapan diturunkan kepada Muhammad.
3        Bahwasanya bahasa-bahasa yang denganya kitab-kitab terdahulu diturunkan  telah punah sejak zaman dahulu, sehingga tidak didapati seorangpun yang berbicara dengannya, dan sedikit sekali yang memahaminya pada saat ini, adapun bahasa yang dengannya Al-Qur'an diturunkan adalah bahasa hidup yang pada hari ini masih dijadikan sebagai alat komunikasi oleh puluhan juta jiwa, dan ia masih dipelajari dan diajarkan pada setiap penjuru dunia, dan barang siapa yang tidak mempelajarinya, ia tetap akan mendapati pada setiap tempat orang yang akan memahamkan kepadanya makna-makna Al-Qur'an.
4        Bahwasanya kitab-kitab terdahulu diturunkan untuk zaman tertentu, ia ditujukan kepada suatu umat, bukan untuk seluruh umat manusia, oleh karenya ia memuat hukum-hukum yang khusus dengan umat tersebut pada zamannya, selama demikian adanya, maka ia tidak sesuai untuk dijadikan bagi seluruh manusia.
Sedangkan Al-Qur'anul Adzim adalah kitab yang mencakup seluruh zaman, sesuai bagi seluruh tempat, memuat hukum-hukum, muamalah serta akhlak-akhlak yang cocok bagi setiap umat, dan sesuai bagi setiap zaman, sehingga seruan yang ada padanya ditujukan kepada manusia seluruhnya..
          Dari semua itu diketahui, bahwasanya tidak mungkin Allah menjadikan hujjah-Nya atas manusia dalam kitab-kitab yang tidak lagi otentik naskah-naskahnya, dan tidak ada pula diatas muka bumi ini orang yang berbicara dengan bahasa yang dipergunakan untuk menulis kitab-kitab tersebut setelah ia dirubah… akan tetapi hujjah Allah atas makhluknya hanya ada dalam kitab yang masih terjaga dan selamat dari segala bentuk tambahan dan pengurangan ataupun penyimpangan, bentuk aslinya masih tersebar di setiap tempat, ditulis dengan bahasa yang masih hidup sehingga dapat dibaca oleh jutaan manusia, dan merekapun menyampaikan risalah-risalah Allah kepada orang lain. Kitab tersebut adalah [Al-Qur'anul Adzim] yang telah Allah turunkan kepada Muhammad, ia adalah penguat kitab-kitab terdahulu, pembenar atasnya –sebelum diadakan perubahan-, sebagai bukti baginya, dan ia adalah yang diwajibkan bagi seluruh manusia untuk mengikutinya, agar ia dapat menjadi cahaya bagi mereka, menjadi penyembuh, petunjuk dan juga rahmat, Allah berfirman:
" وهذا كتاب أنزلناه مبارك فاتبعوه واتقوا لعلكم ترحمون "
"Dan Al-Qur'an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat"
" قل يا أيّها الناس إني رسول الله إليكم جميعًا "
"Hai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua".

Keempat: Iman kepada para Rasul :

          Bahwasanya Allah telah mengutus para Rasul kepada makhluk-Nya untuk memberi kabar gembira kepada mereka dengan kenikmatan jika mereka beriman kepada Allah dan mempercayai para Rasul-Nya, merekapun bertugas untuk memberi peringatan akan adzab jika umat manusia berbuat maksiat, firman Allah:
" ولقد بعثنا في كل أمة رسولاً أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت "
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "sembahlah Allah (saja) dan jauhilah taghut itu"
"رسلاً مبشرين ومنذرين لئلاّ يكون للناس على الله حجة بعد الرسل "
"(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu".
          Para Rasul tersebut berjumlah banyak, dimulai oleh Nuh dan diakhiri oleh Muhammad, diantara mereka ada yang Allah kabarkan kepada kita tentangnya, seperti: Ibrahim, Musa, Isa, Dawud, Yahya, Zakaria dan Shalih, dan diantara mereka ada juga yang tidak Allah sebutkan kabar tentangnya, Allah berfirman:
" ورسلاً قد قصصناهم عليك من قبل ورسلاً لم نقصصهم عليك "
"Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu".
          Para Rasul tersebut seluruhnya manusia yang Allah ciptakan, mereka tidak memiliki kekhususan sama sekali dalam permasalahan rububiyyah dan uluhiyyah, sehingga tidak boleh dipalingkan kepada mereka sedikitpun dari ibadah, dan merekapun tidak memiliki manfaat ataupun mudharat terhadap diri sendiri, Allah berfirman tentang Nuh, bahwa dia berkata kepada kaumnya:
" ولا أقول لكم عندي خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول إني ملك "
"Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: "bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan Allah memerintahkan kepada Muhammad –yang terakhir dari mereka- untuk berkata:
" لا أقول لكم عندي خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول لكم إني ملك "
"Katakanlah: "aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat", dan hendaklah mengatakan:
" لا أملك لنفسي نفعًا ولا ضرًا إلاّ ما شاء الله "
"Katakanlah: "aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah".
          Para Nabi adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, mereka dipilih oleh Allah dan dimuliakan dengan risalah, dan tetap disifati sebagai hamba, agama mereka adalah Islam, dan Allah tidak akan menerima agama selainnya, Allah berfirman:
" إن الدين عند الله الإسلام "
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam", risalah-risalah mereka memiliki kesamaan pada prinsip/dasar, sedang syariat-syariatnya  bercabang-cabang, sebagaimana firman Allah:
" لكلّ جعلنا منكم شرعة ومنهاجًا "
"Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang", penutup seluruh syari'at ini adalah syari'at Muhammad, ia merupakan penghapus bagi seluruh syari'at yang telah lalu, dan bahwa risalahnya merupakan penutup bagi risalah-risalah yang lain, dan beliau adalah penutup para Rasul.
          Barang siapa yang beriman dengan seorang Nabi, maka dia berkewajiban untuk beriman dengan seluruhnya, dan barang siapa yang mendustai seorang Nabi, berarti dia telah mendustakan seluruhnya, karena seluruh Nabi dan Rasul mengajak untuk beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, Rasul-Nya dan hari akhir, dan juga karena agama mereka satu, sehingga siapa yang membedakan diantara mereka atau beriman dengan sebagian dan mengkufuri sebagian lainnya, maka dia telah kufur terhadap mereka seluruhnya, karena setiap dari mereka menyeru kepada iman terhadap seluruh Nabi dan Rasul. Allah berfirman:
" آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كلّ آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله "
"Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya"

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) (150) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan".

Kelima: Iman kepada hari akhir: bahwa penghujung setiap makhluk dari dunia ini adalah kematian! Maka apa kelanjutan manusia setelah mati? Apakah tempat bagi pelaku kedzoliman yang telah selamat dari adzab dunia, apakah mereka akan selamat dari perbuatan dzolimnya? Serta orang-orang yang berbuat kebaikan, yang kehilangan bagian serta ganjaran atas kebaikannya ketika di dunia, apakah dia akan hilang ganjarannya?
          Sesungguhnya manusia saling beriringan menuju kematian, generasi demi generasi, sehingga tatkala Allah menghendaki untuk berakhirnya dunia ini, dan seluruh makhluk telah binasa secara nyata, Allah bangkitkan kembali seluruhnya pada suatu hari yang dipersaksikan, Allah kumpulkan yang dari terdahulu sampai yang terakhir, kemudian seluruh hamba akan dihisab menurut amalnya masing-masing, dari kebaikan dan kejelekan yang telah mereka perbuat ketika di dunia, sehingga kaum mukminin di arahkan ke surga dan orang-orang kafir digiring menuju neraka.
          Surga adalah: Kenikmatan yang Allah siapkan bagi wali-wali-Nya yang beriman, padanya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tidak dapat dibayangkan sifatnya oleh siapapun, padanya terdapat seratus derajat (tingkatan), setiap tingkatan di isi oleh penghuni, sesuai dengan kadar keimanan dan ketaatannya kepada Allah, dan yang paling rendah tingkatannya akan diberikan kepadanya kenikmatan yang sama seperti sebuah kerajaan yang ada didunia dan dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali lipat.
          Neraka: adalah adzab yang Allah siapkan bagi dia yang mengkufuri-Nya, padanya terdapat berbagai bentuk adzab yang menakutkan untuk disebut, dan jika seandainya Allah memberi idzin kematian untuk seseorang di akherat, niscaya seluruh penghuni neraka akan langsung meninggal hanya dengan melihat neraka saja.
          Allah telah mengetahui –dengan ilmu-Nya- atas apa yang akan dikatakan dan dikerjakan oleh setiap orang, dari kebaikan atau kejelekan, secara tersembunyi ataupun terang-terangan, kemudian diwakilkan bagi setiap orang dua malaikat, yang satu mencatat kebaikan dan yang lain mencatat kejelekan, tidak ada yang terlewat sedikitpun dari keduanya, Allah berfirman:
" ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب عتيد "
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir", amalan-amalan ini akan dicatat pada sebuah kitab yang akan diberikan kepada setiap manusia pada hari kiamat, Allah berfirman:
" ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين ممّا فيه ويقولون يا ويلتنا ما لهذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلاّ أحصاها ووجدوا ما عملوا حاضرًا ولا يظلم ربّك أحدًا "
"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorangpun", lalu dia baca kitabnya dengan tanpa mengingkari sedikitpun darinya, dan barang siapa yang mengingkari amal perbuatannya, maka Allah akan menjadikan pendengaran, penglihatan, kedua tangan, kedua kaki dan kulitnya  berbicara tentang seluruh apa yang telah diamalkannya, Allah berfirman:

"Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (21) kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan".
          Iman kepada hari akhir -yaitu hari kiamat dan hari kebangkitkan telah didisampaikan oleh seluruh Nabi dan Rasul, firman Allah:
" ومن آياته أنك ترى الأرض خاشعة فإذا أنزلنا عليها الماء اهتزت وربت إن الذي أحياها لمحيي الموتى إنه على كل شيء قدير "
"Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", dan firman-Nya:
" أو لم يروا أن الله الذي خلق السموات والأرض ولم يعي بخلقهن بقادر على أن يحيي الموتى "
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati?", ini semua sesuai dengan hikmah Allah SWT, karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan ciptaannya dengan sia-sia, dan tidak meninggalkan mereka dengan begitu saja, sebab orang yang paling lemah akalnya tidak mungkin akan mengamalkan suatu amalan –yang memiliki akibat- tanpa memiliki tujuan yang jelas, dan tanpa maksud darinya, maka bagaimana mungkin tidak tergambarkan yang seperti ini oleh manusia, kemudian dia akan mengira bahwa Rabb-nya telah menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia, dan akan meninggalkan mereka begitu saja, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan, firman-Nya:
" أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون "
"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?", dan firman-Nya:
" وما خلقنا السماء والأرض وما بينهما باطلاً ذلك ظن الذين كفروا فويل للذين كفروا من النار "
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka".
          Semua orang yang berakal bersaksi atas keimanan mereka kepada hari akhir,  dan itulah yang menjadi tuntutan akal, dan yang diterima oleh fitrah yang lurus, karena apabila seorang manusia beriman dengan hari kiamat, maka dia akan menyadari kenapa manusia meninggalkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu untuk mengharap apa yang ada di sisi Allah, kemudian diapun akan mendapati bahwa siapa yang berbuat dzolim terhadap orang lain, maka dia akan mengambil bagiannya, orang lain akan mengqishasnya pada hari kiamat, dan bahwa manusia pasti akan mendapatkan ganjarannya, apabila baik dengan kebaikan dan apabila jelek dengan keburukan, agar setiap jiwa diganjar sesuai dengan apa yang dia usahakan, sehingga terealisasilah keadilan Ilahi, firman Allah:

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".
          Tidak ada satu makhlukpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, hari ini tidak diketahui oleh Nabi yang diutus, tidak pula oleh malaikat yang didekatkan, akan tetapi ia khusus hanya ada pada Allah ilmunya, sebagaimana firman-Nya:
" يسألونك عن الساعة أيّان مرساها قل إنما علمها عند ربي لا يجلّيها لوقتها إلاّ هو "
"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "bilakah terjadinya?" katakanlah: "sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhan-ku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia", dan firman-Nya:
" إن الله عنده علم الساعة "
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat".

          Keenam: Iman dengan qadha dan qadar: yaitu dengan beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, Dia mengetahui segala keadaan hamba dan amalan, ajal serta rizki mereka, Allah berfirman:
" إن الله بكلّ شيء عليم "
"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu", juga firman-Nya:
" وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم ما في البر والبحر وما تسقط من ورقة إلاّ يعلمها ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين "
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", dan semua itu tertulis dalam kitab di sisi-Nya, Allah berfirman:
" و كل شيء أحصيناه في إمام مبين "
"Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)"
" ألم تعلم أن الله يعلم ما في السماء والأرض إن ذلك في كتاب إن ذلك على الله يسير "
"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah", apabila Allah menghendaki sesuatu, maka Dia akan berkata: jadilah!, maka jadilah ia, sebagaimana firman-Nya:
" إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون "
"Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". Sebagaimana Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia-pun Maha Pencipta atas segala sesuatu, firman-Nya:
" إنا كلّ شيء خلقناه بقدر "
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran" dan firman-Nya:
" الله خالق كلّ شيء "
"Allah menciptakan segala sesuatu", Dia ciptakan hamba agar mereka menta'ati-Nya, menjelaskan kepada mereka cara mentaatinya dan memerintahkan mereka agar mentaati dengannya, melarang mereka dari perbuatan maksiat dan menjelaskannya, Dia jadikan pada mereka kemampuan dan kehendak yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka mendapatkan ganjaran, dan barang siapa yang terjerumus kedalam maksiat, maka dia berhak untuk mendapat azab.

Apabila manusia telah beriman kepada qadha dan qadar, maka akan terwujud baginya beberapa hal berikut ini:
1        Ia akan bergantung kepada Allah ketika melaksanakan berbagai sebab(usaha atau upaya dalam meraih sesuatu), karena dia mengetahui bahwa sebab dan akibat (hasil), seluruhnya berada dibawah kehendak dan kekuasaan Allah.
2        Rileksnya jiwa dan tenanganya hati, karena ketika dia mengetahui bahwa itu terjadi dengan kehendak dan kekuasaan Allah, dan bahwa apa yang dibenci dan telah ditetapkan pasti terjadi, maka akan tenanglah jiwanya dan ridha akan takdir Allah. Tidak ada seorangpun yang lebih baik hidupnya dan lebih rileks jiwanya serta lebih kuat tumakninahnya (ketenanganya) dari orang yang beriman dengan takdir.
3        Tersingkirnya rasa bangga diri ketika mendapatkan apa yang diinginkan, karena ia bisa meraih yang demikian itu merupakan suatu nikmat dari Allah melalui sebab-sebab kebaikan dan kemenangan yang telah Dia tentukan, sehingga dia bersyukur kepada Allah atas semua itu.
4        Tersingkirnya rasa gundah dan gulana ketika kehilangan apa yang dia inginkan ataupun ketika mendapat apa yang dia benci, karena semua itu terjadi dengan kehendak Allah yang tidak dapat ditolak perintah-Nya, dan tidak ada yang dapat menghukumi atas putusan-Nya, ia pasti akan terjadi, sehingga dia bisa bersabar dan mengharap ganjaran dari Allah, firman-Nya:

     "Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (22) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri".
5        Tawakkal yang sempurna terhadap Allah Ta'ala, karena seorang muslim mengetahui bahwasanya di tangan-Nyalah –satu-satunya- seluruh manfaat dan mudharat, sehingga dia tidak akan merasa takut kepada kekuatan seorang yang kuat, dan tidak pula berpura-pura mengerjakan suatu amal kebaikan karena merasa takut kepada seseorang, bersabda Nabi kepada ibnu Abbas :
" واعلم أن الأمة لو اجتمعوا على أن ينفعوك لم ينفعوك إلاّ بشيء قد كتبه الله لك, ولو اجتمعوا على أن يضروك لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك "
"Ketahuilah, kalau seandainya seluruh umat berkumpul untuk menyalurkan suatu manfaat kepadamu niscaya mereka tidak akan dapat menyalurkannya kepadamu, kecuali pada apa-apa yang telah Allah takdirkan untukmu, dan kalau seandainya mereka berkumpul untuk mendatangkan suatu kemudharatan terhadapmu, niscaya hal tersebut tidak akan menimpamu, kecuali jika ia telah ditakdirkan akan menimpamu".


* * * * * *

Urutan Ketiga

Al-Ihsan, dan ia hanya satu rukun, yaitu:

          Anda beribadah kepada Allah seolah-olah Anda melihat-Nya, dan jika Anda  tidak mampu melihat-Nya maka yakinilah bahwa Dia melihat Anda. Sehingga umat manusia dapat beribadah kepada Allah dengan sifat yang seperti ini, yaitu dengan menghadirkan kedekatan-Nya, dan bahwa Dia berada di hadapannya, karena yang demikian dapat mendatangkan rasa tunduk, takut, ngeri dan rasa hormat, juga ia mewajibankan adanya nasehat dalam pelaksanaan ibadah, serta bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menyempurnakannya.
Apabila seorang hamba bermuroqobah(merasakan adanya pengawasan) terhadap Rabb-nya dalam pelaksanaan ibadah, dan merasakan akan kedekatan-Nya sehingga merasa seolah-olah dia melihat-Nya, dan apabila hal tersebut terasa berat baginya, maka hendaklah dia menggunakan pertolongan untuk merealisasikannya dengan mengimani bahwa Allah melihatnya dan mengetahui apa yang dirahasiakan dan yang ditampakkannya, yang tersembunyi dan yang terlihat, serta tidak ada yang tersembunyi dari-Nya sedikitpun dari seluruh perkara.
          Seorang hamba yang telah mencapai kedudukan ini niscaya akan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, tidak berpaling kepada siapapun selain-Nya, tidak menunggu pujian orang lain, dan tidak pula takut dari celaan mereka, karena telah cukup baginya keridhoan Rabb-nya serta pujian Penciptanya.
          Dia adalah seorang yang sama disisinya antara apa yang dia tampakkan dan dia sembunyikan, dia adalah seorang yang beribadah kepada Rabb-nya dalam keadaan sendiri ataupun dihadapan orang lain, memiliki keyakinan –keyakinan yang sesungguhnya- bahwa Allah mengetahui apa yang dia fikirkan dalam hatinya dan apa yang dibisikkan oleh sanubarinya, keimanan menguasai hatinya, dan dia selalu merasa berada dalam pengawasan Rabb-nya, sehingga berserah dirilah anggota tubuhnya terhadap Sang Pengatur, tidak mengerjakan suatu amalan kecuali apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, dan berserah diri seluruhnya kepada Rabb-nya.
          Karena hatinya bergantung kepada Allah, maka dia tidak meminta pertolongan kepada makhluk, sebab merasa cukup dari apa yang didapatnya dari Allah. Dia tidak mengeluh kepada orang lain, karena dia telah menyerahkan seluruh keperluannya kepada Allah dan cukuplah Dia sebagai penolong. Dia tidak merasa ngeri dari suatu tempat dan tidak takut dari siapapun, karena dia mengetahui bahwa Allah bersamanya dalam setiap keadaan, cukuplah Dia sebaik-baiknya penolong, dia tidak meninggalkan suatu perintah yang Allah perintahkan dan tidak pula terjerumus kedalam maksiat-Nya, karena dia merasa malu dari Allah, dan takut jika Dia kehilangan dirinya saat dating perintah-Nya atau Allah mendapatinya berada pada sesuatu yang dilarang-Nya, dia tidak akan melanggar batasan atau berbuat zolim terhadap suatu makhluk ataupun juga mengambil hak orang lain, karena dia mengetahui bahwa Allah memperhatikannya dan bahwasanya Dia akan menghisab sesuai dengan apa yang dikerjakannya.
          Dia tidak akan membuat kerusakan di muka bumi, karena dia mengetahui bahwa  kebaikan-kebaikan yang ada padanya adalah milik Allah yang Dia siapkan untuk seluruh makhluk, sehingga dia akan mengambil sesuai dengan apa yang dibutuhkannya, dan bersyukur kepada Rabb yang telah memudahkan itu baginya.

*  *  *  *  *

          Sesungguhnya apa yang telah saya sebutkan kepada Anda, dan saya tampilkan dihadapan Anda dalam buku kecil ini tidak lain adalah perkara-perkara penting, dan rukun-rukun yang agung dari Islam. Rukun-rukun ini adalah sesuatu yang apabila seorang hamba beriman dengannya dan mengamalkannya, niscaya dia akan menjadi seorang muslim, karena sesungguhnya Islam –sebagaimana yang telah saya sebutkan untuk anda- adalah agama dan dunia, ibadah dan manhaj kehidupan, sesungguhnya ia adalah peraturan Ilahi yang sempurna dan menyeluruh, syari'atnya mencakup seluruh  yang diperlukan oleh pribadi ataupun umat dengan kadar yang sama dalam seluruh dimensi kehidupan kehidupan, baik keyakinan(agama), politik, ekonomi, kemasyarakatan maupun keamanan.. padanya manusia akan mendapatkan kaidah-kaidah, landasan-landasan dan hukum-hukum yang mengatur segala keadaan, baik damai maupun perang, dalam segala hak dan kewajiban, juga menjaga kehormatan manusia, burung, binatang serta keadaan disekitarnya, menerangkan tentang hak-hak manusia, kehidupan, kematian, kebangkitan setelah mati. Dan padanya akan didapat –pula- pedoman yang paling tepat bagi tata cara pergaulan manusia dengan mereka yang berada di sekitarnya, seperti firman Allah SWT:

"Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia."
Serta dalam firman-Nya:

"Dan memaafkan (kesalahan) orang."
Lalu firman-Nya:
" ولا يجرمنّكم شنآن قوم على ألاّ تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى "
"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa".
          Sangat baik bagi kita, setelah menampilkan urutan-urutan agama ini, beserta rukun-rukun dari setiap urutannya, untuk menyebutkan gambaran ringan tentang kebaikan-kebaikannya.


* * * * * *

Di antara keistimewaan-keistimewaan Islam*

          Pena tidak akan mampu untuk menyebut seluruh keistimewaan dan kebaikan Islam, dan kata-kata juga tak akan berdaya untuk dapat menyebutkan seluruh keutamaan agama ini, tidak lain karena agama ini adalah agama Allah Ta'ala, sebagaimana pandangan tidak kuasa melihat Allah, dan ilmu manusiapun tidak dapat menguasainya, begitu pula dengan syari'at Allah tidak bisa disifati keseluruhanya dengan pena. Telah berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah: "Apabila anda memperhatikan hikmah yang terpancar pada agama yang lurus dan millah yang hanifiyyah ini, serta syari'at Muhammadiyyah yang tidak dapat diungkapkan akan kesempurnaannya, tidak dapat disifati keindahannya, dan akal orang-orang pintar –walaupun mereka dikumpulkan dan dan disatukan pada orang yang paling sempurna dari mereka- tidak mampu mengusulkan sesuatu yang melebihinya, dan cukuplah dengan akal sempurna untuk mengetahui keindahannya, dan bersaksi akan keutamaannya, bahwasanya seluruh alam ini tidak akan mendapatkan syari'at yang lebih lengkap, lebih mulia dan lebih agung darinya.. kalau seandainya tidak datang rasul dengan membawa penerang untuknya, niscaya ia sudah cukup sebagai penerang dan tanda serta saksi bahwa ia datang dari sisi Allah, seluruhnya bersaksi akan kesempurnaan ilmu, kesempurnaan hikmah, luasnya rahmat, kabaikan dan ihsan, menguasai pengetahuan akan yang ghaib dan terlihat, juga pengetahuan akan segala permulaan dan segala akibat, dan bahwasanya ia adalah termasuk kenikmatan Allah terbesar yang Dia anugrahkan kepada hamba-hamba-Nya, sehingga tidak ada kenikmatan yang dianugrahkan kepadanya melebihi kemuliannya dengan ditunjuki kepada Islam, menjadikannya sebagai pemeluk, dan termasuk orang yang ridho terhadapnya, oleh karena itu Dia memberi karunia kepada hamba-Nya dengan memberinya hidayah, Allah berfirman:
" لقد منّ الله على المؤمنين إذ بعث فيهم رسولاً من أنفسهم يتلو عليهم آياته ويزكّيهم ويعلّمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا من قبل لفي ضلال مبين "
"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata", dan Allah berfirman dengan memberi tahu kepada hamba-hamba-Nya dan mengingatkannya akan keagungan nikmat-Nya kepada mereka, agar mereka bersyukur kepada-Nya karena telah dijadikan termasuk dari pemeluknya: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu".

Di antara syukur kita kepada Allah SWT dengan agama ini, kita akan menyebutkan sedikit dari kebaikan-kebaikannya:

1        Bahwasanya ia adalah agama Allah:

Bahwa ia adalah agama yang diridhai oleh Allah, rasul-Nya diutus untuk membawanya dan diidzinkan kepada makhluk-Nya untuk beribadah kepada Allah melaluinya, sebagaimana tidak sama antara pencipta(Allah) dan yang diciptakan(makhluk), maka tidak sama pula antara agama-Nya –yaitu Islam- dengan hukum-hukum serta agama-agama para makhluknya,uh dan sebagaimana Allah mensifati diri-Nya dengan kesempurnaan yang mutlak, maka demikian pula dengan agama-Nya yang memiliki kesempurnaan mutlak dalam menunaikan syari'at yang sesuai dengan kehidupan dan tempat kembalinya manusia, juga mencakup hak-hak pencipta serta kewajiban-kewajiban hamba terhadap-Nya, serta hak sebagian dari mereka terhadap sebagian lainnya, dan kewajiban sebagian mereka terhadap sebagian lainnya.

2        Menyeluruh:

Di antara apa yang paling menonjol dari agama ini bahwa ia paling mencakup atas segala sesuatu. Allah SWT berfirman:
" ما فرطنا في الكتاب من شيء "
"Tidaklah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab", agama ini mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan sang pencipta, mulai dari nama-nama dan sifat-sifat Allah hingga hak-hak-Nya, juga seluruh yang berhubungan dengan makhluk dari syari'at, tugas, akhlak dan pergaulan. Agama ini mencakup pula kabar-kabar tentang mereka yang terdahulu dan yang akan datang, para malaikat, para nabi, dan para rasul, iapun bercerita tentang langit, bumi, angkasa luar, bintang, lautan, tumbuhan dan alam. Disebutkan pula sebab adanya makhluk, tujuan serta akhir darinya, disebutkan surga dan tempat kembali kaum mukminin serta neraka dan tempat berakhirnya orang-orang kafir.

3        Bahwa ia sebagai penghubung antara pencipta dengan makhluk:

Setiap agama dan kepercayaan yang batil hanya menghubungkan antara manusia dengan manusia sejenisnya, yang mana setiap dari mereka memungkinkan untuk mati, lemah dan sakit, bahkan mungkin juga akan dihubungkan dengan manusia yang telah mati sejak ratusan tahun lalu dan telah menjadi tulang serta tanah.. sedang agama ini yaitu Islam memiliki keistimewaan bahwa ia dapat menghubungkan manusia dengan penciptanya secara langsung, tanpa adanya pendeta dan tidak pula orang suci, serta tidak pula rahasia suci, akan tetapi ia hanyalah hubungan langsung antara Pencipta dengan makhluk-Nya, hubungan yang mengikat akal dengan Rabb-nya sehingga ia menjadi bercahaya, mendapat petunjuk, meningkat, meninggi dan menginginkan kesempurnaan, iapun menjadi lebih tinggi dari orang-orang rendahan dan bawahan, karena setiap hati yang tidak dihubungkan dengan Rabb-nya, maka ia akan menjadi lebih sesat dari binatang ternak.
Ia adalah hubungan antara Pencipta dengan makhluk-Nya, yang darinya bisa diketahui keinginan Allah, sehingga seseorang dapat menyembah-Nya dengan pengetahuan yang jelas, juga mengenal sisi-sisi yang dapat mendatangkan ridha-Nya lalu ia berusaha mendapatkanya, dan sisi-sisi yang dapat mengundang murka-Nya maka ia menjauhinya.
Ia adalah hubungan antara Pencipta yang Agung dengan makhluk yang lemah lagi fakir, sehingga ia dapat meminta dari-Nya bantuan, pertolongan dan petunjuk, juga meminta perlindungan kepada-Nya dari tipu daya para penipu dan godaan setan.

4        Memperhatikan maslahat dunia dan akherat:

Syari'at Islam dibangun atas dasar memperhatikan maslahat-maslahat dunia, akherat dan penyempurnaan akhlak mulia.
Adapun keterangan akan maslahat akherat, telah diterangkan bentuk-bentuknya oleh syari'at ini, tidak ada yang terlalaikan darinya sedikitpun, bahkan ia ditafsirkan dan dijelaskan oleh syariat agar tidak ada yang tidak mengetahuinya, sehingga seseorang dijanjikan dengan kenikmatannya dan diancaman dengan azabnya.
Adapun keterangan tentang maslahat dunia: Allah telah mensyari'atkan pada agama ini apa yang dapat digunakan oleh manusia untuk menjaga agama, jiwa, harta, keturunan, kehormatan dan akalnya.
Adapun keterangan akhlak mulia: Syariat telah memerintahkanya secara zohir dan batin, dan melarang dari keburukan dan kerendahan akhlak, diantara akhlak yang tampak adalah kebersihan, kesucian dan membersihkan dari kotoran serta najis, iapun menganjurkan kepada kebersihan dan kebaikan penampilan, mengharamkan kejelekan-kejelekan seperti: zina, minuman keras, memakan bangkai, darah dan daging babi, serta memerintahkan untuk memakan yang baik-baik dan melarang dari perbuatan berlebih-lebihan dan tabzir.
Adapun kebersihan batiniyah: Kembali kepada berlepasnya diri dari akhlak tercela dan menghiasi diri dengan perkara yang terpuji darinya. Akhlak-akhlak yang tercela seperti dusta, perbuatan jahat, marah, dengki, kikir, menghinakan diri, mencintai kedudukan, mencintai dunia, sombong, takabur dan riya. Diantara akhlak-akhlak terpuji adalah: berperilaku baik, menjadi teman yang baik dengan sesama makhluk, berbuat baik terhadap mereka, berlaku adil, rendah diri, jujur, dermawan, mengasihi, bertawakal kepada Allah, ikhlas, takut kepada Allah, sabar dan bersyukur.

5        Mudah:

Ia adalah salah satu sifat yang membedakan agama ini; pada setiap syi'ar dari syi'ar-syi'arnya terdapat kemudahan, seluruh ibadahnya mudah, Allah berfirman:
" وما جعل عليكم في الدين من حرج "
"Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan", yang pertama dari kemudahan ini: Bahwa barang siapa yang ingin memeluk agama ini tidak memerlukan perantara manusia, atau dengan pengakuan atas apa yang telah lalu, bahkan yang harus dia lakukan adalah bersuci dan membersihkan diri, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat, dengan meyakini akan kandungan makna dari keduanya serta mengamalkan sesuai dengan kandungannya.
     Kemudian setiap ibadah akan dimasuki oleh kemudahan dan keringanan apabila seseorang sedang dalam bepergian atau sakit, namun akan tetap dicatat baginya amalan yang sama seperti apa yang dikerjakan ketika sedang sehat dan sedang tidak bepergian. Bahkan bahwa kehidupan seorang muslim menjadi mudah dan tenang, berbeda dengan kehidupan orang-orang kafir yang sempit dan sulit. Begitupula dengan kematian seorang muslim yang mudah, yaitu dengan keluarnya ruh darinya sebagaimana keluarnya tetesan dari sebuah bejana, Allah berfirman:
" الذين تتوفّاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون "
"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". Adapun orang kafir, maka  malaikat yang keras lagi kasar akan hadir saat kematianya, mereka akan memukulinya dengan pecut, Allah berfirman:
" ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم اليوم تجزون عذاب الهون بما كنتم تقولون على الله غير الحق وكنتم عن آياته تستكبرون "
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya", dan firman-Nya
" ولو ترى إذ يتوفى الذين كفروا الملائكة يضربون وجوههم وأدبارهم وذوقوا عذاب الحريق "
"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar" (tentulah kamu akan merasa ngeri)".

6        Adil:

Bahwasanya yang menetapkan syari'at Islam adalah Allah satu-satunya, Dialah pencipta seluruh makhluk, baik itu yang putih, hitam, laki-laki dan wanita, mereka seluruhnya dihadapan hukum, keadilan serta rahmat-Nya sama. Dia telah mensyari'atkan bagi tiap laki-laki dan wanita apa yang pantas untuknya, sehingga merupakan suatu yang mustahil memudahkan syari'at bagi laki-laki dan mempersulit wanita, atau wanita dimuliakan dan laki-laki dizolimi, atau mengkhususkan bagi yang berkulit putih beberapa kekhususan yang orang berkulit hitam dilarang darinya, seluruhnya dihadapan syari'at Allah adalah sama, tidak ada perbedaan diantara mereka kecuali dengan ketakwaan.



7        Amar ma'ruf nahi munkar:

Syari'at ini memiliki satu keistimewaan dan karakter yang mulia, ia adalah: amar ma'ruf nahi munkar (memerintah kepada yang baik dan mencegah dari kemunkaran). Diwajibkan atas setiap muslim dan muslimah, telah baligh, berakal dan memiliki kemampuan untuk memerintah dan melarang sesuai dengan kemampuannya, menurut urutan yang ada dalam perintah dan larangan, yaitu memerintah atau melarang dengan menggunakan tangannya, apabila tidak mampu maka menggunakan lisannya, dan jika tidak mampu pula maka menggunakan hatinya. Dengan ini seluruh umat akan menjadi pengawas bagi yang lain, setiap orang berkewajiban untuk beramar ma'ruf nahi munkar kepada dia yang lalai dalam melaksanakan kebaikan atau dia yang terjerumus dalam kemungkaran, baik dia itu seorang hakim atau yang tertindak, sesuai dengan kemampuannya dan menurut kaidah-kaidah syari'at yang mengaturnya.
Perkara ini –sebagaimana yang anda saksikan- merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang sesuai dengan kemampuannya, pada saat yang sama system perpolitikan Dewasa ini merasa bangga telah memberi kebebasan kepada partai-partai oposisi  untuk mengawasi jalanya pemerintahan dan pelaksanaan aparatur pemerintahan.
Inilah sebagian dari kelebihan-kelebihan islam, dan jika anda ingin lebih detail niscaya akan memerlukan waktu untuk membahas setiap syi'ar, setiap kewajiban, setiap perintah, setiap larangan guna menjelaskan hikmah yang ada padanya, syari'at yang teratur, kebaikan yang agung dan kesempurnaan yang terputus pandangannya, dan barang siapa yang mengamati syari'at-syari'at agama ini niscaya dia akan tahu –dengan seyakinnya- kalau ia berasal dari sisi Allah, dan bahwasanya ia merupakan suatu kebenaran yang tidak ada keraguan padanya, serta petunjuk yang tidak ada kesesatan padanya.
Apabila anda ingin kembali kepada Allah, mengikuti syari'at-Nya dan mengikuti petunjuk nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya, maka sesungguhnya pintu taubat terbuka, dan Rabb anda Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengajak untuk memberi ampunan kepada anda.


* * * * * *

Taubat

          Bersabda Rasullullah SAW:
" كلّ ابن آدم خطاء , وخير الخطائين التوابون "
"Setiap anak cucu Adam memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah dia yang meminta ampunan".
Manusia berjiwa lemah dan lemah pada kemauan serta keinginannya, dia tidak dapat menanggung akibat dari dosa dan kesalahannya, sehingga Allah beri keringanan kepada umat manusia sebagai rahmat baginya, lalu disyari'atkan taubat baginya, sedangkan hakekat taubat adalah: Meninggalkan dosa karena kejelekannya –takut kepada Allah dan mengharap apa yang Dia siapkan untuk hamba-hamba-Nya-, dan menyesal atas apa yang dia lakukan, berniat untuk meninggalkan agar tidak kembali lagi padanya, serta memanfaatkan umur yang masih tersisa dengan mengerjakan amal shaleh, ia sebagaimana yang anda perhatikan merupakan amalan hati yang terjadi antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tidak ada kelelahan dan tidak ada kecapaian padanya, tidak pula terbebani oleh amal yang berat, akan tetapi hanyalah amalan hati, berlepas diri dari dosa, dan tidak akan kembali kepadanya. Dan di dalam menahan diri dari dosa serta menjauhinya terdapat kelezatan dan rasa lega.         
Sehingga tidak dibutuhkan bagi anda untuk bertaubat melalui tangan seseorang yang akan membongkar aib anda, mengetahui rahasia anda dan memanfaatkan kelemahan anda, akan tetapi ia hanyalah munajat antara anda dengan Rabb anda, dengan cara meminta ampunan dari-Nya, meminta hidayah atau petunjuk kepada-Nya, maka Dia akan menerima ampunan kepada anda.
          Dalam Islam tidak terdapat dosa yang diwariskan, tidak juga ada seseorang yang ditunggu untuk menyelesaikan masalah, bahkan sebagaimana yang didapat oleh seorang Yahudi an-namsawi yang mendapat hidayah, Muhammad Asad, dia berkata: "saya tidak bisa mendapati dalam bagian manapun dari Al-Qur'an dan apapun yang menyebutkan tentang kebutuhan terhadap "seorang penyelesai masalah(penghapus dosa)", Dalam Islam tidak dikenal adanya dosa warisan yang dapat menghalangi seseorang dari masa depanya, itu karena "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya", dan tidak pula dituntut dari setiap orang untuk mempersembahkan korban ataupun membunuh dirinya dengan agar dibukakan baginya pintu taubat dan berlepas diri dari kesalahan", akan tetapi sebagaimana firman Allah: "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain".

Taubat memiliki pengaruh dan hasil yang sangat besar, diantaranya:

1        Seorang hamba dapat mengetahui luasnya kelembutan Allah SWT serta kebaikanya-Nya dalam menutupi aib hambahnya, dan bahwasanya kalau Dia berkehendak niscaya akan dipercepat azab bagi pelaku dosa dan niscaya Dia akan membongkar aibnya dihadapan seluruh manusia, sehingga dia tidak akan tentram hidup ditengah-tengah mereka, akan tetapi Dia muliakan dengan menutupinya, menghalanginya dengan kelembutan-Nya, mengakhirkannya dengan kehendak dan kekuatan-Nya serta memberinya rizki dan penghasilan.
2        Agar dia mengerti akan hakekat jiwanya, bahwasanya ia adalah jiwa yang senantiasa mengajak kepada kejelekan, dan bahwasanya kesalahan, dosa dan kelalaian yang bersumber darinya adalah dalil akan lemahnya jiwa dan lemahnya dia terhadap kesabaran dari syahwat yang diharamkan, dan bahwasanya ia tidak akan merasa tidak membutuhkan Allah –sekejapun- agar mensucikan dan memberinya petunjuk.
3        Allah SWT mensyari'atkan taubat agar dengannya bisa di dapat penyebab terbesar kebahagiaan bagi seorang hamba, yaitu dengan kembali kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, sebagaimana ia dapat meraih dengannya berbagai macam do'a, merendah diri, menunjukkan akan keperluan dan kebutuhan, kecintaan, takut dan pengharapan, sehingga dapat mendekatkan diri kepada penciptanya dengan pendekatan khusus yang tidak mungkin didapat tanpa taubat dan kembali kepada Allah.
4        Agar Allah SWT mengampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya. Allah SWT berfirman:
" قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف "
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu".
5        Bahwa kejelekan-kejelekan manusia akan diganti dengan kebaikan-kebaikan. Allah SWT berfirman:
" إلا من تاب وآمن وعمل عملاً صالحًا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورًا رحيمًا "
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
6        Umat manusia akan menyikapi kesalahan saudara sesamanya terhadapnya sama dengan sikap yang ia harapkan dari Allah dalam menyikapi kesalahan dan dosanya terhadap-Nya, dan sesungguhnya balasan itu setimpal dengan amal perbuatan. Jika manusia bermuamalah dengan muamalah yang baik ini, maka diapun berhak untuk mendapatkan yang serupa dari Allah, Dia akan membalas dosa dan kesalahanya dengan kebaikan-Nya sebagaimana ia membalas kesalahan saudaranya.
7        Seseorang akan menyadari jika dirinya memiliki banyak kesalahan dan aib, sehingga hal tersebut mengharuskanya untuk menahan diri dari mengungkap aib orang lain, dan sibuk memperbaiki dirinya tidak sibuk memikirkan aib orang lain.
Saya tutup alinea ini dengan berita tentang seorang pria yang datang kepada Nabi  lalu berkata: "Ya Rasulullah saya tidak meninggalkan suatu keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali aku pasti melaksanakannya. Nabi SAW menjawab: "Bukankah Anda telah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah?" (tiga kali). Dia menjawab: benar. Nabi bersabda: "Sesungguhnya itu akan mencukupi itu" dalam riwayat lain: "Sesungguhnya ini akan datang menutupi ini seluruhnya".
Dalam satu riwayat bahwa ia mendatangi Rasulullah lalu berkata: bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang melakukan dosa seluruhnya namun tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, pada kesempatan itu dia tidak meninggalkan satu keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali dia pasti melaksanakanya, apakah untuk semua itu ada taubat? rasul menjawab: "Apakah anda telah memeluk Islam?" dia menjawab: adapun aku telah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya engkau adalah utusan Allah. Menjawab Rasul: ya! Kerjakanlah kebaikan, dan tinggalkannya kejelekan, maka Allah akan menjadikan seluruhnya kebaikan untukmu" dia berkata: juga pengkhiatan dan kejahatanku? Beliau menjawab: "benar", dia berkata: Allahu Akbar. Dia terus mengulang-ulangi takbir sambil berpaling.
     Ketahuilah bahwa Islam menghapus dosa yang sebelumnya, dan taubat yang benar menghapus kesalahan yang sebelumnya, sebagaimana hal tersebut telah ditetapkan dalam Hadits dari Nabi.


* * * * * *

Akibat bagi Orang yang Tidak berpegang dengan Islam

          Sebagaimana yang telah dijelaskan kepada anda dalam buku ini, bahwa Islam adalah agama Allah, ia adalah agama yang hak, ia agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul, dan Allah telah menyiapkan ganjaran yang besar di dunia dan akherat bagi dia yang beriman dengannya, serta megancam dengan azab yang sangat pedih terhadap dia yang mengkufurinya.
          Dan dikarenakan Allah adalah Pencipta, Maha Raja yang mengatur seluruh alam ini, dan anda wahai manusia adalah merupakan salah satu ciptaan-Nya, Dia telah menciptakanmu, menundukkan seluruh apa yang ada di alam ini untukmu, mensyari'atkan bagimu syari'at-Nya dan memerintahkanmu untuk mengikuti-Nya, maka apabila kamu beriman dan menta'ati apa yang diperintahkan-Nya, serta berhenti dari apa yang dilarang-Nya, niscaya kamu akan mendapatkan kenikmatan abadi yang telah Allah janjikan untukmu di akherat, dan kamupun akan berbahagia di dunia dengan berbagai kenikmatan yang Dia anugerahkan, dan kamu akan mirip dengan makhluk yang paling sempurna akalnya dan paling suci jiwanya, mereka adalah para Nabi, Rasul, orang-orang shaleh serta para malaikat.
          Sedangkan jika anda kufur dan bermaksiat terhadap Rabb-mu, maka akan merugi dunia dan akheratmu, dan kamu akan mendapat murka serta azab-Nya di dunia dan akherat, anda akan mirip dengan makhluk terburuk, paling rendah akalnya dan paling kotor jiwanya yaitu para setan, orang-orang yang berbuat kedzoliman, para perusak dan para pembangkang. Inilah penjelasan ringkas.

Saya akan menjelaskan sedikit dari akibat kekafiran dengan gamblang, diantaranya:

1        Ketakutan dan tidak merasa aman:

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya akan medapatkan keamanan yang sempurna dalam kehidupan dunia dan akheratnya, sebagaimana firman-Nya:
        " الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون "
          "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk", Allah adalah Dia yang memberikan keamanan dan anugerah, Dia adalah pemilik seluruh apa yang ada di alam semesta, sehingga apabila Dia mencintai seorang hamba karena keimanannya, maka Dia akan memberikan kepadanya keamanan, ketenangan serta tuma'ninah, dan apabila seseorang mengkufuri-Nya, maka akan diangkat darinya ketenangan dan rasa aman, sehingga anda tidak melihatnya kecuali dalam keadaan takut akan tempat kembalinya di akherat, dan selalu khawatir terhadap dirinya dari tertimpa kerugian dan penyakit, juga merasa takut akan masa depannya di dunia, oleh karena itu didirikanlah asuransi jiwa dan harta benda, karena tidak adaannya keamanan dan tidak adaannya tawakkal kepada Allah.

2        Penghidupan yang sempit:

Allah telah menciptakan manusia, menundukkan untuknya apa yang ada di alam semesta, serta membagi jatah  rizki dan umur bagi setiap makhluq hidup, sehingga anda melihat burung akan pergi dari sarangnya untuk mendapatkan rizki dan mengambilnya, ia berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain dan bersenandung dengan suara yang sangat indah. Dan manusia adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhluk yang telah dibagikan untuknya rizki serta ajalnya, maka apabila dia beriman kepada Allah dan beristiqomah terhadap syari'at-Nya niscaya Dia akan menganugerahinya kebahagiaan serta ketetapan, dan dimudahkan baginya segala urusannya, walaupun dalam hidupnya ia hanya memiliki mata pencaharian yang rendah.
Sedangkan jika dia kufur terhadap Rabb-nya dan berlaku sombong dengan enggan untuk beribadah kepada-Nya, maka Dia akan menjadikan hidupnya  sempit, dikumpulkan padanya ketakutan dan kegundahan, walaupun dia memiliki seluruh fasilitas ketenangan dan berbagai macam sarananya.
Bukankah anda telah menyaksikan banyaknya orang yang melakukan bunuh diri di Negara-negara yang telah disediakan bagi warganya seluruh sarana kesenangan? Bukankah anda telah menyaksikan adanya keberlebih-lebihan dalam  perabotan rumah dan berbagai macam perjalanan demi untuk menyenangkan kehidupannya? Sesungguhnya yang mendorong untuk melakukan suatu yang terlalu berlebih-lebihan dalam hal tersebut adalah kosongnya hati dari keimanan dan perasaan sempit lagi sesak, serta usaha untuk menghilangkan kesesakan ini dengan berbagai sarana yang selalu dirubah dan diperbaharui, Maha Benar Allah dengan firman-Nya:
" ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكًا ونحشره يوم القيامة أعمى "
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

3        Ia akan hidup dalam keadaan dipenuhi oleh pertentangan antara dirinya dengan jiwanya serta dengan alam sekitarnya:

Karena dirinya memiliki fitrah kepada tauhid, Allah berfirman:
" فطرت الله التي فطر الناس عليها "
"(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu", tubuhnya berserah diri terhadap penciptanya, berjalan menurut peraturan-Nya, namun orang kafir akan menolak kecuali dengan cara menentang fitrahnya, dan hidup dalam perkara-perkara yang dapat dipilihnya dengan cara melakukan penentangan terhadap Rabb-nya, walaupun tubuhnya berserah diri, namun pilihannya melakukan apa yang bertentangan.
Dia berada dalam pertentangan dengan alam yang ada disekitarnya, karena seluruh alam mulai dari orbit terbesarnya sampai dengan yang terkecil dari serangganya berjalan sesuai dengan takdir yang telah disyari'atkan oleh Rabb-nya, Allah berfirman:
" ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال له وللأرض ائتيا طوعًا أو كرهًا قالتا أتينا طائعين "
"Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati", bahkan alam ini menyukai manusia yang sejalan dengannya dalam berserah diri kepada Allah dan membenci manusia yang menyelisihi-Nya. Adapun orang kafir maka ia adalah manusia durhaka di alam, karena telah menempatkan dirinya sebagai dia penentang terhadap Rabb-nya dan melawan-Nya, oleh karena itu berhak bagi langit, bumi dan seluruh makhluk untuk membencinya dan membenci kekufurannya serta pembangkangannya, Allah berfirman:
" وقالوا اتخذ الرحمن ولدًا  . لقد جئتم شيئًا إدّا  . تكاد السموات يتفطرن منه وتنشق الأرض وتخر الجبال هدًّا .أن دعوا للرحمن ولدًا .وما ينبغي للرحمن أن يتخذ ولدًا  .إن كل من في السموات والأرض إلاّ آتي الرحمن عبدًا "
"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba", dan firman Allah tentang Fir'aun beserta tentaranya:
" فما بكت عليهم السماء والأرض وما كانوا منظرين "
"Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh".

4        Ia akan hidup dengan dipenuhi kebodohan:

Karena kekufuran adalah kebodohan, bahkan lebih besar dari kebodohan, karena orang kafir adalah orang yang bodoh (tidak tahu) akan Rabb-nya, dia menyaksikan alam yang telah diciptakan dan diperindah oleh Rabb-nya, dan melihat pada dirinya keagungan citaan-Nya, kemudian melupakan siapa yang telah menciptakan alam ini, dan siapa yang telah menyusun/membentuk dirinya, bukankah ini kebodohan yang terbesar?.



5        ia akan hidup dengan mendzolimi dirinya sendiri, juga mendzolimi makhluk sekitarnya:

Karena dia telah menjadikan dirinya tunduk kepada sesuatu yang ia diciptakan bukan untuk tunduk kepadanya, tidak menyembah Rabb-nya, bahkan menyembah kepada selain-Nya. Arti dzolim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, kedzoliman apakah yang lebih besar dari pemalingan ibadah kepada yang tidak berhak diibadahi, dan telah berkata Luqman Al-Hakim ketika menjelaskan tentang buruknya kesyirikan:
" يا بنيّ لا تشرك بالله إن الشرك لظلم "
"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman".
Dan dia telah berbuat dzalim terhadap  manusia serta makhluk sekitarnya, karena dia tidak mengetahui hak atas segala sesuatu, sehingga pada hari kiamat dia akan dihadapkan kepada setiap yang dizoliminya baik manusia ataupun hewan yang meminta kepada Rabb-nya untuk dibalaskan atas kedzoliman yang diterima.

6        Ia menempatkan dirinya untuk mendapat murka dan kemarahan Allah di dunia:

Dia menjadikan dirinya sebagai penyebab diturunkannya malapetaka, dan  bencana, sebagai hukuman yang disegerakan, Allah berfirman:
" َأَفَأَمنَ الذين مكروا السيئات أن يخسف الله بهم الأرض أو يأتيهم العذاب من حيث لا يشعرون  .أو يأخذهم في تقلّبهم فما هم بمعجزين .أو يأخذهم على تخوف فإن ربكم لرءوف رحيم "
"Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu) (46) atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan-mu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
" ولا يزال الذين كفروا تصيبهم بما صنعوا قارعة أو تحلّ قريبًا من دارهم حتى يأتي وعد الله إن الله لا يخلف الميعاد "
"dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji"
" أوَ أمنَ أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحًى وهم يلعبون "
"atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?", inilah perkara setiap orang yang berpaling dari dzikir kepada Allah, Allah berfirman ketika menghabarkan tentang umat-umat terdahulu yang kafir:
" فكلاّ أخذنا بذنبه فمنهم من أرسلنا عليه حاصبًا ومنهم من أخذته الصيحة ومنهم من خسفنا به الأرض ومنهم من أغرقنا وما كان الله ليظلمهم ولكن كانوا أنفسهم يظلمون "
"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang di timpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri", juga sebagaimana yang anda saksikan sendiri di sekitar anda terkait orang-orang yang mendapat siksa dan azab Allah.

7        Ditakdirkan baginya kerugian dan kegagalan.
Disebabkan oleh kezolimannya, ia akan kehilangan kenikmatan terbesar bagi hati dan jiwa, kenikmatan itu adalah ma’rifatullah(mengenal Allah) dan kedekatan dalam bermunajat kepada-Nya, serta ketenangan. dan diapun akan merugi didunianya karena ia hidup dalam kondisi sengsara dan kebingungan. Ia juga kehilangan dirinya sendiri disebabkan ia tidak memberikan ketundukan dirinya kepada Allah, ia tidak dapat menikmati  kebahagiaan dengan dirinya, karena dirinya hidup sengsara dan mati sengsara dan akan dibangkitkan bersama orang-orang sengsara., Allah berfirman:
" ومن خفت موازينه فأولئك الذين خسروا أنفسهم "
"dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri", keluarganya juga merugi, karena dia hidup bersama mereka diatas kekufuran kepada Allah, sehingga merekapun menjadi sepertinya dalam kerugian dan kesempitan, serta perjalanan merekapun sama menuju neraka, firman Allah:
" إن الخاسرين الذين خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة "
"Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat", lalu pada hari kiamat mereka akan dikumpulkan ke neraka jahanam, seburuk-buruknya tempat, Allah berfirman:

"(kepada malaikat diperintahkan): "kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah (22) selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka"

8        Bahwasanya ia akan hidup dalam keadaan kafir kepada Allah dengan mengingkari segala nikmat-Nya:

Karena sesungguhnya Allah-lah yang menciptakannya dari ketidak adaan, menganugerahkan kepadanya seluruh kenikmatan, maka bagaimana bisa baginya untuk menyembah selain Dia, berwali kepada selain-Nya dan bersyukur terhadap yang lain-Nya… pengingkaran apakah yang lebih besar dari ini? Dan penentangan apakah yang lebih jelek dari ini?

9        Bahwa ia akan dihindarkan dari kehidupan yang sesungguhnya:

Ini karena seorang manusia yang sesungguhnya hidup adalah dia yang beriman kepada Rabb-nya, memahami tujuannya, jelas masa depannya dan merasa yakin akan hari kebangkitannya, sehingga setiap yang memiliki hak mengetahui haknya, sehingga dia tidak merendahkan suatu hak apapun, dan tidak mengganggu suatu makhlukpun, yang mana semua itu akan menjadikan kehidupannya menjadi berbahagia, dan mendapatkan penghidupan yang baik di dunia dan akherat, Allah berfirman:
" من عمل صالحًا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينّه حياة طيبة "
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik", sedangkan di akherat
" ومساكن طيبة في جنات عدن ذلك الفوز العظيم "
"dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'adn. Itulah keberuntungan yang besar".
binatang, yang mana dia tidak mengenal Rabb-nya, tidak mengetahui apa yang menjadi tujuannya, dan tidak mengetahui pula kemana arah perjalanannya? Bahkan Adapun orang yang hidup di dunia ini dengan penghidupan yang mirip dengan yang menjadi tujuannya hanyalah makan, minum dan tidur.. lalu apakah perbedaan antara dirinya dengan seluruh binatang, bahkan dia lebih sesat darinya, Allah berfirman:
" ولقد ذرأنا لجهنم كثيرًا من الجن والإنس لهم قلوب لاّ يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لاّ يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضلّ أولئك هم الغافلون "
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai", serta firman-Nya:
" أم تحسب أن أكثرهم يسمعون أو يعقلون إن هم إلاّ كالأنعام بل هم أضلّ سبيلاً "
"atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)".

10     Bahwa ia akan kekal dalam siksaan:

Karena orang kafir akan berpindah dari satu siksaan kepada siksaan yang lain, dia akan keluar dari dunia –dalam keadaan telah merasakan keletihan serta musibahnya- menuju akherat, pada fase pertama darinya akan turun kepada dia malaikat maut yang didahului oleh malaikat azab, agar dia dapat merasakan azab yang sesuai untuknya, Allah berfirman:
      " ولو ترى إذ يتوفى الذين كفروا الملائكة يضربون وجوههم وأدبارهم "
          "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka", kemudian apabila ruhnya telah keluar dan diturunkan ke kuburnya, dia akan mendapatkan siksa yang paling dahsyat, Allah berfirman ketika menghabarkan tentang keluarga Fir'aun:
" النار يعرضون عليها غدوًا وعشيّاً ويوم تقوم الساعة أدخلوا آل فرعون أشدّ العذاب "
"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras", kemudian pada hari kiamat, tatkala seluruh makhluk dibangkitkan dan diperlihatkannya amal perbuatan, orang-orang kafir akan melihat bahwa Allah telah menghitung untuknya seluruh apa yang dia amalkan, yaitu dalam sebuah kitab yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:
" ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين ممّا فيه ويقولون يا ويلتنا ما لهذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلاّ أحصاها "
"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya", pada saat itu orang-orang kafir akan berharap kalau mereka itu sebagai tanah:
" يوم ينظر المرء ما قدّمت يداه ويقول الكافر يا ليتني كنت ترابًا "
"pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:"Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah".
          Karena begitu mengerikannya keadaan pada saat itu, sampai manusia berangan-angan kalau seandainya dia memiliki seluruh apa yang ada di bumi, niscaya akan dia pergunakan untuk menebus hari tersebut, firman Allah:
" ولو أن للذين ظلموا ما في الأرض جميعًا ومثله معه لافتدوا به "
"Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu", serta firman-Nya:

"Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11) dan isterinya dan saudaranya (12) dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia) (13) Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya".
          Dikarenakan tempat tersebut adalah tempat pembalasan dan bukan tempat untuk berangan-angan, sehingga setiap manusia pasti akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan amalannya, apabila baik maka akan medapatkan kebaikan, dan jika buruk akan mendapatkan keburukan. Kejelekan yang akan di dapat oleh orang kafir di akherat adalah azab neraka, Allah telah menyiapkan berbagai macam jenis siksaan bagi penghuninya agar mereka dapat merasakan akibat dari pembangkangannya, sebagaimana firman-Nya:

"Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa (43) Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya", serta firman-Nya ketika mensifati akan minuman dan pakaian mereka:

"Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka (19) Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka) (20) Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi".


* * * * * *

Penutup

Wahai sekalian manusia:

          Dahulunya kalian adalah tidak ada sama sekali, Allah berfirman:
" أولا يذكر الإنسان أنا خلقناه من قبل ولم يك شيئا "
"Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?", kemudian Allah ciptakan kalian dari air mani, lalu menjadikan kalian dapat mendengar dan melihat, firman-Nya:

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat", kemudian setelah itu kondisi kalian meningkat secara berangsur-angsur dari lemah menjadi kuat, dan kembalinya kepada kelemahan, sebagaimana firman-Nya:
" الله الذي خلقكم من ضعف ثمّ جعل من بعد ضعف قوّة ثمّ جعل من بعد قوّة ضعفًا وشيبة يخلق ما يشاء وهو العليم القدير "
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa", kemudian akhir yang tidak diragukan lagi adalah kematian.
Kalian pada fase-fase tersebut berpindah dari kelemahan menuju kelemahan, tidak dapat menolak bala pada diri sendiri, dan tidak pula mendatangkan manfaat untuk diri sendiri kecuali dengan pertolongan Allah melalui nikmat-nikmat-Nya yang dianugerahkan kepada anda berupa daya, kekuatan dan bahan makanan, anda secara fitrah adalah seorang fakir yang membutuhkan, berapa banyak kebutuhan hidup yang kamu perlukan sedang kamu tidak memilikinya, terkadang kamu bisa mendapatkanya dan terkadang tidak, Banyak hal yang bermanfaat bagi anda dan andapun menginginkannya, namun terkadang anda mendapatkannya dan terkadang pula tidak. Berapa banyak pula perkara yang dapat merugikan anda dan menggagalkan angan-angan anda, bahkan terkadang membuat sia-sia perjuangan anda dan malah justru mendatangkan cobaan serta kerugian,  anda berusaha untuk menolaknya, namun terkadang berhasil untuk menolaknya dan terkadang tidak sanggup.. tidakkah anda merasakan akan kebutuhan dan keperluan terhadap Allah, dan Dia telah berfirman:
" يا أيها الناس أنتم الفقراء إلى الله والله هو الغنيّ الحميد "
"Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji".
          Anda terkadang terinfeksi virus lemah yang tidak terlihat oleh mata telanjang, menyebabkan anda tertimpa penyakit, sedangkan andapun tidak dapat menolaknya, lalu pergi juga kepada manusia lemah seperti anda untuk berobat, terkadang obat yang diberikannya tepat dan terkadang dokterpun tidak mampu mengobati, sehingga pasien bingung begitu juga dokternya.
          Ketahuilah, untuk memperlihatkan kelemahan anda wahai cucu Adam, kalau seandainya seekor lalat merampas sesuatu dari anda, maka andapun tidak dapat mengambil kembali darinya, Maha Benar Allah dengan firman-Nya:
" يا أيها الناس ضرب مثل فاستمعوا له إن الذين تدعون من دون الله لن يخلقوا ذبابًا ولو اجتمعوا له وإن يسلبهم الذباب شيئا لا يستنقذوه منه ضعف الطالب والمطلوب "
"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah", jika  anda tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan sesuatu yang telah dirampas oleh lalat, maka sesungguhnya apa lagi yang anda miliki?: "Kehidupanmu berada di tangan Allah, dirimu berada di tangan-Nya, hatimu berada diantara dua jari dari jari-jarinya Allah, Dia akan mebolak balikannya sesuai dengan kehendak-Nya, hidup dan mati anda berada di tangan-Nya, kebahagiaan dan kesengsaraan anda berada di tangan-Nya, gerakan, ketenangan dan seluruh perkataan anda berada di bawah izin dan kehendak-Nya, sehingga anda tidak dapat bergerak kecuali dengan izin-Nya dan tidak dapat berbuat kecuali atas kehendak-Nya, jika anda serahkan kepada diri sendiri maka sesungguhnya telah diserahkan kepada yang lemah, boros, dosa dan penuh kesalahan, dan jika anda wakilkan kepada selain anda, maka anda telah menyerahkannya kepada dia yang tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan kerugian, manfaat, kematian, kehidupan dan tidak pula membangkitkan, sehingga dia tidak dapat mencukupi anda sedikitpun, bahkan anda sangat butuh sekali kepada-Nya seumur hidup, baik secara zohir maupun batin, Dia akan mengucurkan kenikmatan kepada anda, sedangkan anda sendiri mencari murkanya dengan berbuat maksiat dan kekufuran terhadapnya, padahal anda sangat membutuhkan-Nya dalam setiap keadaan, anda telah melupakan-Nya, padahal tempat kembali adalah kepada-Nya, anda akan kembali dan dihadapkan kepada-Nya".
          Wahai sekalian manusia: berangkat dari kelesuan dan kelemahan anda untuk menanggung akibat dari dosa-dosamu
" يريد الله أن يخفف عنكم وخلق الإنسان ضعيفًا "
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah", Allah mengutus para Rasul, menurunkan beberapa buah kitab, meletakkan syari'at, membentangkan dihadapan anda jalan yang lurus dan menyampaikan keterangan-keterangan, hujah, bukti serta penerang, bahkan sampai menjadikan pada segala sesuatu tanda yang menunjukkan akan ke-esaan, rububiyyah dan uluhiyyah-Nya, namun anda menolak kebenaran dengan kebatilan, menjadikan setan sebagai wali pelindung selain Allah, dan berdebat dengan cara batil:
" وكان الإنسا أكثر شيء جدلاً "
"Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah", apakah anda melupakan nikmat-nikmat Allah yang anda bergelimang didalamnya mulai dari permulaan sampai dengan  berakhirnya anda! Apakah anda tidak ingat kalau anda diciptakan dari setetes air mani! Lalu tempat kembali anda adalah sebuah lubang, dan akan dibangkitkan menuju surga ataupun neraka, Allah berfirman:

"Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (77) Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" (78) Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk", serta firman-Nya

"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6) Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7) dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu".
          Wahai sekalian manusia! Kenapa anda mengharamkan diri sendiri dari kenikmatan ketika berada di hadapan Allah, yaitu pada saat bermunajat kepadanya, agar Dia bisa mencukupkan anda dari kefakiran, menyembuhkan dari penyakit, melapangkan kesulitan, mengampuni dosa, menyingkap mudharat, menolong ketika anda dizolimi, menunjuki tatkala sedang bingung dan tersesat, mengajarkan apa yang tidak diketahui, memberi keamanan ketika takut, merahmati keadaan lemah, menjauhkan musuh serta mendatangkan untuk anda rizki.
          Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kenikmatan terbesar yang Allah anugerahkan terhadap manusia –setelah kenikmatan agama- adalah nikmat akal, agar dengannya dapat membedakan antara yang bermanfaat dan yang mendatangkan mudharat, agar dapat memahami perintah dan larangan yang datang dari Allah, dan juga agar dapat mengetahui tujuan terbesar, yaitu beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya, Allah berfirman:
" وما بكم من نعمة فمن الله ثمّ إذا مسّكم الضرّ فإليه تجأرون  .ثمّ إذا كشف الضرّ عنكم إذا فريق منكم بربّهم يشركون "
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan (53) Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain)".
          Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya orang yang berakal akan menyukai perkara-perkara yang tinggi dan membenci yang rendahan darinya, dia berangan-angan untuk mengikuti setiap orang yang baik dan dermawan dari para Nabi dan orang-orang saleh, dia tampakkan dirinya untuk bisa menyamai mereka, walaupun hal tersebut tidak mungkin dapat diraih. Jalan untuk menuju kearahnya adalah firman Allah:
" إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله "
"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu", apabila seseorang telah melaksanakan yang demikian itu, maka Allah akan mensejajarkannya dengan para Nabi, Rasul, orang yang mati syahid dan orang-orang saleh, sebagaimana firman-Nya:
" ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيّين والصدّيقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا "
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya".
          Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya saya memberi peringatan agar anda menyendiri dengan diri sendiri kemudian memperhatikan kebenaran yang datang kepada anda, kemudian melihat kepada dalil-dalilnya dan merenungkan bukti-buktinya, apabila anda telah melihat dengan sebenar-benarnya, marilah untuk mengikutinya, dan janganlah anda menjadi tawanan kelembutan dan adat istiadat, dan saya yakin jika diri anda lebihberharga bagi diri sendiri daripada orang terdekatmu atau teman sejawatmu, warisan serta nenek moyang anda, Allah telah memberi peringatan terhadap orang-orang kafir dengan ini dan ditujukan untuknya, firman-Nya:
" إنما أعظكم بواحدة أن تقوموا لله مثنى وفرادى ثمّ تتفكّروا ما بصاحبكم من جنة إن هو إلاّ نذير لكم بين يدي عذاب شديد "
"Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras".
          Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya ketika anda memeluk Islam tidak akan merugi sedikitpun, Allah berfirman:
" وماذا عليهم لو آمنوا بالله واليوم اآخر وأنفقوا ممّا رزقهم الله وكان الله بهم عليمًا "
"Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka ? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka", berkata Ibnu Katsir rahimahullah: "Apa yang akan merugikan mereka kalau mereka beriman kepada Allah dan menempuh jalan terpuji, beriman kepada Allah dengan mengharap apa yang Dia janjikan di akherat bagi orsang yang baik amalannya, dan berinfak dari sebagian rizki yang diberikan kepadanya pada jalan-jalan yang dicintai dan diridhoi Allah, Dia Maha Mengetahui akan niat-niat mereka yang baik dan rusak, Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk mendapat petunjuk, sehingga menunjukinya dan menganugerahi karunia-Nya, dan membimbingnya kepada amal saleh yang diridhoi-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk mendapatkan kehinaan dan dijauhkan dari sisi-Nya yang agung, yaitu siapa yang terusir dari pintu-Nya, maka dia telah sesat dan merugi di dunia dan akherat", sesungguhnya keislaman anda tidak akan menghalangi antara dirimu dengan apa saja yang ingin anda lakukan atau ingin anda raih dari apa-apa yang dihalalkan oleh Allah, bahkan sesungguhnya Allah akan memberimu ganjaran atas setiap amalan yang anda amalkan karena-Nya, walaupun itu berhubungan dengan maslahat dunia anda dan dalam menambah kepemilikan, kedudukan ataupun kemuliaan, bahkan perkara-perkara yang mubah pun apabila anda melakukanya untuk menghindari yang haram, maka andapun akan mendapat ganjaran darinya, telah bersabda Rasul SAW:
" وفي بضع أحدكم صدقة " قالوا: يا رسول الله! أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر؟ قال: " أرأيتم لو وضعها في حرام أكان عليه وزر؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر "
"Pada air mani kalian terdapat sedekah" para sahabat bertanya: ya Rasulullah! Apakah ketika salah seorang dari kita menyalurkan syahwatnya akan mendapatkan ganjaran? Beliau menjawab: "Bagaimana pendapat kalian apabila diletakkan pada yang haram, bukankah ia akan mendapat dosa? Maka begitu pula tatkala disalurkan pada yang halal dia akan mendapatkan ganjaran".
          Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya para Rasul telah datang dengan membawa kebenaran dan menyampaikan apa yang Allah inginkan, manusia butuh agar dapat mengetahui syari'at Allah, agar dapat berjalan dalam kehidupan ini diatas petunjuk dan agar menjadi orang-orang yang beruntung di akherat, Allah berfirman:
" يا أيها الناس قد جاءكم الرسول بالحق من ربكم فآمنوا خيرًا لكم وإن تكفروا فإن لله ما في السموات والأرض وكان الله عليمًا حكيمًا "
"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana", dan firman-Nya:
" قل يا أيها الناس قد جاءكم الحق من رّبكم فمن اهتدى فإنما يهتدي لنفسه ومن ضلّ فإنما يضلّ عليها وما أنا عليكم بوكيل "
"Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
          Wahai sekalian manusia! Apabila anda memeluk Islam sesungguhnya ia tidaklah bermanfaat kecuali untuk dirimu sendiri, dan juga kekafiranpun tidak akan berdampak melainkan terhadap dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas hamba-hamba-Nya, sehingga tidak akan merugikan-Nya maksiat orang-orang yang berbuat maksiat, dan tidak berguna pula bagi-Nya keta'atan orang-orang yang melaksanakan keta'atan, Dia tidak akan dimaksiati kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak dita'ati kecuali dengan izin-Nya, telah berfirman Allah sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabinya:
" يا عبادي! إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرّمًا فلا تظالموا, يا عبادي كلكم ضالّ إلاّ من هديته فاستهدوني أهدكم, يا عبادي كلّكم جائع إلاّ من أطعمته فاستطعموني أطعمكم, يا عبادي كلكم عار إلاّ من كسوته فاستكسوني أكسكم, يا عبادي إنكم تخطئون بالليل والنهار, وأنا أغفر الذنوب جميعًا فاستغفروني أغفر لكم, يا عبادي إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني, يا عبادي لو أنّ أولكم وآخركم وإنسكم وجنّكم كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئًا, يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أفجر قلب رجل واحد ما نقص ذلك من ملكي شيئا, يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم قاموا في صعيد واحد فسألوني فأعطيت كلّ إنسان مسألته ما نقص ذلك مما عندي إلاّ كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر, يا عبادي إنما هي أعمالكم أحصيها لكم ثمّ أوفيكم إياها؛ فمن وجد خيرًا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومنّ إلاّ نفسه "
"Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezoliman terhadap diri-Ku dan menjadikannya haram diantara kalian, maka janganlah kalian saling menzolimi, wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berada dalam kesesatan kecuali dia yang mendapat petunjuk-Ku, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian dalam keadaan lapar kecuali dia yang telah Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya kalian akan Aku beri makan, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian dalam keadaan telanjang kecuali dia yang Aku pakaikan pakaian, maka mintalah pakaian terhadap-Ku niscaya Aku akan memberimu pakaian, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dan siang hari, dan Aku menghapuskan seluruh dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan sampai kepada mudharat-Ku sehingga kalian dapat memberikan mudharat terhadap-Ku dan tidak akan pula sampai kepada manfaat-Ku sehingga kalian mendatangkan manfaat untuk-Ku, wahai hamba-hamba-Ku kalau seandainya orang pertama dan terakhir dari kalian, golongan manusia dan jin dari kalian, mereka dalam keadaan memiliki hati yang sama dengan orang yang paling bertakwa diantara kalian, sesungguhnya itu tidak akan menambahkan sesuatupun kedalam kerajaan-Ku, wahai hamba-hamba-Ku kalau seandainya orang pertama dan terakhir dari kalian, golongan manusia dan jin dari kalian, mereka seluruhnya berada diatas hati orang yang paling fajir diantara kalian, yang demikian itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun, wahai hamba-hamba-Ku kalau seandainya orang pertama dan terakhir dari kalian, golongan manusia dan jin dari kalian seluruhnya berkumpul pada suatu tempat, lalu mereka meminta kepada-Ku dan Aku berikan setiap orang sesuai dengan permintaannya, maka itu tidak akan mengurangi apa yang Aku miliki kecuali seperti berkurangnya jarum ketika dimasukkan kedalam lautan, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya itu adalah amalan kalian, Aku akan menghitungnya untuk kalian kemudian menunaikannya; maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah dia bertahmid kepada Allah, dan barang siapa yang mendapatkan selainnya, maka hendaklah dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri".

          Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb Penguasa alam, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya. Amiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kitab Kiamat

Kitab Kiamat PENDAHULUAN  Hari Akhir mungkin bukanlah istilah yang akrab bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, pertamatama penulis ...