Arti dari
Kalimat Islam
Apabila anda merujuk kepada
kamus-kamus bahasa, akan anda ketahui bahwa arti kalimat Islam adalah:
"Tunduk, merendah, patuh, berserah diri dan mematuhi perintah dia yang
memerintah dan melarang dengan tidak menentang". Allah telah memberi nama
agama yang hak ini dengan Islam, karena ia merupakan keta'atan kepada Allah,
tunduk terhadap perintah-Nya tanpa menentang, ikhlas dalam beribadah
kepada-Nya, mempercayai kabar-Nya dan beriman kepada-Nya, sehingga nama Islam
telah menjadi ciri bagi agama yang datang dengannya Muhammad
Mengenal
Islam* :
Kenapa agama ini dinamakan Islam?
Sesungguhnya apa yang ada di bumi berupa agama yang berbeda-beda telah diberi
nama dengan nama-namanya, baik itu disandarkan kepada nama seseorang yang
khusus, atau kepada umat tertentu, kalimat Nasrani diambil namanya dari
"Nashara". Budha dinamakan menurut nama pendirinya "Budha".
Dan Zaradisytiyyah dikenal dengan nama
ini karena pendiri dan pembawa benderanya adalah orang "Zaradisyti",
begitu pula Yahudi muncul diantara sebuah kabilah yang dikenal dengan nama
"Yahuza" sehingga ia dinamakan Yahudi, dan begitulah seterusnya.
Kecuali Islam, karena sesungguhnya ia tidak dinisbatkan kepada orang tertentu
dan tidak pula kepada umat tertentu, akan tetapi namanya menunjukkan kepada
suatu sifat khusus yang mengandung arti kalimat Islam, nampak dari nama ini
bahwa ia tidak mengandung keberadaan agama ini dan pendirinya adalah seorang
manusia, dan tidak pula khusus untuk umat tertentu tanpa selainnya, akan tetapi
tujuannya adalah agar seluruh penduduk bumi menghiasi dirinya dengan sifat
Islam, sehingga siapapun yang bersifat dengan sifat ini, baik orang terdahulu
atau yang hidup sekarang maka dia dikatakan seorang muslim, dan akan dikatakan
muslim pula barang siapa yang bersifat dengannya pada masa yang akan datang.
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa
segala sesuatu yang ada di alam ini, tunduk terhadap suatu kaidah tertentu dan
sunnah yang tetap, sehingga matahari, bulan, bintang-bintang dan bumi
seluruhnya berjalan dibawah suatu kaidah yang tetap, ia tidak akan menyimpang darinya atau membangkang terhadapnya,
walau hanya sebatas satu helai rambut. Bahkan sampai manusia sendiripun kalau
mau memperhatikan keadaannya niscaya akan jelas baginya kalau dia tunduk
terhadap sunnah-sunnah Allah sepenuhnya, sehingga dia tidak bernafas serta
tidak merasakan akan kebutuhannya terhadap air, gizi, cahaya dan panas kecuali
sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah yang mengatur kehidupannya,
begitu pula seluruh anggota tubuhnya tunduk kepada ketentuan ini, pekerjaan
apapun yang dilakukan oleh anggota tubuh, sesungguhnya ia tidak bergerak
kecuali sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah atasnya.
Ketetapan ini, yang padanya berserah
diri serta tidak akan terlepas dari keta'atan terhadapnya sesuatupun di alam
ini, mulai dari bintang terbesar yang ada di langit, sampai yang lebih kecil
dari butiran pasir di bumi, adalah bagian dari pengaturan Allah SWT Raja Yang
Maha Mulia lagi Maha Pengatur. Apabila segala sesuatu apa yang ada di langit
dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya tunduk terhadap ketentuan ini,
maka sesungguhnya seluruh alam ini telah patuh terhadap Raja Maha Pengatur yang
meletakannya dan mengikuti perintah-Nya. Maka jelaslah dari sudut pandang ini
bahwa Islam adalah agama bagi alam seluruhnya, karena Islam memiliki makna:
tunduk dan menjalankan perintah Sang Yang Memerintah dan menjauhi larangannya
dengan tanpa reserve, sebagaimana yang telah anda ketahui sebelumnya. Matahari,
bulan dan bumi berserah diri, udara, air, cahaya, kegelapan dan panas berserah
diri, pohon, batu dan binatang seluruhnya berserah diri, bahkan sampai manusia
yang tidak mengenal Penciptanya, menentang keberadaan-Nya dan mengingkari
ayat-ayat-Nya, atau yang menyembah selain-Nya dan menyekutukan Dia dengan
selain-Nya, diapun tetap berserah diri sesuai fitrahnya.
Apabila anda telah memahami ini,
maka marilah kita melihat kepada urusan umat manusia, niscaya anda akan
mendapati bahwa manusia dipertentangkan oleh dua perkara:
Pertama: Fitrah yang telah Allah SWT
anugrahkan kepadanya berupa berserah diri kepada Allah, mencintai-Nya,
beribadah kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, mencintai apa yang Allah
cintai berupa kebenaran, kebaikan dan kejujuran, membenci apa yang Allah benci
berupa kebatilan, kejelekan, amal buruk dan kezoliman, serta dorongan-dorongan
fitrah yang mengikutinya yang berupa kecintaan terhadap harta, keluarga dan
anak, keinginan untuk makan, minum dan nikah, begitu pula apa yang dituntut
darinya yang berupa bekerjanya anggota tubuh sesuai dengan tugas-tugas yang
semestimya.
Kedua: Kehendak manusia serta pilihannya.
Allah SWT telah mengutus kepadanya para rasul dan menurunkan kitab-kitab agar
dia dapat membedakan antara yang hak dan batil, petunjuk dan kesesatan, serta
kebaikan dan kejelekan, juga menganugrahkan kepadanya akal dan pemahaman agar
dia berada dalam kejelasan tatkala memilih, jika menghendaki dia akan menempuh
jalan kebaikan sehingga menggiringnya kepada kebenaran dan petunjuk, dan jika
menghendaki dia akan menempuh jalan kejelekan sehingga menggiringnya kepada
keburukan dan kerusakan.
Apabila anda memperhatikan keadaan
manusia menurut bagian pertama, maka anda akan mendapatinya bahwa dia
diciptakan untuk berserah diri, memiliki fitrah untuk berpegang dengannya
dengan tanpa berpaling darinya, permasalahannya adalah seperti permasalahan lainnya
dari para makhluk.
Dan apabila Anda memperhatikannya
menurut bagian kedua, niscya akan didapati bahwa ia memiliki hak untuk memilih,
ia akan memilih sesuai dengan kehendaknya, baik itu untuk menjadi seorang
muslim ataupun seorang kafir:
" إما شاكرًا وإمّا كفورًا "
"Ada yang
bersyukur dan ada pula yang kafir".
Oleh karena
itu anda akan mendapati manusia terbagi menjadi dua:
Manusia yang mengenal penciptanya,
beriman kepada-Nya sebagai Rabb, Raja, Tuhan yang hanya dia sembah, dan
mengikuti syari'at-Nya dalam kehidupan yang didalamnya dia memiliki pilihan
(antara taat atau membangkang). Sebagaimana juga dia memiliki fitrah untuk
berserah diri terhadap Rabb-nya dengan tanpa menentang, dan menurut terhadap
ketentuan-Nya, maka inilah dia muslim sempurna yang telah lengkap keislamannya,
dan ilmunyapun telah menjadi benar, karena dia telah mengenal Allah sebagai
pencipta dan pengaturnya yang telah
mengutus para rasul kepadanya dan memberinya kekuatan ilmu dan kekuatan belajar,
akalnya telah menjadi benar dan pendapatnya menjadi tepat, karena dia telah
mempergunakan akalnya, kemudian memutuskan untuk tidak menyembah kecuali Allah
yang telah memuliakannya dengan karunia memahami dan berpendapat dalam berbagai
urusan, lisannya telah menjadi benar dan berbicara dengan hak, karena sekarang
dia tidak berikrar kecuali ikrar pengakuan akan Rabb yang satu, Dia-lah Allah
Ta'ala yang telah memberinya nikmat kekuatan dalam berbicara.. seolah-olah
tidak ada yang tersisa dari kehidupannya sekarang kecuali kejujuran, karena dia
tunduk terhadap syari'at Allah dalam
urusan-urusan yang dia memiliki pilihan (untuk tidak tunduk), dan ikatan
ta’aruf serta keakraban antara dia dengan makhluk-makhluk selainya semakin
bertambah luas, karena dia tidaklah menyembah kecuali kepada Allah yang Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui, sebagaimana makhluk-makhluk yang lain juga
tunduk kepada ketetapanya. Dan mereka sesungguhnya Allah tundukan semata-mata
untuk kamu wahai manusia.
Hakekat
Kafir
Disamping itu ada manusia lain, lahir
dalam keadaan berserah diri dan hidup selamanya dalam keadaan berserah diri,
tanpa merasakan keberserahdirinya tersebut atau tidak memahaminya, tidak
mengenal Rabb-nya, tidak beriman terhadap syari'at-Nya, tidak mengikuti
rasul-Nya, dan tidak pula mempergunakan ilmu dan akal yang telah Allah berikan
kepadanya untuk mengenal Dzat yang menciptakanya, dan menerawangkan pendengaran
serta penglihatannya, sehingga dia mengingkari keberadaan-Nya, menyombongkan
diri untuk beribadah kepada-Nya, menolak untuk tunduk kepada syari'at Allah
dalam urusan-urusan kehidupan yang ia diberi kemampuan untuk bertindak dan
memilih, atau bahkan menyekutukan-Nya dengan yang lain, diapun menolak untuk
beriman dengan ayat-ayat-Nya yang menunjukkan kepada ke-esaan-Nya, dan inilah
dia yang dikatakan orang kafir. Karena arti dari kalimat kafir adalah
menghalangi, menutupi dan membelakangi, dikatakan: dia telah mengkufuri baju
besi dengan bajunya ketika dia menutupi dengannya dan memakaikan baju
diatasnya. Dikatakan terhadap orang seperti ini "kafir" karena dia
telah menghalangi fitrahnya dan menutupinya dengan tutup dari kebodohan dan
kedunguan. Padahal telah diketahui bahwasanya dia tidaklah dilahirkan kecuali
dalam fitrah terhadap Islam, dan tidak pula anggota tubuhnya bekerja kecuali
sesuai dengan fitrah Islam. Dan tidak berjalan dunia yang ada disekitarnya
beserta isinya kecuali atas sunnah keberserah dirian, akan tetapi dia tutupi
dengan hijab kebodohan dan kedunguan, fitrah dunia dan fitrah dirinya terhalang
dari pandanganya sendiri, sehingga anda melihatnya tidak menggunakan
kekuatannya dalam berfikir dan keilmuan kecuali pada apa-apa yang menyelisihi
fitrahnya, dia tidak melihat kecuali apa yang berlawanan dengannya, dan tidak
berusaha kecuali untuk apa yang membatalkannya.
Sekarang anda dapat mengukur dengan
diri Anda sendiri kesesatan yang ada pada diri orang kafir begitu nyata dan
jauh.
Dan inilah Islam yang meminta Anda
untuk mengikutinya, bukanlah perkara yang sulit, bahkan ia merupakan suatu yang
mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah, maka Islam adalah ia yang
berjalan padanya seluruh alam ini:
" وله أسلم من في السموات والأرض
طوعا وكرها "
"Padahal
kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik
dengan suka maupun terpaksa", dan ia adalah agamanya Allah,
sebagaimana firman-Nya:
"
إن الدين عند الله الإسلام "
"Sesungguhnya
agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam", dan ia adalah menghadapkan wajah kepada Allah, sebagaimana
firman-Nya:
"
فإن حاجّوك فقل أسلمت وجهي لله ومن اتبعن
"
"Kemudian
jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku
menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang
mengikutiku", dan nabi SAW telah menjelaskan tentang makna Islam dalam
sabdanya:
"
أن تسلم قلبك لله,
وأن تولي وجهك لله,
وتؤتي الزكاة المفروضة "
"Hendaklah
kamu menyerahkan hatimu untuk Allah, memalingkan wajahmu kepada Allah dan
membayar zakat yang diwajibkan". Seseorang bertanya kepada rasul SAW:
apakah Islam itu? Beliau menjawab: "Yaitu menyerahkan hatimu kepada
Allah, dan kaum muslimin selamat dari lidah dan tanganmu". dia
bertanya lagi: apakah yang terbaik dari Islam? Dijawab: "Iman".
Dia bertanya: apakah iman itu? Beliau menjawab: "Yaitu engkau beriman
kepada Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan
kebangkitan setelah mati", juga sebagaimana sabda rasul SAW:
"لإسلام أن تشهد
أن لا إله إلا الله, وأن
محمدًا رسول الله, وتقيم
الصلاة وتوتي الزكاة, وتصوم رمضان, وتحج
البيت إن استطعت إليه سبيلا "
"Islam
adalah engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah, dan bahwasanya
Muhammad utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa
ramadhan dan berhaji ke baitullah al-haram jika mampu"
"
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
"
"Seorang
muslim adalah yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya".
Agama ini –yaitu Islam- yang tidak
diterima agama oleh Allah selain darinya, tidak yang pertama dan tidak pula
belakangan, karena seluruh nabi berada di atas agama Islam, Allah berfirman
tentang Nuh :
"
واتل
عليهم نبأ نوح إذ قال لقومه يا قوم إن
كان كبر عليكم مقامي وتذكيري بآيات الله فعلى الله توكلت " إلى قوله تعالى :
" وأمرت أن أكون من المسلمين "
"Dan bacakanIah kepada mereka berita
penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika
terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan
ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal" sampai kepada firman-Nya:
"dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah
diri (kepada-Nya)", berfirman Allah tentang Ibrahim:
" إذ قال له
ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين "
"Ketika Tuhannya
berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku
tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam", dan firman yang Maha mulia
segala urusan-Nya tentang Musa:
" وقال موسى
يا قوم إن كنتم آمنتم بالله فعليه توكلوا إن كنتم مسلمين "
"Musa
berkata: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah
kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.",
serta firman Ta'ala dalam kabar tentang al-Masih:
" وإذ أوحيت
إلى الحواريين أن آمنوا بي وبرسولي قالوا آمنا واشهد بأننا مسلمون "
"Dan
(ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia:
"Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab:
Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah
orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".
Agama ini –Islam- syari'at, aqidah dan
hukum-hukumnya bersandar dari wahyu Ilahi –Al-Qur'an dan As-Sunnah- dan akan
saya sebutkan gambaran ringkas tentang keduanya.
* * * * * *
Pondasi Islam dan Sumber-sumbernya
Sudah menjadi tradisi bahwa pengikut
agama-agama terdahulu baik agama samawiyah yang terhapus maupun agama buatan
manusia mengkultuskan dan mengagungkan kitab-kitab warisan para pendahulunya,
yang ditulis pada masa terdahulu dan terkadang tidak diketahui hakekat penulisnya
dan siapa yang menterjemahkannya atau pada zaman kapan kitab tersebut ditulis,
ia hanyalah kitab yang ditulis oleh orang-orang yang memiliki sifat sama dengan
manusia lainnya, mereka memiliki kelemahan, kekurangan, menuruti hawa nafsu dan
pelupa.
Adapun Islam, bahwasanya ia memiliki
kelebihan dari selainnya karena bersandar kepada sumber yang hak (wahyu Ilahi)
Al-Qur'an dan As-Sunnah. Berikut ini pengenalan singkat tentang keduanya:
A-
Al-Qur'anul 'Adzim:
Telah Anda ketahui sebelumnya bahwa
Islam adalah agama Allah SWT, oleh karena itu Dia menurunkan Al-Qur'an kepada
rasul-Nya Muhammad SAW sebagai petunjuk
bagi orang-orang yang bertaqwa, pegangan bagi kaum muslimin, penyembuh bagi
hati orang-orang yang Allah inginkan kesembuhan padanya, dan sebagai ciri bagi
mereka yang Allah inginkan padanya kemenangan dan cahaya, ia mencakup pondasi
yang menjadi penyebab diutusnya rasul. Al-Qur'an bukanlah kitab samawi yang
baru, sebagaimana juga Muhammad bukanlah rasul yang baru diantara para rasul,
karena Allah telah menurunkan kepada Ibrahim beberapa lembaran (suhuf),
memuliakan Musa dengan Taurat dan Daud
dengan Zabur, serta datang al-Masih dengan membawa Injil. Seluruh kitab-kitab
tersebut merupakan wahyu dari Allah yang Dia wahyukan kepada para Nabi dan
Rasul-Nya, akan tetapi kitab-kitab yang lama ini kebanyakan darinya telah
hilang dan kebanyakan darinya telah direvisi sehingga mengalami perubahan dan
penggantian.
Adapun Al-Qur'anul Adzim telah dijamin
oleh Allah penjagaannya, dan dijadikan sebagai ujian serta penghapus atas
kitab-kitab yang telah lalu.
Allah
SWT berfirman:
" وأنزلنا
إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه
من الك تاب ومهيمنا عليه "
"Dan
Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa
yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
terhadap kitab-kitab yang lain itu", dan Allah mensifatinya sebagai
penjelas bagi segala sesuatu, firman-Nya:
"
ونزلنا
عليك الكتاب تبيانا لكل شيء "
"Dan
Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu",
dan bahwasanya ia sebagai petunjuk dan rahmat, sebagaimana firman-Nya:
"
فقد
جاءكم بينة من ربكم وهدى ورحمة "
"Sesungguhnya
telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan
rahmat" iapun sebagai petunjuk kepada jalan yang lebih lurus,
sebagaimana firman Allah:
"
إن
هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم "
"Sesungguhnya
Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus",
sehingga ia merupakan pemberi petunjuk bagi manusia kepada jalan yang lebih
lurus dalam setiap urusan kehidupannya.
Barang siapa yang mengetahui bagaimana
Al-Qur'an diturunkan dan bagaimana ia dijaga; niscaya mereka akan mengetahui
kedudukan Al-Qur'an dan menujukan segala keikhlasannya kepada Allah. Allah
berfirman:
"Dan
sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam (192) dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin
(Jibril) (193)
ke dalam hatimu
(Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi
peringatan"
Siapa
yang menurunkan Al-Qur'an? Dia adalah Allah Penguasa semesta alam.
Siapa
yang membawanya? Dia adalah ruhul amin Jibril as.
Kepada hati
siapa ia diturunkan? Kepada Nabi.
Al-Qur'an ini merupakan tanda yang
kekal dari Muhammad -termasuk tanda-tanda yang kekal sampai hari kiamat-
Tanda-tanda para nabi yang terdahulu dan mukjizat mereka telah berakhir dengan
berakhirnya kehidupan mereka, adapun Al-Qur'an ini telah Allah jadikan sebagai
hujjah yang kekal.
Ia merupakan hujjah yang kuat dan
tanda yang nyata, Allah menantang umat manusia untuk mendatangkan yang
sepertinya, atau dengan sepuluh surat yang sepertinya, atau bahkan juga dengan
satu surat yang sepertinya, namun mereka seluruhnya tidak mampu melakukannya,
padahal ia terdiri dari huruf dan kalimat-kalimat, dan umat yang diturunkan
kepadanya adalah umat yang fasih dan ahli bahasa, Allah berfirman:
"
أم
يقولون افتراه قل فأتوا بسورة مثله وادعوا
من استطعتم من دون الله إن كنتم صادقين "
"Atau
(patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah:
"(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan
panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah,
jika kamu orang yang benar.".
Diantara dalil yang menunjukkan bahwa
Al-Qur'an adalah wahyu dari sisi Allah, bahwasanya ia mengandung kabar-kabar
yang cukup banyak tentang umat-umat terdahulu, mengabarkan tentang
kejadian-kejadian yang akan terjadi pada waktu yang akan datang dan benar
terjadi sebagaimana yang dikabarkannya, dan menyebutkan banyak dari
petunjuk-petunjuk ilmiah yang tidak diketahui sebagian dari hakekatnya kecuali
oleh para ahli di abad ini. Diantara dalil yang menunjukkan juga bahwa
Al-Qur'an merupakan wahyu dari Allah, bahwa nabi yang diturunkan kepadanya
Al-Qur'an ini, tidak diketahui sebelumnya dan tidak pernah pula dinukil darinya
apa yang mirip dengannya sebelum ia (Al-Qur'an) diturunkan, Allah berfirman:
"
قل
لو شاء الله ما تلوته عليكم ولا أدراكم
به فقد لبثت فيكم عمرا من قبله أفلا تعقلون "
"Katakanlah:
"Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan
Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah
tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak
memikirkannya?", bahkan beliau adalah seorang ummi yang tidak dapat
membaca, tidak menulis, tidak belajar kepada seorang syeikh dan tidak pula
mengaji kepada seorang guru, namun meski demikian ia tantang orang-orang fasih
dan ahli bahasa untuk mendatangkan yang sepertinya:
"
وما
كنت تتلو من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك
إذا لارتاب المبطلون "
"Dan
kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak
(pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah
membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)",
orang yang ummi ini, yang telah disebutkan sifatnya dalam Taurat dan Injil
bahwa dia seorang ummi yang tidak dapat membaca dan tidak pula menulis, para
pemuka yahudi dan nasrani –yaitu orang-orang yang masih tersisa padanya Taurat
dan Injil- berbondong-bondong datang kepadanya menanyakan berbagai permasalahan
yang mereka perselisihkan dan meminta keputusan hukum darinya, Allah berfirman
ketika menjelaskan kabar tentang beliau dalam Taurat dan Injil:
"
الذين
يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه
مكتوبا عندهم في التوراة والإنجبل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات
ويحرم عليهم الخبائث "
"(Yaitu)
orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati
tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh
mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk",
Allah berfirman ketika menjelaskan
pertanyaan orang Yahudi dan Nasrani kepada Muhammad:
"
يسألك أهل الكتاب أن تنزّل عليهم كتابًا
من السماء "
"Ahli
Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari
langit" firman Dzat yang Maha Mulia Pujian atas-Nya:
"Dan
mereka bertanya kepadamu tentang roh", firman-Nya:
"Mereka
akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain", serta
firman-Nya:
"Sesungguhnya
Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari
(perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya".
Pendeta Ibrahim Philips telah berusaha dalam
desertasi doktornya untuk meniru Al-Qur'an, namun dia tidak mampu melakukannya,
ia dikalahkan oleh Al-Qur'an dengan hujjah-hujjah, bukti-bukti dan
dalil-dalilnya, yang kemudian dia umumkan akan ketidak mampuannya, lalu
berserah diri kepada Penciptanya dan mengumumkan keislamannya (memeluk Islam).
Ketika salah seorang muslim
menghadiahkan sebuah terjemah Al-Qur'an kepada seorang Doktor Amerika yang
bernama Jefry Lang, dia mendapati bahwa Al-Qur'an tersebut ditujukan kepada
dirinya, menjawab segala pertanyaannya dan menghilangkan pembatas yang ada
diantara diri dengan jiwanya, bahkan dia berkata: "Sesungguhnya yang
menurunkan Al-Qur'an ini sepertinya Dia mengenalku lebih dalam daripada diriku
sendiri", bagaimana tidak? Karena yang menurunkan Al-Qur'an adalah Dia yang
telah menciptakan manusia, Dialah Allah Ta'ala:
"Apakah
Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau
rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?".
Kemudian
bacaannya terhadap terjemah Al-Qur'anul Karim menjadi penyebab dirinya memeluk
Islam dan juga penyebab dirinya mengarang buku ini yang saya nukil sedikit
darinya untuk Anda.
Al-Qur'anul Adzim mencakup segala apa
yang dibutuhkan oleh manusia, ia mencakup seluruh prinsip-prinsip agama,
aqidah, hukum, muamalah serta adab-adab, Allah berfirman:
"Tiadalah
Kami alpakan sesuatupun dalam AKitab."
Padanya
terdapat ajakan untuk meng-esakan Allah, menyebutkan nama-nama, sifat-sifat dan
perbuatan-Nya, mengajak untuk menetapkan kebenaran ajaran yang dibawa para nabi
dan rasul, menetapkan tempat kembali, hari pembalasan, hisab dengan memberikan
dalil serta petunjuk terhadapnya, juga menyebutkan kabar tentang umat-umat
terdahulu dan apa yang menimpa mereka dari bencana di dunia, serta apa yang
menunggu mereka dari azab dan siksaan di akherat.
Di dalamnya juga terdapat ayat,
dalil, petunjuk-petunjuk yang banyak, yang membuat para ahli tercengang, ia
sesuai dengan setiap zaman, serta padanya para ahli dan para peneliti menemukan
kesesatan diri mereka. Akan saya sebutkan untuk anda tiga contoh saja yang akan
mengungkapkan bagi anda sebagian darinya yaitu:
1
Firman
Allah SWT:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan
Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi", dan
firman-Nya:
"أو
كظلمات في بحر لجي يغشاه موج من فوقه موج
من فوقه سحاب ظلمات بعضها فوق بعض إذا أخرج
يده لم يكد يراها ومن لم يجعل الله له نورا فما له من نور "
"Atau
seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di
atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang
tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat
melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah
tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun” Sebagaimana yang telah diketahui,
bahwasanya Muhammad tidak pernah mengarungi lautan, pada zamannyapun belum
terdapat peralatan-peralatan yang dapat membantu mengukur kedalaman laut. Maka
siapakah yang telah memberi tahu Muhammad akan maklumat-maklumat seperti ini
kalau bukan Allah.
2
Firman
Allah SWT:
"Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12) Kemudian Kami
jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13)
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik", para ahli belum dapat mengungkapkan perincian yang mendetail
tentang vase penciptaan janin ini kecuali pada zaman sekarang.
3
Firman
Allah SWT:
"وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلاّ هو ويعلم ما في البرّ والبحر
وما تسقط من ورقة إلاّ يعلمها ولا حبّة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلاّ في كتاب
مّبين "
"Dan
pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan
tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak
jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",
manusia belum terbiasa untuk menguasai pemikiran yang mencakup seperti ini,
bahkan tidak pula pernah berfikir tentangnya, apalagi kalau sampai memahaminya.
Bahkan satu kelompok dari para pakar berhasil meneliti sebuah tanaman atau
seekor serangga, mereka akan mencatatnya dan kita merasa bangga akannya,
padahal apa yang masih tersembunyi dari mereka tentang keadaannya lebih banyak
dari apa yang telah mereka temukan.
Seorang pakar Perancis Moris Pokai
telah membandingkan antara Taurat, Injil dan Al-Qur'an, dengan apa yang telah
dicapai oleh penemuan-penemuan terkini yang berhubungan dengan penciptaan
langit, bumi dan manusia, maka dia dapati bahwa penemuan-penemuan terkini
sesuai dengan apa yang ada dalam Al-Qur'an, sementara itu dia mendapatkan dalam
Taurat dan Injil yang ada sekarang ini mengandung maklumat-maklumat banyak yang
salah tentang penciptaan langit, bumi, manusia dan hewan.
B: Sunnah Nabawiyyah:
Allah SWT telah menurunkan Al-Qur'anul
Karim kepada Rasul, dan Dia pun telah mewahyukan hal yang sama kepadanya, yaitu
sunnah nabawiyyah yang merupakan penjabar dan penjelas bagi Al-Qur'an, telah
bersabda :
" ألا إنّي أوتيت القرآن
ومثله معه "
"Ketahuilah
bahwasanya aku telah diberikan Al-Qur'an dan yang semisalnya bersamanya."
Beliau
telah diberi izin untuk menjelaskan apa yang ada dalam Al-Qur'an dari yang
umum, khusus ataupun global.
Allah
SWT berfirman:
" وأنزلنا إليك الذكر
لتبيّن للناس ما نزل إليهم ولعلّهم يتفكّرون "
"Dan
Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa
yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan".
As-Sunnah merupakan sumber kedua dari
sumber-sumber Islam, dan ia adalah seluruh apa yang diriwayatkan oleh nabi.
-dengan sanad yang shahih, bersambung sampai kepada rasul-, baik itu dari
perkataan, perbuatan, ketetapan ataupun sifat.
Dan ia merupakan wahyu dari Allah
kepada rasul-Nya Muhammad, karena nabi tidak berbicara menurut hawa nafsu,
firman Allah:
"Dan
tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya (3)
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4) yang
diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat", beliau hanyalah
diperintahkan untuk menyampaikan kepada umat manusia, firman Allah:
" إن أتّبع إلاّ ما
يوحى إليّ وما أنا إلاّ نذير مّبين "
"Aku
tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain
hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
As-Sunnah Al-Muthahharoh adalah
praktek nyata dalam Islam dari segi hukum, aqidah, ibadah, muamalah serta adab,
dan nabi hanyalah mempraktekkan apa yang diperintahkan kepadanya,
menjelaskannya kepada umat manusia, dan memerintah mereka untuk mengerjakan
seperti apa yang beliau kerjakan, sebagaimana sabdanya:
" صلوا كما رأيتموني
أصلي "
"Shalatlah
kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat", dan Allah telah
memerintahkan kaum mukminin untuk mengikuti seluruh apa yang beliau ucapkan dan
kerjakan sehingga sempurna keimanan mereka.
Allah
SWT berfirman:
" لقد كان لكم في رسول
الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا "
"Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah."
Sebagaimana sunnah merupakan praktek
nyata tentang Islam, maka iapun sebagai penjelas bagi Al-Qur'anul Karim,
menerangkan ayat-ayatnya dan merinci yang global dari hukum-hukumnya, karena
Nabi menerangkan apa yang diturunkan kepadanya, terkadang dengan perkataan,
terkadang dengan perbuatan dan terkadang dengan kedua-duanya, dan terkadang
as-sunnah terpisah dari Al-Qur'an dengan menjelaskan sebagian hukum serta
syari'at yang tidak terdapat dalam al-qur’an.
Beriman kepada Al-Qur'an dan as-sunnah
adalah wajib, karena keduanya adalah sumber pokok dalam agama Islam, yang mana
diharuskan untuk mengikuti keduanya dan merujuk padanya, mengikuti segala
perintahnya, menjauhi larangannya serta mempercayai seluruh kabar yang
bersumber dari keduanya, juga mengimani apa yang ada pada keduanya berupa nama,
sifat dan perbauatan-perbuatan Allah, serta apa yang telah Allah siapkan bagi
wali-wali-Nya dari kaum mukminin dan apa yang Dia ancamkan bagi musuh-musuh-Nya
dari golongan orang-orang kafir, firman Allah:
" فلا وربك لا يؤمنون
حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجًا مّما قضيت ويسلّموا تسليمًا
"
"Maka
demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan
kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak
merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan
mereka menerima dengan sepenuhnya", dan firman-Nya
" وما آتاكم الرسول
فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا "
"Apa
yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah".
Setelah pengenalan terhadap
sumber-sumber agama ini, alangkah baiknya kalau kita menyebutkan urutannya, ia
adalah: Islam, Iman dan Ihsan, kita akan membahas sebagian darinya dengan
singkat tentang rukun-rukun urutan ini.
Urutan
Pertama*
Islam: Rukun-rukunnya ada lima, yaitu:
Dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.
Pertama: Syahadat Laa Ilaaha Illallah,
wa anna Muhaamadan Rasulullah.
Makna syahadat Laa Ilaaha Illallah:
yaitu tidak ada yang pantas untuk di ibadahi dengan hak, baik itu di bumi
ataupun langit kecuali Allah saja satu-satunya, karena Dialah Tuhan yang hak,
dan setiap tuhan selain-Nya adalah batil, dan ia mengandung keikhlasan dalam
beribadah hanya kepada Allah saja, menafikan peribadatan kepada selain-Nya.
Orang yang mengucapkan kalimat ini tidak akan bermanfaat baginya kalimat ini
sehingga terealisasi padanya dua perkara:
1. Ucapan Laa Ilaaha Illallah
diucapkan dengan itikad, ilmu, keyakinan, kepercayaan dan kecintaan.
2. Mengkufuri apa yang disembah selain
Allah. Barang siapa yang mengucapkan syahadat ini dengan tanpa mengkufuri apa
yang disembah selain Allah, maka ucapannya tidak akan bermanfaat baginya.
Dan makna syahadat anna Muhammadan
Rasulullah: yaitu mentaati apa yang beliau perintahkan, mempercayai apa
yang dikabarkannya, menghindari dan menjauhi apa yang dilarangnya, tidak
menyembah Allah kecuali dengan apa yang telah disyari'atkan, dan dengan
mengetahui dan meyakini bahwa Muhammad diutus kepada seluruh umat manusia, dan
bahwasanya beliau adalah seorang hamba yang tidak boleh disembah, Rasul yang
tidak boleh didustakan, ia harus dita'ati dan diikuti, barang siapa yang
menta'atinya maka dia akan masuk surga dan yang bermaksiat kepadanya akan masuk
neraka. Serta mengetahui dan meyakini bahwa penerimaan syari'at, baik itu dalam
permasalahan aqidah, syiar-syiar ibadah yang Allah perintahkan, peraturan hukum
dan syari'at, dalam segi akhlak, segi pembangunan keluarga atau dalam segi
penghalalan dan pengharaman.. seluruhnya tidak terjadi kecuali melalui Muhammad
rasul Karim karena beliau adalah utusan Allah yang menyampaikan syari'at-Nya.
Kedua: Shalat*:
Shalat adalah rukun kedua dari rukun
Islam, bahkan ia merupakan tiangnya Islam, karena ia merupakan penyambung
antara hamba dengan Rabb-nya, ia mengulanginya setiap hari sebanyak lima kali,
dengannya ia dapat memperbaharui iman, membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran
dosa, sholat juga dapat menghindarkanya dari perbuatan keji dan dosa. Apabila
seorang hamba bangun dari tidurnya pada pagi hari –dia berserah diri dihadapan
Rabb-nya dalam keadaan suci dan bersih-, sebelum disibukkan oleh kesibukan
duniawi- kemudian dia bertakbir kepada Rabb-nya, dan memberikan ubudiah-Nya,
memohon pertolongan-Nya serta hidayah-Nya, diapun memperbaharui janji ketaatan
dan ibadahnya kepada Rabb-nya sambil bersujud dan ruku, dia ulangi hal tersebut
dalam setiap harinya sebanyak lima kali. Diharuskan dalam pelaksanaan shalat
ini adalah dia harus dalam keadaan suci baik hati, badan, pakaian dan tempat
shalatnya, dan hendaklah dilaksanakan oleh seorang muslim dengan berjama'ah
–apabila memungkinkan- sambil menghadapkan hatinya kepada Allah dan
menghadapkan wajahnya kepada Ka'bah baitullah. Shalat telah disusun dengan
sempurna dan paling baik yang dilakukan hamba dalam beribadah kepada Sang
Pencipta, ia mencakup pengagungan terhadap-Nya dengan seluruh anggota tubuh,
mulai dari ucapan dengan lisan, amal dengan kedua tangan, kedua kaki, kepala
dan panca inderanya serta seluruh bagian dari tubuhnya, setiap darinya
mengambil bagian masing-masing dari ibadah yang agung ini.
Panca indera dan anggota tubuh
mendapat bagian masing-masing darinya, hati memiliki bagian darinya, karena ia
mencakup pujian, pengagungan, tasbih dan takbir, persaksian yang hak, bacaan
Al-Qur'an dan berdiri dihadapan Rabb dengan kedudukan seorang hamba yang hina
serta tunduk terhadap Rabb yang Maha Pengatur, kemudian merendahkan diri
kepada-Nya pada kesempatan tersebut dengan memelas dan bertaqarrub kepada-Nya,
kemudian ruku, sujud dan duduk dengan rendah diri, khusu' dan tunduk akan
keagungan-Nya dan hina dihadapan kemulian-Nya, terkadang semua itu dibarengi
oleh keluluhan hati, kerendahan jiwa dan kekhusu'an anggota tubuhnya, kemudian
shalatnya tersebut ditutup dengan memuji Allah dan bershalawat serta salam
terhadap Nabi-Nya Muhammad, kemudian meminta kepada Allah kebaikan dunia dan
akherat.
Ketiga: Zakat*:
Zakat merupakan rukun ketiga dari
rukun-rukun Islam, diwajibkan terhadap muslim kaya untuk mengeluarkan zakat
hartanya, yang merupakan bagian kecil sekali darinya, dibayarkan kepada para
fakir miskin dan lainnya yang memang diperbolehkan untuk diberikan kepadanya.
Ia wajib dibayarkan oleh seorang
muslim kepada orang yang berhak dengan keikhlasan hati, lalu dia tidak
menyebut-nyebut kebaikanya kepada dia yang menerima dan tidak pula menyakitinya
dengan mengungkit-ungkit kebaikanya. Zakat wajib dibayar oleh seorang muslim
dengan harapan untuk mendapat ridha Allah, dia tidak menginginkan darinya
balasan dan tidak pula terima kasih dari para makhluk, akan tetapi dia bayarkan
dengan ikhlas karena Allah, bukan karena riya dan tidak pula sum'ah.
Mengeluaran zakat merupakan sarana
yang dapat mendatangkan keberkahan, membersihkan jiwa orang-orang fakir, miskin
dan mereka yang membutuhkan, mencukupkan
mereka dari kehinaan meminta, dan juga sebagai rahmat bagi mereka dari
kebinasaan dan kesulitan apabila ditinggalkan oleh orang-orang kaya.
Mengeluaran zakat adalah bentuk sifat kedermawanan, kemurahan, I’tsar
(mementingkan keperluan orang lain), pengorbanan dan kasih sayang, serta
terbebas dari sifat-sifat orang kikir, pelit dan hina. Padanya nampak
kebersamaan dan saling sepenanggungan diantara kaum muslimin, yang kaya
mengasihi yang miskin, sehingga tidak tinggal dalam masyarakat –apabila syiar
ini dipraktekkan- seorang fakir yang kesulitan, orang yang berhutang ketakutan
dan tidak pula seorang musafir yang terputus perjalanannya.
Keempat: Puasa*:
Puasa pada bulan Ramadhan mulai dari
terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, orang yang berpuasa meninggalkan
makanan, minuman dan hubungan badan selama berpuasa sebagai ibadah kepada Allah
Ta'ala, dia harus menahan diri dari syahwatnya. Allah telah memberikan keringanan
puasa terhadap orang yang sakit, musafir (dalam perjalanan), wanita hamil,
menyusui, haidh dan nifas, setiap darinya memiliki hukum masing-masing yang
sesuai dengannya.
Pada bulan tersebut seorang muslim
akan menahan diri dari syahwatnya, sehingga dengan ibadah ini dia keluarkan
dirinya dari kemiripan dengan binatang menjadi mirip dengan Malaikat yang
mendekatkan diri, bahkan seorang yang berpuasa sampai digambarkan dengan
gambaran seorang yang tidak memiliki kebutuhan terhadap dunia, kecuali apa yang
dapat menghasilkan keridhaan Allah.
Puasa dapat menghidupkan hati, zuhud
terhadap dunia, mengharap apa yang ada disisi Allah, dan orang kaya menjadi
ingat akan keadaan orang-orang miskin, sehingga hati mereka tersentuh
karenanya, semakin merasakan besarnya kenikmatan yang telah Allah anugerahkan
kepadanya, sehingga semakin tambah rasa syukurnya.
Puasa sebagai penyuci jiwa,
mengarahkannya untuk bertakwa kepada Allah, serta menjadikan seseorang dan
masyarakat merasakan adanya pengawasan Allah terhadapnya dalam keadaannya yang
senang dan susah serta tersembunyi dan terang-terangan, karena suatu masyarakat
akan hidup selama sebulan penuh dengan menjaga ibadah ini, merasa diawasi oleh
Rabb-nya yang semua itu dapat mendorong untuk takut kepada Allah, beriman kepada-Nya
dan hari akhir, serta meyakini bahwa Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang
tampak, dan bahwasanya seseorang pada suatu hari pasti akan berdiri dihadapan
Penciptanya, yang mana Dia akan bertanya tentang seluruh amalannya, baik itu
yang kecil ataupun besar.
Kelima: Haji*:
Menuju Baitullahil Haram di Makkah
Al-Mukarramah, diwajibkan atas muslim yang telah baligh, berakal, memiliki
kemampuan, memiliki fasilitas transportasi atau ongkosnya untuk menuju
Baitullahil Haram, dan mempunyai biaya yang mencukupinya untuk perjalanan dari
rumah hingga kembali lagi, hendaklah biaya itu merupakan sisa uang setelah
meninggalkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalnya, dia juga harus
memiliki rasa aman selama dalam perjalanan, juga aman bagi yang ditinggalkan
selama dia tidak ada. Haji hanya diwajibkan satu kali dalam seumur hidup, yaitu
bagi dia yang memiliki kemampuan untuk sampai kepadanya.
Diharuskan bagi dia yang akan pergi
haji untuk bertaubat kepada Allah, untuk membersihkan dirinya dari kekotoran
dosa. Apabila telah sampai di Makkah dan tempat-tempat suci dia harus
melaksanakan syiar-syiar haji sebagai bentuk ibadah dan pengagungan terhadap
Allah, dan dalam keadaan mengetahui bahwa Ka'bah serta syiar-syiar yang ada
tidak disembah selain daripada Allah, dan bahwasanya semua itu tidak dapat
mendatangkan manfaat dan tidak pula mudharat. Jika seandainya Allah tidak
memerintahkan untuk pergi haji kepadanya, maka tidak sah bagi seorang muslim
untuk pergi kepadanya.
Dalam pelaksanaannya, seorang yang
berhaji memakai dua helai kain putih satu sebagai sarung dan yang lain sebagai
penutup bagian atas, seluruh kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul
pada satu tempat, dengan menggunakan pakaian yang sama, menyembah satu Tuhan,
tidak ada perbedaan antara seorang kepala dengan bawahannya, kaya atau miskin,
putih atau hitam, seluruhnya adalah makhluk dan hamba Allah, tidak ada
perbedaan antara seorang muslim dengan muslim lainnya kecuali dengan takwa dan
amal shalih.
Akan nampak dari kaum muslimin suasana
saling tolong menolong dan saling mengenal, mereka akan mengingat hari dimana
Allah bangkitkan mereka, lalu dikumpulkan pada satu tempat untuk di hisab,
sehingga mereka bersiap-siap dengan keta'atan, demi untuk mempersiapkan apa
yang akan terjadi setelah mati.
Ibadah dalam Islam*:
Makna dan hakekat Ibadah adalah satu
bentuk penghambaan diri kepada Allah, karena Allah adalah Pencipta dan anda
yang diciptakan, anda adalah hamba dan Allah yang anda sembah, jika demikian
keadaannya, maka seseorang harus berjalan dalam kehidupan ini pada jalan Allah
yang lurus dengan mengikuti syari'at-Nya, mengikuti jejak Rasul-Nya. Allah
telah mensyari'atkan bagi hamba-hamba-Nya syari'at yang agung, seperti
perealisasian Tauhid kepada Allah Rabb penguasa semesta alam, shalat, zakat,
puasa dan haji.
Akan tetapi bukan hanya ini saja
ibadah dalam Islam, karena ibadah dalam Islam
sangat umum, yaitu mencakup Seluruh perbuatan dan perkataan yang
dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik yang tampak ataupun tersembunyi.
Jadi setiap amal atau perkataan yang anda kerjakan atau katakan dari apa yang
Allah cintai dan ridhoi, maka ia adalah ibadah, bahkan setiap kebiasaan baik
yang anda lakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah adalah ibadah,
pergaulan baik anda terhadap ayah, keluarga, istri, anak dan tetangga, apabila
dimaksudkan dengannya karena Allah, maka ia merupakan ibadah, perilaku baik
anda di rumah, di pasar dan di kantor, apabila dimaksudkan karena Allah, maka
ia ibadah, pelaksanaan amanah dan berpegang dengan kejujuran, keadilan,
menghilangkan gangguan, membantu yang lemah, mencari rejeki yang halal, memberi
nafkah kepada keluarga dan anak, memberi kelapangan terhadap orang miskin,
menjenguk orang sakit, memberi makan orang lapar, serta menolong orang yang terdzolimi,
seluruhnya adalah ibadah jika ia tujukan untuk Allah. Maka setiap amal yang
anda kerjakan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat ataupun Negara yang
dimaksudkan karena Allah, ia adalah ibadah.
Bahkan
sampai penyaluran syahwat diri anda pada batasan yang Allah perbolehkan, akan
menjadi ibadah apabila dibarengi oleh niat yang shalih, bersabda Rasulullah :
"
في بضع أحدكم صدقة"
قالوا: يا رسول الله!
أيأتي
أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر؟ قال:أرأيتم لو وضعها في حرام أكان عليه وزر؟ فكذلك
إذا وضعها في الحلال كان له أجر"
"Pada
setiap air mani kalian terdapat sedekah" para sahabat bertanya: wahai
Rasulullah! Apakah tatkala salah seorang dari kita menyalurkan syahwatnya akan
mendapatkan ganjaran? Bersabda Rasul: "Bagaimana pendapat kalian kalau
hal tersebut disalurkan pada yang haram, bukankah dia akan medapatkan dosa?
Begitu pula kalau dia salurkan pada yang halal, dia akan mendapatkan ganjaran".
Serta sabda Beliau SAW:
"على كل مسلم صدقة" قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: "يعتمل بيديه فينفع
نفسه ويتصدق" قال: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: "يعين ذا الحاجة الملهوف" قال: قيل له:
أرأيت
إن لم يستطع؟ قال: يأمر
بالمعروف أو الخير"
قال: أرأيت إن لم يفعل؟ قال: "يمسك عن الشر فإنها
صدقة"
"Atas
setiap muslim harus bersedekah" dikatakan kepada beliau: bagaimana
pendapat anda jika tidak mampu? Dijawabnya: "dia bekerja dengan kedua
tangannya, lalu memberi manfaat kepada dirinya dan bersedekah"
ditanyakan: bagaimana kalau seandainya dia tidak mampu? Dijawabnya: "Memberi
pertolongan kepada orang yang sangat membutuhkan" dikatakan: bagaimana
jika tidak bisa? Dijawabnya: "Memerintahkan kepada perkara yang ma'ruf
atau kebaikan" dikatakan: bagaimana kalau seandainya dia tidak
melakukannya? Dijawabnya: "Menahan diri dari kejelekan, maka
sesungguhnya itu merupakan sedekah".
* * * * * *
Urutan Kedua*
Iman dengan rukunnya yang enam, yaitu:
Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Para Rasul-Nya, hari akhir
dan beriman terhadap Takdir.
Pertama: Iman kepada Allah SWT:
yaitu dengan beriman kepada Rubiyyah Allah, atau bahwasanya Dia adalah Rabb
Pencipta, Maha Raja, Maha Pengatur bagi segala sesuatu, dan beriman kepada
Uluhiyyah Allah, atau bahwasanya Dia-lah Tuhan yang hak, setiap sesembahan
selain-Nya batil, dan beriman terhadap nama-nama dan sifat-sifat-Nya, atau
bahwasanya Dia memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi lagi
sempurna.
Dan beriman dengan ke-esaan Allah,
karena tidak ada sekutu baginya dalam Rububiyyah, tidak dalam uluhiyyah dan
tidak pula dalam asma dan sifat-Nya, Allah berfirman:
"
رب السموات والأرض وما بينهما فاعبده واصطبر لعبادته هل تعلم له سميّا "
"Tuhan
(yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka
sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada orang yang sama dengan Dia (yang patut
disembah)?".
Dan mengimani bahwasanya Dia tidak
mengantuk dan tidak pula tidur, dan bahwasanya Dia Maha Mengetahui atas segala
perkara ghaib dan yang terlihat, dan bagi-Nyalah kerajaan langit dan bumi:
" وعنده مفاتح الغيب
لا يعلمها إلا هو ويعلم ما في البر والبحر وما تسقط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة في
ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين "
"Dan
pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan
tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak
jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)".
Dan mengimani bahwasanya Dia berada
diatas Arsy-Nya, lebih tinggi dari seluruh makhluk-Nya, Dia-pun bersama
ciptaan-Nya mengetahui setiap keadaan mereka, mendengar setiap ucapan dan
melihat tempat mereka, mengatur seluruh urusan mereka, memberi rejeki kepada
yang fakir, memperbaiki yang rusak, memberi kerajaan kepada orang yang
dikehendaki-Nya dan mengambilnya dari siapapun yang Dia kehendaki, dan Dia-pun
berkuasa atas segala sesuatu.
Di antara
hasil dari keimanan kepada Allah SWT adalah:
1
Lahirnya kecintaan bagi seorang hamba kepada Allah dan
pengagungan-Nya, yang menjadikan dia melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya. Apabila seorang hamba telah melakukan yang demikian, maka dia
akan mendapatkan darinya kesempurnaan kebahagiaan di dunia dan akherat.
2
Bahwa iman kepada Allah melahirkan kehalusan dan
kemuliaan dalam diri seseorang, karena dia telah mengetahui bahwa Allah adalah
Raja yang sesungguhnya atas apa saja yang ada di alam ini, dan bahwasanya tidak
ada yang dapat mendatangkan manfaat ataupun mudharat kecuali Dia. Ilmu yang
seperti ini akan menjadikannya merasa cukup dari selain Allah, dan hatinya
terlepas dari perasaan takut kepada selain-Nya, sehingga dia tidak mengharap
kecuali kepada Allah dan tidak takut kepada selain-Nya.
3
Bahwa iman kepada Allah akan menumbuhkan sifat tawadhu
dalam dirinya, karena dia tahu bahwa semua kenikmatan yang ada padanya adalah
dari Allah, sehingga dia tidak memuliakan setan, tidak sombong dan tidak
takabbur, dan tidak merasa bangga pula dengan kekuatan dan hartanya.
4
Bahwa orang yang beriman kepada Allah akan mengetahui
dengan sesungguhnya, bahwasanya tidak ada jalan untuk menuju kemenangan dan
keberhasilan kecuali dengan mengerjakan amal sholeh yang diridhoi oleh Allah,
pada saat orang lain memiliki keyakinan-keyakinan yang batil, seperti keyakinan
bahwa Allah memerintahkan agar anak-Nya di salib, sebagai bentuk penebusan atas
dosa-dosa manusia, atau beriman terhadap tuhan-tuhan dan meyakini bahwa ia
dapat merealisasikan apa yang diinginkannya, yang mana pada hakekatnya semua
itu tidak bermanfaat dan tidak pula mendatangkan mudharat, atau menjadi
seorang komunis sehingga tidak beriman
dengan keberadaan Pencipta.. semua ini adalah angan-angan, sehingga tatkala
mereka dihadapkan kepada Allah pada hari kiamat, dan ditunjukkan kenyataannya,
sadarlah bahwa mereka berada dalam kesesatan yang nyata.
5
Bahwa keimanan kepada Allah akan mengasah kekuatan
manusia dalam berniat untuk maju, bersabar, berpegang serta bertawakal, yaitu
pada saat menguatnya perkara-perkara dunia, dengan mengharap ridho Allah,
sehingga ia berada pada keyakinan yang sempurna bahwa dirinya telah bertawakal
kepada Raja pemilik langit dan bumi, dan bahwasanya Dia akan membantu dan
menolongnya, sehingga ia menjadi tegar bagaikan ketegaran gunung dalam bersabar,
konsisten dan bertawakal.
Kedua: Iman
kepada Malaikat: Bahwasanya Allah-lah yang telah menciptakan mereka
untuk menta'ati-Nya, dan disifatkan bahwa mereka:
"Sebenarnya
(malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan (26) mereka itu tidak
mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya
(27) Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang
dibelakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang
yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya",
dan bahwasanya mereka itu: "Mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk
menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih (19) mereka selalu bertasbih malam
dan siang tiada henti-hentinya", Allah menutupi mereka dari kita
sehingga kita tidak dapat melihatnya, namun terkadang Allah memperlihatkannya
terhadap sebagian Nabi dan Rasul-Nya.
Para malaikat memiliki tugas-tugas
yang dibebankan terhadapnya, diantaranya Jibril yang ditugaskan untuk
menyampaikan wahyu, ia turun dengan membawanya dari sisi Allah kepada para
Rasul yang dikehendakin-Nya, diantara mereka ada yang ditugaskan untuk mencabut
nyawa, diantara para malaikat ada yang ditugaskan untuk urusan yang berhubungan dengan janin
dalam rahim, diantara mereka ada yang ditugaskan untuk menjaga manusia,
diantaranya ada yang ditugaskan untuk mencatat amalan mereka, setiap orang
didampingi oleh dua malaikat:
" عن اليمين وعن الشمال
قعيد .
ما
يلفظ من قول إلاّ لديه رقيب عتيد "
"Seorang
duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (17) Tiada suatu
ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang
selalu hadir".
Di antara
hasil dari keimanan kepada malaikat adalah:
1
Menjadi bersihnya aqidah seorang muslim dari keburukan
syirik dan kekotorannya, karena apabila seorang muslim beriman dengan
keberadaan malaikat yang Allah tugaskan dengan amalan-amalan besar ini, dia
akan terbebas dari keyakinan adanya makhluk-makhluk fiktif (tidak jelas) yang
turut serta dalam pengaturan alam semesta.
2
Seorang muslim akan mengetahui bahwa para malaikat
tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudharat, akan tetapi
mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, tidak bermaksiat atas apa yang
Allah perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan
kepadanya, sehingga dia tidak akan beribadah kepadanya dan tidak pula menghadap
ke arahnya, sebagaimana juga tidak akan bergantung kepadanya.
Ketiga: Iman
kepada kitab-kitab: Beriman bahwasanya Allah telah menurunkan beberapa
kitab kepada sebagian dari Nabi dan Rasul-Nya, untuk menjelaskan hak-Nya dan
berdakwah kepada-Nya, sebagaimana firman Allah:
" لقد أرسلنا رسلنا
بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط "
"Sesungguhnya
Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan
telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya
manusia dapat melaksanakan keadilan", kitab-kitab berjumlah banyak,
diantaranya: Shahifah (lembaran) Ibrahim, Taurat yang diberikan kepada Musa,
Zabur yang dibawa oleh Dawud, dan Injil yang dibawa oleh Al-Masih.
Iman kepada kitab-kitab terdahulu akan
terwujud dengan mengimani bahwa Allah SWT telah menurunkannya kepada para
Rasul, dan bahwasanya ia mengandung syari'at yang Allah inginkan untuk
disampaikan kepada umat manusia pada masa tersebut.
Kitab-kitab yang telah Allah kabarkan
kepada kita tersebut telah sirna, tidak tersisa lagi keberadaan Shahifah
Ibrahim di dunia ini, adapun Taurat, Injil dan Zabur, walaupun keberadaannya
dengan nama tersebut ada pada Yahudi dan Nasrani, namun ia telah dirubah,
diganti dan telah hilang sebagian besar darinya, dan dimasukan padanya apa yang
bukan darinya, bahkan sampai disandarkan kepada yang bukan pemiliknya.
Perjanjian lama, terdapat padanya lebih dari empatpuluh bagian, dan yang
dinisbatkan kepada Musa hanya lima, dan Injil-Injil yang ada pada hari ini
tidak ada satupun yang dinisbatkan kepada Al-Masih.
Adapun kitab terakhir yang diturunkan
dari sisi Allah, yaitu Al-Qur'an yang Dia turunkan kepada Muhammad, ia tetap
terjaga dengan penjagaan Allah, ia tidak tersentuh oleh perubahan ataupun
pergantian pada huruf, kalimat, harakat ataupun juga maknanya.
Perbedaan antara Al-Qur'an dengan
kitab-kitab terdahulu dapat dilihat dari
banyak sisi, diantaranya:
1
Bahwa
kitab-kitab terdahulu telah hilang dan dimasuki oleh perubahan dan pergantian,
telah dinisbatkan kepada selain pemiliknya, ditambahkan padanya penjelasan,
catatan kaki serta keterangan-keterangan, juga mengandung perkara-perkara yang
menafikan wahyu Ilahi, akal dan fitrah.
Adapun Al-Qur'an akan terus terjaga
oleh penjagaan Allah, dengan huruf dan kalimat yang sama sebagaimana ketika
diturunkan Allah kepada Muhammad, ia tidak tersentuh oleh perubahan dan tidak
pula tambahan, karena kaum muslimin selalu berupaya agar Al-Qur'an tetap berada
sebagaimana aslinya, mereka tidak mencampuri dengan selainnya, semisal sirah
Nabi atau sejarah para sahabat atau tafsirnya ataupun juga dengan hukum-hukum
yang berhubungan dengan ibadah dan muamalah.
2
Bahwa
kitab-kitab terdahulu tidak diketahui catatan sejarahnya, bahkan sebagiannya
tidak diketahui, kepada siapa ia diturunkan dan dengan bahasa apa ditulis,
bahkan sebagiannya disandarkan kepada selain dia yang membawanya.
Adapun Al-Qur'an, ia dinukil oleh
kaum muslimin dari Muhammad dengan penukilan yang mutawatir, baik secara lisan
atau tulisan, pada setiap kaum muslimin di setiap zaman dan tempat terdapat
ribuan orang yang menghafalnya dan ribuan cetakan yang berisi tentangnya,
apabila ada yang tidak sama antara yang dilafadzkan dan apa yang tertulis, maka
ia tidak akan dianggap, karena apa yang ada dalam tulisan harus sama dengan apa
yang ada dalam dada para penghafal.
Diatas semua itu, sesungguhnya
Al-Qur'an dinukil secara lisan, yang mana ini tidak pernah terjadi pada kitab
apapun yang ada di dunia, bahkan tidak pernah ada gambaran tentang cara
penukilan ini kecuali pada umat Muhammad, dan cara penukilan ini: yaitu seorang
murid menghafal Al-Qur'an dihadapan gurunya dengan cara hafalan dalam hati, dan
gurunya tersebut telah menghafalnya dari gurunya juga, kemudian guru tersebut
memberikan idzin kepada muridnya yang berupa persaksian dengan nama
"ijazah", padanya guru tersebut bersaksi bahwa muridnya telah membaca
kepadanya sebagaimana yang dia lakukan kepada gurunya, setiap dari mereka
menyebutkan nama gurunya hingga sanadnya sampai kepada Rasulullah, demikianlah tasalsul(mata
rantai) sanad dari seorang murid hingga sampai kepada Rasul, dan demikian
pula tasalsul sanad secara lisan dari seorang murid hingga sampai kepada
Rasulullah.
Banyak dalil-dalil yang kuat dan
bukti-bukti sejarah –yang juga sampai dengan turun temurun secara sanad- yang
memberi keterangan tentang setiap surat
dan setiap ayat dari Al-Qur'an, dimana ia turun dan kapan diturunkan kepada
Muhammad.
3
Bahwasanya
bahasa-bahasa yang denganya kitab-kitab terdahulu diturunkan telah punah sejak zaman dahulu, sehingga
tidak didapati seorangpun yang berbicara dengannya, dan sedikit sekali yang
memahaminya pada saat ini, adapun bahasa yang dengannya Al-Qur'an diturunkan
adalah bahasa hidup yang pada hari ini masih dijadikan sebagai alat komunikasi
oleh puluhan juta jiwa, dan ia masih dipelajari dan diajarkan pada setiap
penjuru dunia, dan barang siapa yang tidak mempelajarinya, ia tetap akan
mendapati pada setiap tempat orang yang akan memahamkan kepadanya makna-makna
Al-Qur'an.
4
Bahwasanya
kitab-kitab terdahulu diturunkan untuk zaman tertentu, ia ditujukan kepada
suatu umat, bukan untuk seluruh umat manusia, oleh karenya ia memuat
hukum-hukum yang khusus dengan umat tersebut pada zamannya, selama demikian
adanya, maka ia tidak sesuai untuk dijadikan bagi seluruh manusia.
Sedangkan Al-Qur'anul Adzim adalah
kitab yang mencakup seluruh zaman, sesuai bagi seluruh tempat, memuat
hukum-hukum, muamalah serta akhlak-akhlak yang cocok bagi setiap umat, dan
sesuai bagi setiap zaman, sehingga seruan yang ada padanya ditujukan kepada
manusia seluruhnya..
Dari semua itu diketahui, bahwasanya
tidak mungkin Allah menjadikan hujjah-Nya atas manusia dalam kitab-kitab yang
tidak lagi otentik naskah-naskahnya, dan tidak ada pula diatas muka bumi ini
orang yang berbicara dengan bahasa yang dipergunakan untuk menulis kitab-kitab
tersebut setelah ia dirubah… akan tetapi hujjah Allah atas makhluknya hanya ada
dalam kitab yang masih terjaga dan selamat dari segala bentuk tambahan dan
pengurangan ataupun penyimpangan, bentuk aslinya masih tersebar di setiap
tempat, ditulis dengan bahasa yang masih hidup sehingga dapat dibaca oleh
jutaan manusia, dan merekapun menyampaikan risalah-risalah Allah kepada orang
lain. Kitab tersebut adalah [Al-Qur'anul Adzim] yang telah Allah turunkan
kepada Muhammad, ia adalah penguat kitab-kitab terdahulu, pembenar atasnya
–sebelum diadakan perubahan-, sebagai bukti baginya, dan ia adalah yang
diwajibkan bagi seluruh manusia untuk mengikutinya, agar ia dapat menjadi
cahaya bagi mereka, menjadi penyembuh, petunjuk dan juga rahmat, Allah berfirman:
" وهذا كتاب أنزلناه
مبارك فاتبعوه واتقوا لعلكم ترحمون "
"Dan
Al-Qur'an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia
dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat"
" قل يا أيّها الناس
إني رسول الله إليكم جميعًا "
"Hai
sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua".
Keempat: Iman kepada para Rasul :
Bahwasanya Allah telah mengutus para
Rasul kepada makhluk-Nya untuk memberi kabar gembira kepada mereka dengan
kenikmatan jika mereka beriman kepada Allah dan mempercayai para Rasul-Nya,
merekapun bertugas untuk memberi peringatan akan adzab jika umat manusia
berbuat maksiat, firman Allah:
" ولقد بعثنا في كل
أمة رسولاً أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت "
"Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
"sembahlah Allah (saja) dan jauhilah taghut itu"
"رسلاً مبشرين ومنذرين
لئلاّ يكون للناس على الله حجة بعد الرسل "
"(Mereka
Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya
rasul-rasul itu".
Para Rasul tersebut berjumlah banyak,
dimulai oleh Nuh dan diakhiri oleh Muhammad, diantara mereka ada yang Allah
kabarkan kepada kita tentangnya, seperti: Ibrahim, Musa, Isa, Dawud, Yahya,
Zakaria dan Shalih, dan diantara mereka ada juga yang tidak Allah sebutkan
kabar tentangnya, Allah berfirman:
" ورسلاً قد قصصناهم
عليك من قبل ورسلاً لم نقصصهم عليك "
"Dan
(Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang
mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka
kepadamu".
Para Rasul tersebut seluruhnya manusia
yang Allah ciptakan, mereka tidak memiliki kekhususan sama sekali dalam
permasalahan rububiyyah dan uluhiyyah, sehingga tidak boleh dipalingkan kepada
mereka sedikitpun dari ibadah, dan merekapun tidak memiliki manfaat ataupun
mudharat terhadap diri sendiri, Allah berfirman tentang Nuh, bahwa dia berkata
kepada kaumnya:
" ولا أقول لكم عندي
خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول إني ملك "
"Dan
aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "aku mempunyai gudang-gudang
rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak
(pula) aku mengatakan: "bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat",
dan Allah memerintahkan kepada Muhammad –yang terakhir dari mereka- untuk
berkata:
" لا أقول لكم عندي
خزائن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول لكم إني ملك "
"Katakanlah:
"aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan
kepadamu bahwa aku seorang malaikat", dan hendaklah mengatakan:
" لا أملك لنفسي نفعًا
ولا ضرًا إلاّ ما شاء الله "
"Katakanlah:
"aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula)
menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah".
Para Nabi adalah hamba-hamba Allah
yang dimuliakan, mereka dipilih oleh Allah dan dimuliakan dengan risalah, dan
tetap disifati sebagai hamba, agama mereka adalah Islam, dan Allah tidak akan
menerima agama selainnya, Allah berfirman:
" إن الدين عند الله
الإسلام "
"Sesungguhnya
agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam", risalah-risalah
mereka memiliki kesamaan pada prinsip/dasar, sedang syariat-syariatnya bercabang-cabang, sebagaimana firman Allah:
" لكلّ جعلنا منكم شرعة
ومنهاجًا "
"Untuk
tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang",
penutup seluruh syari'at ini adalah syari'at Muhammad, ia merupakan penghapus
bagi seluruh syari'at yang telah lalu, dan bahwa risalahnya merupakan penutup
bagi risalah-risalah yang lain, dan beliau adalah penutup para Rasul.
Barang siapa yang beriman dengan
seorang Nabi, maka dia berkewajiban untuk beriman dengan seluruhnya, dan barang
siapa yang mendustai seorang Nabi, berarti dia telah mendustakan seluruhnya,
karena seluruh Nabi dan Rasul mengajak untuk beriman kepada Allah,
malaikat-Nya, kitab-Nya, Rasul-Nya dan hari akhir, dan juga karena agama mereka
satu, sehingga siapa yang membedakan diantara mereka atau beriman dengan
sebagian dan mengkufuri sebagian lainnya, maka dia telah kufur terhadap mereka
seluruhnya, karena setiap dari mereka menyeru kepada iman terhadap seluruh Nabi
dan Rasul. Allah berfirman:
" آمن الرسول بما أنزل
إليه من ربه والمؤمنون كلّ آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله
"
"Rasul
telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya,
demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka
mengatakan): "kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang
lain) dari rasul-rasul-Nya"
"Sesungguhnya
orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud
memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan
mengatakan: "kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap
sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil
jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) (150) merekalah
orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang
yang kafir itu siksaan yang menghinakan".
Kelima:
Iman kepada hari akhir:
bahwa penghujung setiap makhluk dari dunia ini adalah kematian! Maka apa
kelanjutan manusia setelah mati? Apakah tempat bagi pelaku kedzoliman yang
telah selamat dari adzab dunia, apakah mereka akan selamat dari perbuatan
dzolimnya? Serta orang-orang yang berbuat kebaikan, yang kehilangan bagian
serta ganjaran atas kebaikannya ketika di dunia, apakah dia akan hilang
ganjarannya?
Sesungguhnya manusia saling beriringan
menuju kematian, generasi demi generasi, sehingga tatkala Allah menghendaki
untuk berakhirnya dunia ini, dan seluruh makhluk telah binasa secara nyata,
Allah bangkitkan kembali seluruhnya pada suatu hari yang dipersaksikan, Allah
kumpulkan yang dari terdahulu sampai yang terakhir, kemudian seluruh hamba akan
dihisab menurut amalnya masing-masing, dari kebaikan dan kejelekan yang telah
mereka perbuat ketika di dunia, sehingga kaum mukminin di arahkan ke surga dan
orang-orang kafir digiring menuju neraka.
Surga adalah: Kenikmatan yang Allah
siapkan bagi wali-wali-Nya yang beriman, padanya terdapat berbagai macam
kenikmatan yang tidak dapat dibayangkan sifatnya oleh siapapun, padanya
terdapat seratus derajat (tingkatan), setiap tingkatan di isi oleh penghuni,
sesuai dengan kadar keimanan dan ketaatannya kepada Allah, dan yang paling
rendah tingkatannya akan diberikan kepadanya kenikmatan yang sama seperti
sebuah kerajaan yang ada didunia dan dilipat gandakan sebanyak sepuluh kali
lipat.
Neraka: adalah adzab yang Allah siapkan
bagi dia yang mengkufuri-Nya, padanya terdapat berbagai bentuk adzab yang
menakutkan untuk disebut, dan jika seandainya Allah memberi idzin kematian
untuk seseorang di akherat, niscaya seluruh penghuni neraka akan langsung
meninggal hanya dengan melihat neraka saja.
Allah telah mengetahui –dengan
ilmu-Nya- atas apa yang akan dikatakan dan dikerjakan oleh setiap orang, dari
kebaikan atau kejelekan, secara tersembunyi ataupun terang-terangan, kemudian
diwakilkan bagi setiap orang dua malaikat, yang satu mencatat kebaikan dan yang
lain mencatat kejelekan, tidak ada yang terlewat sedikitpun dari keduanya,
Allah berfirman:
" ما يلفظ من قول إلا
لديه رقيب عتيد "
"Tiada
suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas
yang selalu hadir", amalan-amalan ini akan dicatat pada sebuah kitab
yang akan diberikan kepada setiap manusia pada hari kiamat, Allah berfirman:
" ووضع الكتاب فترى
المجرمين مشفقين ممّا فيه ويقولون يا ويلتنا ما لهذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة
إلاّ أحصاها ووجدوا ما عملوا حاضرًا ولا يظلم ربّك أحدًا "
"Dan
diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan
terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai
celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak
(pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang
telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorangpun",
lalu dia baca kitabnya dengan tanpa mengingkari sedikitpun darinya, dan barang
siapa yang mengingkari amal perbuatannya, maka Allah akan menjadikan
pendengaran, penglihatan, kedua tangan, kedua kaki dan kulitnya berbicara tentang seluruh apa yang telah
diamalkannya, Allah berfirman:
"Dan
mereka berkata kepada kulit mereka: "mengapa kamu menjadi saksi terhadap
kami?" kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu
pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang
menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu
dikembalikan" (21) kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari
persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira
bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan".
Iman kepada hari akhir -yaitu hari kiamat dan hari
kebangkitkan telah didisampaikan oleh seluruh Nabi dan Rasul, firman Allah:
" ومن آياته أنك ترى
الأرض خاشعة فإذا أنزلنا عليها الماء اهتزت وربت إن الذي أحياها لمحيي الموتى إنه على
كل شيء
قدير
"
"Dan
sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering
tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan
subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang
mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", dan
firman-Nya:
" أو لم يروا أن الله
الذي خلق السموات والأرض ولم يعي بخلقهن بقادر على أن يحيي الموتى "
"Dan
apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan
langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa
menghidupkan orang-orang mati?", ini semua sesuai dengan hikmah Allah
SWT, karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan ciptaannya dengan sia-sia, dan
tidak meninggalkan mereka dengan begitu saja, sebab orang yang paling lemah
akalnya tidak mungkin akan mengamalkan suatu amalan –yang memiliki akibat-
tanpa memiliki tujuan yang jelas, dan tanpa maksud darinya, maka bagaimana
mungkin tidak tergambarkan yang seperti ini oleh manusia, kemudian dia akan
mengira bahwa Rabb-nya telah menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia, dan akan
meninggalkan mereka begitu saja, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka
katakan, firman-Nya:
" أفحسبتم أنما خلقناكم
عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون "
"Maka
apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main
(saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?", dan
firman-Nya:
" وما خلقنا السماء
والأرض وما بينهما باطلاً ذلك ظن الذين كفروا فويل للذين كفروا من النار "
"Dan
Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa
hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah
orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka".
Semua orang yang berakal bersaksi atas
keimanan mereka kepada hari akhir, dan
itulah yang menjadi tuntutan akal, dan yang diterima oleh fitrah yang lurus,
karena apabila seorang manusia beriman dengan hari kiamat, maka dia akan
menyadari kenapa manusia meninggalkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu untuk
mengharap apa yang ada di sisi Allah, kemudian diapun akan mendapati bahwa
siapa yang berbuat dzolim terhadap orang lain, maka dia akan mengambil
bagiannya, orang lain akan mengqishasnya pada hari kiamat, dan bahwa manusia
pasti akan mendapatkan ganjarannya, apabila baik dengan kebaikan dan apabila
jelek dengan keburukan, agar setiap jiwa diganjar sesuai dengan apa yang dia
usahakan, sehingga terealisasilah keadilan Ilahi, firman Allah:
"Barang
siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya (7) dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat
dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".
Tidak ada satu makhlukpun yang
mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, hari ini tidak diketahui oleh Nabi
yang diutus, tidak pula oleh malaikat yang didekatkan, akan tetapi ia khusus
hanya ada pada Allah ilmunya, sebagaimana firman-Nya:
" يسألونك عن الساعة
أيّان مرساها قل إنما علمها عند ربي لا يجلّيها لوقتها إلاّ هو "
"Mereka
menanyakan kepadamu tentang kiamat: "bilakah terjadinya?" katakanlah:
"sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhan-ku;
tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia",
dan firman-Nya:
" إن الله عنده علم
الساعة "
"Sesungguhnya
Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat".
Keenam: Iman dengan qadha dan qadar:
yaitu dengan beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi
dan yang akan terjadi, Dia mengetahui segala keadaan hamba dan amalan, ajal
serta rizki mereka, Allah berfirman:
" إن الله بكلّ شيء
عليم "
"Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu", juga firman-Nya:
" وعنده مفاتح الغيب
لا يعلمها إلا هو ويعلم ما في البر والبحر وما تسقط من ورقة إلاّ يعلمها ولا حبة في
ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين "
"Dan
pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan
tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak
jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",
dan semua itu tertulis dalam kitab di sisi-Nya, Allah berfirman:
" و كل شيء أحصيناه
في إمام مبين "
"Dan
segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)"
" ألم تعلم أن الله
يعلم ما في السماء والأرض إن ذلك في كتاب إن ذلك على الله يسير "
"Apakah
kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di
langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab
(Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah",
apabila Allah menghendaki sesuatu, maka Dia akan berkata: jadilah!, maka
jadilah ia, sebagaimana firman-Nya:
" إنما أمره إذا أراد
شيئا أن يقول له كن فيكون "
"Sesungguhnya
perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
"Jadilah!" maka terjadilah ia". Sebagaimana Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu, Dia-pun Maha Pencipta atas segala sesuatu, firman-Nya:
" إنا كلّ شيء خلقناه
بقدر "
"Sesungguhnya
Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran" dan firman-Nya:
" الله خالق كلّ شيء
"
"Allah
menciptakan segala sesuatu", Dia ciptakan hamba agar mereka
menta'ati-Nya, menjelaskan kepada mereka cara mentaatinya dan memerintahkan
mereka agar mentaati dengannya, melarang mereka dari perbuatan maksiat dan
menjelaskannya, Dia jadikan pada mereka kemampuan dan kehendak yang dapat
dipergunakan untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka mendapatkan
ganjaran, dan barang siapa yang terjerumus kedalam maksiat, maka dia berhak
untuk mendapat azab.
Apabila
manusia telah beriman kepada qadha dan qadar, maka akan terwujud baginya
beberapa hal berikut ini:
1
Ia
akan bergantung kepada Allah ketika melaksanakan berbagai sebab(usaha atau
upaya dalam meraih sesuatu), karena dia mengetahui bahwa sebab dan akibat
(hasil), seluruhnya berada dibawah kehendak dan kekuasaan Allah.
2
Rileksnya
jiwa dan tenanganya hati, karena ketika dia mengetahui bahwa itu terjadi dengan
kehendak dan kekuasaan Allah, dan bahwa apa yang dibenci dan telah ditetapkan
pasti terjadi, maka akan tenanglah jiwanya dan ridha akan takdir Allah. Tidak
ada seorangpun yang lebih baik hidupnya dan lebih rileks jiwanya serta lebih
kuat tumakninahnya (ketenanganya) dari orang yang beriman dengan takdir.
3
Tersingkirnya
rasa bangga diri ketika mendapatkan apa yang diinginkan, karena ia bisa meraih
yang demikian itu merupakan suatu nikmat dari Allah melalui sebab-sebab
kebaikan dan kemenangan yang telah Dia tentukan, sehingga dia bersyukur kepada
Allah atas semua itu.
4
Tersingkirnya
rasa gundah dan gulana ketika kehilangan apa yang dia inginkan ataupun ketika
mendapat apa yang dia benci, karena semua itu terjadi dengan kehendak Allah
yang tidak dapat ditolak perintah-Nya, dan tidak ada yang dapat menghukumi atas
putusan-Nya, ia pasti akan terjadi, sehingga dia bisa bersabar dan mengharap
ganjaran dari Allah, firman-Nya:
"Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (22)
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa
yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri".
5
Tawakkal
yang sempurna terhadap Allah Ta'ala, karena seorang muslim mengetahui
bahwasanya di tangan-Nyalah –satu-satunya- seluruh manfaat dan mudharat,
sehingga dia tidak akan merasa takut kepada kekuatan seorang yang kuat, dan
tidak pula berpura-pura mengerjakan suatu amal kebaikan karena merasa takut
kepada seseorang, bersabda Nabi kepada ibnu Abbas :
" واعلم أن الأمة لو
اجتمعوا على أن ينفعوك لم ينفعوك إلاّ بشيء قد كتبه الله لك,
ولو
اجتمعوا على أن يضروك لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك "
"Ketahuilah, kalau
seandainya seluruh umat berkumpul untuk menyalurkan suatu manfaat kepadamu
niscaya mereka tidak akan dapat menyalurkannya kepadamu, kecuali pada apa-apa
yang telah Allah takdirkan untukmu, dan kalau seandainya mereka berkumpul untuk
mendatangkan suatu kemudharatan terhadapmu, niscaya hal tersebut tidak akan
menimpamu, kecuali jika ia telah ditakdirkan akan menimpamu".
* * * * * *
Urutan Ketiga
Al-Ihsan, dan ia hanya satu rukun,
yaitu:
Anda beribadah kepada Allah
seolah-olah Anda melihat-Nya, dan jika Anda
tidak mampu melihat-Nya maka yakinilah bahwa Dia melihat Anda. Sehingga
umat manusia dapat beribadah kepada Allah dengan sifat yang seperti ini, yaitu
dengan menghadirkan kedekatan-Nya, dan bahwa Dia berada di hadapannya, karena
yang demikian dapat mendatangkan rasa tunduk, takut, ngeri dan rasa hormat,
juga ia mewajibankan adanya nasehat dalam pelaksanaan ibadah, serta
bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menyempurnakannya.
Apabila
seorang hamba bermuroqobah(merasakan adanya pengawasan) terhadap Rabb-nya dalam
pelaksanaan ibadah, dan merasakan akan kedekatan-Nya sehingga merasa
seolah-olah dia melihat-Nya, dan apabila hal tersebut terasa berat baginya,
maka hendaklah dia menggunakan pertolongan untuk merealisasikannya dengan
mengimani bahwa Allah melihatnya dan mengetahui apa yang dirahasiakan dan yang
ditampakkannya, yang tersembunyi dan yang terlihat, serta tidak ada yang
tersembunyi dari-Nya sedikitpun dari seluruh perkara.
Seorang hamba yang telah mencapai
kedudukan ini niscaya akan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, tidak
berpaling kepada siapapun selain-Nya, tidak menunggu pujian orang lain, dan
tidak pula takut dari celaan mereka, karena telah cukup baginya keridhoan
Rabb-nya serta pujian Penciptanya.
Dia adalah seorang yang sama disisinya
antara apa yang dia tampakkan dan dia sembunyikan, dia adalah seorang yang
beribadah kepada Rabb-nya dalam keadaan sendiri ataupun dihadapan orang lain,
memiliki keyakinan –keyakinan yang sesungguhnya- bahwa Allah mengetahui apa
yang dia fikirkan dalam hatinya dan apa yang dibisikkan oleh sanubarinya,
keimanan menguasai hatinya, dan dia selalu merasa berada dalam pengawasan
Rabb-nya, sehingga berserah dirilah anggota tubuhnya terhadap Sang Pengatur,
tidak mengerjakan suatu amalan kecuali apa yang dicintai dan diridhoi oleh
Allah, dan berserah diri seluruhnya kepada Rabb-nya.
Karena hatinya bergantung kepada
Allah, maka dia tidak meminta pertolongan kepada makhluk, sebab merasa cukup
dari apa yang didapatnya dari Allah. Dia tidak mengeluh kepada orang lain,
karena dia telah menyerahkan seluruh keperluannya kepada Allah dan cukuplah Dia
sebagai penolong. Dia tidak merasa ngeri dari suatu tempat dan tidak takut dari
siapapun, karena dia mengetahui bahwa Allah bersamanya dalam setiap keadaan,
cukuplah Dia sebaik-baiknya penolong, dia tidak meninggalkan suatu perintah
yang Allah perintahkan dan tidak pula terjerumus kedalam maksiat-Nya, karena
dia merasa malu dari Allah, dan takut jika Dia kehilangan dirinya saat dating
perintah-Nya atau Allah mendapatinya berada pada sesuatu yang dilarang-Nya, dia
tidak akan melanggar batasan atau berbuat zolim terhadap suatu makhluk ataupun
juga mengambil hak orang lain, karena dia mengetahui bahwa Allah
memperhatikannya dan bahwasanya Dia akan menghisab sesuai dengan apa yang
dikerjakannya.
Dia tidak akan membuat kerusakan di
muka bumi, karena dia mengetahui bahwa
kebaikan-kebaikan yang ada padanya adalah milik Allah yang Dia siapkan
untuk seluruh makhluk, sehingga dia akan mengambil sesuai dengan apa yang
dibutuhkannya, dan bersyukur kepada Rabb yang telah memudahkan itu baginya.
* *
* * *
Sesungguhnya apa yang telah saya
sebutkan kepada Anda, dan saya tampilkan dihadapan Anda dalam buku kecil ini
tidak lain adalah perkara-perkara penting, dan rukun-rukun yang agung dari
Islam. Rukun-rukun ini adalah sesuatu yang apabila seorang hamba beriman
dengannya dan mengamalkannya, niscaya dia akan menjadi seorang muslim, karena
sesungguhnya Islam –sebagaimana yang telah saya sebutkan untuk anda- adalah
agama dan dunia, ibadah dan manhaj kehidupan, sesungguhnya ia adalah peraturan
Ilahi yang sempurna dan menyeluruh, syari'atnya mencakup seluruh yang diperlukan oleh pribadi ataupun umat
dengan kadar yang sama dalam seluruh dimensi kehidupan kehidupan, baik
keyakinan(agama), politik, ekonomi, kemasyarakatan maupun keamanan.. padanya
manusia akan mendapatkan kaidah-kaidah, landasan-landasan dan hukum-hukum yang
mengatur segala keadaan, baik damai maupun perang, dalam segala hak dan
kewajiban, juga menjaga kehormatan manusia, burung, binatang serta keadaan
disekitarnya, menerangkan tentang hak-hak manusia, kehidupan, kematian, kebangkitan
setelah mati. Dan padanya akan didapat –pula- pedoman yang paling tepat bagi
tata cara pergaulan manusia dengan mereka yang berada di sekitarnya, seperti
firman Allah SWT:
"Serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia."
Serta
dalam firman-Nya:
"Dan
memaafkan (kesalahan) orang."
Lalu
firman-Nya:
"
ولا
يجرمنّكم شنآن قوم على ألاّ تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى "
"Dan
janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk
berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa".
Sangat baik bagi kita, setelah
menampilkan urutan-urutan agama ini, beserta rukun-rukun dari setiap urutannya,
untuk menyebutkan gambaran ringan tentang kebaikan-kebaikannya.
* * * * * *
Di antara
keistimewaan-keistimewaan Islam*
Pena tidak akan mampu untuk menyebut
seluruh keistimewaan dan kebaikan Islam, dan kata-kata juga tak akan berdaya
untuk dapat menyebutkan seluruh keutamaan agama ini, tidak lain karena agama
ini adalah agama Allah Ta'ala, sebagaimana pandangan tidak kuasa melihat Allah,
dan ilmu manusiapun tidak dapat menguasainya, begitu pula dengan syari'at Allah
tidak bisa disifati keseluruhanya dengan pena. Telah berkata Ibnul Qoyyim
rahimahullah: "Apabila anda memperhatikan hikmah yang terpancar pada agama
yang lurus dan millah yang hanifiyyah ini, serta syari'at Muhammadiyyah yang
tidak dapat diungkapkan akan kesempurnaannya, tidak dapat disifati
keindahannya, dan akal orang-orang pintar –walaupun mereka dikumpulkan dan dan
disatukan pada orang yang paling sempurna dari mereka- tidak mampu mengusulkan
sesuatu yang melebihinya, dan cukuplah dengan akal sempurna untuk mengetahui
keindahannya, dan bersaksi akan keutamaannya, bahwasanya seluruh alam ini tidak
akan mendapatkan syari'at yang lebih lengkap, lebih mulia dan lebih agung
darinya.. kalau seandainya tidak datang rasul dengan membawa penerang untuknya,
niscaya ia sudah cukup sebagai penerang dan tanda serta saksi bahwa ia datang
dari sisi Allah, seluruhnya bersaksi akan kesempurnaan ilmu, kesempurnaan
hikmah, luasnya rahmat, kabaikan dan ihsan, menguasai pengetahuan akan yang
ghaib dan terlihat, juga pengetahuan akan segala permulaan dan segala akibat,
dan bahwasanya ia adalah termasuk kenikmatan Allah terbesar yang Dia anugrahkan
kepada hamba-hamba-Nya, sehingga tidak ada kenikmatan yang dianugrahkan
kepadanya melebihi kemuliannya dengan ditunjuki kepada Islam, menjadikannya
sebagai pemeluk, dan termasuk orang yang ridho terhadapnya, oleh karena itu Dia
memberi karunia kepada hamba-Nya dengan memberinya hidayah, Allah berfirman:
" لقد منّ الله على المؤمنين إذ بعث
فيهم رسولاً من أنفسهم يتلو عليهم آياته ويزكّيهم ويعلّمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا
من قبل لفي ضلال مبين "
"Sungguh
Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah
mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang
membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan
mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum
(kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata",
dan Allah berfirman dengan memberi tahu kepada hamba-hamba-Nya dan
mengingatkannya akan keagungan nikmat-Nya kepada mereka, agar mereka bersyukur
kepada-Nya karena telah dijadikan termasuk dari pemeluknya: "Pada hari
ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu".
Di antara syukur kita kepada Allah
SWT dengan agama ini, kita akan menyebutkan sedikit dari kebaikan-kebaikannya:
1
Bahwasanya
ia adalah agama Allah:
Bahwa ia adalah agama yang diridhai
oleh Allah, rasul-Nya diutus untuk membawanya dan diidzinkan kepada makhluk-Nya
untuk beribadah kepada Allah melaluinya, sebagaimana tidak sama antara
pencipta(Allah) dan yang diciptakan(makhluk), maka tidak sama pula antara
agama-Nya –yaitu Islam- dengan hukum-hukum serta agama-agama para makhluknya,uh
dan sebagaimana Allah mensifati diri-Nya dengan kesempurnaan yang mutlak, maka
demikian pula dengan agama-Nya yang memiliki kesempurnaan mutlak dalam
menunaikan syari'at yang sesuai dengan kehidupan dan tempat kembalinya manusia,
juga mencakup hak-hak pencipta serta kewajiban-kewajiban hamba terhadap-Nya,
serta hak sebagian dari mereka terhadap sebagian lainnya, dan kewajiban
sebagian mereka terhadap sebagian lainnya.
2
Menyeluruh:
Di antara apa yang paling menonjol
dari agama ini bahwa ia paling mencakup atas segala sesuatu. Allah SWT
berfirman:
"
ما فرطنا في الكتاب من شيء "
"Tidaklah Kami alpakan
sesuatupun di dalam Al-Kitab", agama ini mencakup segala sesuatu yang
berhubungan dengan sang pencipta, mulai dari nama-nama dan sifat-sifat Allah
hingga hak-hak-Nya, juga seluruh yang berhubungan dengan makhluk dari syari'at,
tugas, akhlak dan pergaulan. Agama ini mencakup pula kabar-kabar tentang mereka
yang terdahulu dan yang akan datang, para malaikat, para nabi, dan para rasul,
iapun bercerita tentang langit, bumi, angkasa luar, bintang, lautan, tumbuhan
dan alam. Disebutkan pula sebab adanya makhluk, tujuan serta akhir darinya,
disebutkan surga dan tempat kembali kaum mukminin serta neraka dan tempat
berakhirnya orang-orang kafir.
3
Bahwa
ia sebagai penghubung antara pencipta dengan makhluk:
Setiap agama dan kepercayaan yang
batil hanya menghubungkan antara manusia dengan manusia sejenisnya, yang mana
setiap dari mereka memungkinkan untuk mati, lemah dan sakit, bahkan mungkin
juga akan dihubungkan dengan manusia yang telah mati sejak ratusan tahun lalu
dan telah menjadi tulang serta tanah.. sedang agama ini yaitu Islam memiliki
keistimewaan bahwa ia dapat menghubungkan manusia dengan penciptanya secara
langsung, tanpa adanya pendeta dan tidak pula orang suci, serta tidak pula
rahasia suci, akan tetapi ia hanyalah hubungan langsung antara Pencipta dengan
makhluk-Nya, hubungan yang mengikat akal dengan Rabb-nya sehingga ia menjadi
bercahaya, mendapat petunjuk, meningkat, meninggi dan menginginkan
kesempurnaan, iapun menjadi lebih tinggi dari orang-orang rendahan dan bawahan,
karena setiap hati yang tidak dihubungkan dengan Rabb-nya, maka ia akan menjadi
lebih sesat dari binatang ternak.
Ia adalah hubungan antara Pencipta
dengan makhluk-Nya, yang darinya bisa diketahui keinginan Allah, sehingga
seseorang dapat menyembah-Nya dengan pengetahuan yang jelas, juga mengenal
sisi-sisi yang dapat mendatangkan ridha-Nya lalu ia berusaha mendapatkanya, dan
sisi-sisi yang dapat mengundang murka-Nya maka ia menjauhinya.
Ia adalah hubungan antara Pencipta
yang Agung dengan makhluk yang lemah lagi fakir, sehingga ia dapat meminta
dari-Nya bantuan, pertolongan dan petunjuk, juga meminta perlindungan
kepada-Nya dari tipu daya para penipu dan godaan setan.
4
Memperhatikan maslahat dunia dan akherat:
Syari'at Islam dibangun atas dasar memperhatikan maslahat-maslahat
dunia, akherat dan penyempurnaan akhlak mulia.
Adapun keterangan akan maslahat akherat, telah diterangkan
bentuk-bentuknya oleh syari'at ini, tidak ada yang terlalaikan darinya sedikitpun,
bahkan ia ditafsirkan dan dijelaskan oleh syariat agar tidak ada yang tidak
mengetahuinya, sehingga seseorang dijanjikan dengan kenikmatannya dan diancaman
dengan azabnya.
Adapun keterangan tentang maslahat dunia: Allah telah mensyari'atkan pada
agama ini apa yang dapat digunakan oleh manusia untuk menjaga agama, jiwa,
harta, keturunan, kehormatan dan akalnya.
Adapun keterangan akhlak mulia: Syariat telah memerintahkanya secara
zohir dan batin, dan melarang dari keburukan dan kerendahan akhlak, diantara
akhlak yang tampak adalah kebersihan, kesucian dan membersihkan dari kotoran
serta najis, iapun menganjurkan kepada kebersihan dan kebaikan penampilan,
mengharamkan kejelekan-kejelekan seperti: zina, minuman keras, memakan bangkai,
darah dan daging babi, serta memerintahkan untuk memakan yang baik-baik dan
melarang dari perbuatan berlebih-lebihan dan tabzir.
Adapun kebersihan batiniyah: Kembali kepada berlepasnya diri dari akhlak
tercela dan menghiasi diri dengan perkara yang terpuji darinya. Akhlak-akhlak
yang tercela seperti dusta, perbuatan jahat, marah, dengki, kikir, menghinakan
diri, mencintai kedudukan, mencintai dunia, sombong, takabur dan riya. Diantara
akhlak-akhlak terpuji adalah: berperilaku baik, menjadi teman yang baik dengan
sesama makhluk, berbuat baik terhadap mereka, berlaku adil, rendah diri, jujur,
dermawan, mengasihi, bertawakal kepada Allah, ikhlas, takut kepada Allah, sabar
dan bersyukur.
5
Mudah:
Ia adalah salah satu sifat yang
membedakan agama ini; pada setiap syi'ar dari syi'ar-syi'arnya terdapat
kemudahan, seluruh ibadahnya mudah, Allah berfirman:
"
وما جعل عليكم في الدين من حرج "
"Dan Dia sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan", yang pertama dari
kemudahan ini: Bahwa barang siapa yang ingin memeluk agama ini tidak memerlukan
perantara manusia, atau dengan pengakuan atas apa yang telah lalu, bahkan yang
harus dia lakukan adalah bersuci dan membersihkan diri, lalu mengucapkan dua
kalimat syahadat, dengan meyakini akan kandungan makna dari keduanya serta
mengamalkan sesuai dengan kandungannya.
Kemudian
setiap ibadah akan dimasuki oleh kemudahan dan keringanan apabila seseorang
sedang dalam bepergian atau sakit, namun akan tetap dicatat baginya amalan yang
sama seperti apa yang dikerjakan ketika sedang sehat dan sedang tidak
bepergian. Bahkan bahwa kehidupan seorang muslim menjadi mudah dan tenang,
berbeda dengan kehidupan orang-orang kafir yang sempit dan sulit. Begitupula
dengan kematian seorang muslim yang mudah, yaitu dengan keluarnya ruh darinya
sebagaimana keluarnya tetesan dari sebuah bejana, Allah berfirman:
"
الذين تتوفّاهم الملائكة طيبين يقولون
سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون "
"(yaitu) orang-orang yang
diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada
mereka): "salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan
apa yang telah kamu kerjakan". Adapun orang kafir, maka malaikat yang keras lagi kasar akan hadir
saat kematianya, mereka akan memukulinya dengan pecut, Allah berfirman:
"
ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة
باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم اليوم تجزون عذاب الهون بما كنتم تقولون على الله غير
الحق وكنتم عن آياته تستكبرون "
"Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam
tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,
(sambil berkata): "keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas
dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap
Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat-Nya", dan firman-Nya
"
ولو ترى إذ يتوفى الذين كفروا الملائكة
يضربون وجوههم وأدبارهم وذوقوا عذاب الحريق "
"Kalau kamu melihat ketika
para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan
belakang mereka (dan berkata): "rasakanlah olehmu siksa neraka yang
membakar" (tentulah kamu akan merasa ngeri)".
6
Adil:
Bahwasanya yang menetapkan syari'at
Islam adalah Allah satu-satunya, Dialah pencipta seluruh makhluk, baik itu yang
putih, hitam, laki-laki dan wanita, mereka seluruhnya dihadapan hukum, keadilan
serta rahmat-Nya sama. Dia telah mensyari'atkan bagi tiap laki-laki dan wanita
apa yang pantas untuknya, sehingga merupakan suatu yang mustahil memudahkan
syari'at bagi laki-laki dan mempersulit wanita, atau wanita dimuliakan dan
laki-laki dizolimi, atau mengkhususkan bagi yang berkulit putih beberapa
kekhususan yang orang berkulit hitam dilarang darinya, seluruhnya dihadapan
syari'at Allah adalah sama, tidak ada perbedaan diantara mereka kecuali dengan
ketakwaan.
7
Amar
ma'ruf nahi munkar:
Syari'at ini memiliki satu
keistimewaan dan karakter yang mulia, ia adalah: amar ma'ruf nahi munkar
(memerintah kepada yang baik dan mencegah dari kemunkaran). Diwajibkan atas
setiap muslim dan muslimah, telah baligh, berakal dan memiliki kemampuan untuk
memerintah dan melarang sesuai dengan kemampuannya, menurut urutan yang ada
dalam perintah dan larangan, yaitu memerintah atau melarang dengan menggunakan
tangannya, apabila tidak mampu maka menggunakan lisannya, dan jika tidak mampu
pula maka menggunakan hatinya. Dengan ini seluruh umat akan menjadi pengawas
bagi yang lain, setiap orang berkewajiban untuk beramar ma'ruf nahi munkar
kepada dia yang lalai dalam melaksanakan kebaikan atau dia yang terjerumus
dalam kemungkaran, baik dia itu seorang hakim atau yang tertindak, sesuai
dengan kemampuannya dan menurut kaidah-kaidah syari'at yang mengaturnya.
Perkara ini –sebagaimana yang anda
saksikan- merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang sesuai dengan
kemampuannya, pada saat yang sama system perpolitikan Dewasa ini merasa bangga
telah memberi kebebasan kepada partai-partai oposisi untuk mengawasi jalanya pemerintahan dan
pelaksanaan aparatur pemerintahan.
Inilah sebagian dari
kelebihan-kelebihan islam, dan jika anda ingin lebih detail niscaya akan
memerlukan waktu untuk membahas setiap syi'ar, setiap kewajiban, setiap
perintah, setiap larangan guna menjelaskan hikmah yang ada padanya, syari'at
yang teratur, kebaikan yang agung dan kesempurnaan yang terputus pandangannya,
dan barang siapa yang mengamati syari'at-syari'at agama ini niscaya dia akan tahu
–dengan seyakinnya- kalau ia berasal dari sisi Allah, dan bahwasanya ia
merupakan suatu kebenaran yang tidak ada keraguan padanya, serta petunjuk yang
tidak ada kesesatan padanya.
Apabila anda ingin kembali kepada
Allah, mengikuti syari'at-Nya dan mengikuti petunjuk nabi-nabi dan
rasul-rasul-Nya, maka sesungguhnya pintu taubat terbuka, dan Rabb anda Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengajak untuk memberi ampunan kepada anda.
* * * * * *
Taubat
Bersabda Rasullullah SAW:
"
كلّ ابن آدم خطاء , وخير الخطائين التوابون "
"Setiap
anak cucu Adam memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah
dia yang meminta ampunan".
Manusia
berjiwa lemah dan lemah pada kemauan serta keinginannya, dia tidak dapat
menanggung akibat dari dosa dan kesalahannya, sehingga Allah beri keringanan
kepada umat manusia sebagai rahmat baginya, lalu disyari'atkan taubat baginya,
sedangkan hakekat taubat adalah: Meninggalkan dosa karena kejelekannya –takut
kepada Allah dan mengharap apa yang Dia siapkan untuk hamba-hamba-Nya-, dan
menyesal atas apa yang dia lakukan, berniat untuk meninggalkan agar tidak
kembali lagi padanya, serta memanfaatkan umur yang masih tersisa dengan
mengerjakan amal shaleh, ia sebagaimana yang anda perhatikan merupakan amalan
hati yang terjadi antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tidak ada kelelahan dan
tidak ada kecapaian padanya, tidak pula terbebani oleh amal yang berat, akan
tetapi hanyalah amalan hati, berlepas diri dari dosa, dan tidak akan kembali
kepadanya. Dan di dalam menahan diri dari dosa serta menjauhinya
terdapat kelezatan dan rasa lega.
Sehingga
tidak dibutuhkan bagi anda untuk bertaubat melalui tangan seseorang yang akan
membongkar aib anda, mengetahui rahasia anda dan memanfaatkan kelemahan anda,
akan tetapi ia hanyalah munajat antara anda dengan Rabb anda, dengan cara
meminta ampunan dari-Nya, meminta hidayah atau petunjuk kepada-Nya, maka Dia
akan menerima ampunan kepada anda.
Dalam Islam tidak terdapat dosa yang
diwariskan, tidak juga ada seseorang yang ditunggu untuk menyelesaikan masalah,
bahkan sebagaimana yang didapat oleh seorang Yahudi an-namsawi yang mendapat
hidayah, Muhammad Asad, dia berkata: "saya tidak bisa mendapati dalam
bagian manapun dari Al-Qur'an dan apapun yang menyebutkan tentang kebutuhan
terhadap "seorang penyelesai masalah(penghapus dosa)", Dalam Islam
tidak dikenal adanya dosa warisan yang dapat menghalangi seseorang dari masa
depanya, itu karena "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh
selain apa yang telah diusahakannya", dan tidak pula dituntut dari
setiap orang untuk mempersembahkan korban ataupun membunuh dirinya dengan agar
dibukakan baginya pintu taubat dan berlepas diri dari kesalahan", akan
tetapi sebagaimana firman Allah: "(yaitu) bahwasanya seorang yang
berdosa tidak akan memikul dosa orang lain".
Taubat
memiliki pengaruh dan hasil yang sangat besar, diantaranya:
1
Seorang
hamba dapat mengetahui luasnya kelembutan Allah SWT serta kebaikanya-Nya dalam
menutupi aib hambahnya, dan bahwasanya kalau Dia berkehendak niscaya akan
dipercepat azab bagi pelaku dosa dan niscaya Dia akan membongkar aibnya
dihadapan seluruh manusia, sehingga dia tidak akan tentram hidup
ditengah-tengah mereka, akan tetapi Dia muliakan dengan menutupinya,
menghalanginya dengan kelembutan-Nya, mengakhirkannya dengan kehendak dan
kekuatan-Nya serta memberinya rizki dan penghasilan.
2
Agar
dia mengerti akan hakekat jiwanya, bahwasanya ia adalah jiwa yang senantiasa
mengajak kepada kejelekan, dan bahwasanya kesalahan, dosa dan kelalaian yang
bersumber darinya adalah dalil akan lemahnya jiwa dan lemahnya dia terhadap
kesabaran dari syahwat yang diharamkan, dan bahwasanya ia tidak akan merasa
tidak membutuhkan Allah –sekejapun- agar mensucikan dan memberinya petunjuk.
3
Allah
SWT mensyari'atkan taubat agar dengannya bisa di dapat penyebab terbesar
kebahagiaan bagi seorang hamba, yaitu dengan kembali kepada Allah dan meminta
pertolongan kepada-Nya, sebagaimana ia dapat meraih dengannya berbagai macam
do'a, merendah diri, menunjukkan akan keperluan dan kebutuhan, kecintaan, takut
dan pengharapan, sehingga dapat mendekatkan diri kepada penciptanya dengan
pendekatan khusus yang tidak mungkin didapat tanpa taubat dan kembali kepada
Allah.
4
Agar
Allah SWT mengampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya. Allah SWT
berfirman:
" قل للذين كفروا إن
ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف "
"Katakanlah kepada
orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya),
niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu".
5
Bahwa kejelekan-kejelekan manusia akan diganti dengan
kebaikan-kebaikan. Allah
SWT berfirman:
" إلا
من تاب وآمن وعمل عملاً صالحًا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورًا رحيمًا "
"Kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang".
6
Umat
manusia akan menyikapi kesalahan saudara sesamanya terhadapnya sama dengan
sikap yang ia harapkan dari Allah dalam menyikapi kesalahan dan dosanya
terhadap-Nya, dan sesungguhnya balasan itu setimpal dengan amal perbuatan. Jika
manusia bermuamalah dengan muamalah yang baik ini, maka diapun berhak untuk
mendapatkan yang serupa dari Allah, Dia akan membalas dosa dan kesalahanya
dengan kebaikan-Nya sebagaimana ia membalas kesalahan saudaranya.
7
Seseorang
akan menyadari jika dirinya memiliki banyak kesalahan dan aib, sehingga hal
tersebut mengharuskanya untuk menahan diri dari mengungkap aib orang lain, dan
sibuk memperbaiki dirinya tidak sibuk memikirkan aib orang lain.
Saya tutup alinea ini dengan berita
tentang seorang pria yang datang kepada Nabi
lalu berkata: "Ya Rasulullah saya tidak meninggalkan suatu
keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali aku pasti melaksanakannya. Nabi SAW
menjawab: "Bukankah Anda telah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah
selain Allah, dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah?" (tiga kali).
Dia menjawab: benar. Nabi bersabda: "Sesungguhnya itu akan mencukupi
itu" dalam riwayat lain: "Sesungguhnya ini akan datang
menutupi ini seluruhnya".
Dalam
satu riwayat bahwa ia mendatangi Rasulullah lalu berkata: bagaimana pendapat
Anda tentang seseorang yang melakukan dosa seluruhnya namun tidak berbuat
syirik kepada Allah sedikitpun, pada kesempatan itu dia tidak meninggalkan satu
keinginanpun untuk berbuat maksiat kecuali dia pasti melaksanakanya, apakah
untuk semua itu ada taubat? rasul menjawab: "Apakah anda telah memeluk
Islam?" dia menjawab: adapun aku telah bersaksi bahwasanya tidak ada
ilah selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya engkau
adalah utusan Allah. Menjawab Rasul: ya! Kerjakanlah kebaikan, dan
tinggalkannya kejelekan, maka Allah akan menjadikan seluruhnya kebaikan untukmu"
dia berkata: juga pengkhiatan dan kejahatanku? Beliau
menjawab: "benar", dia berkata: Allahu Akbar. Dia terus mengulang-ulangi
takbir sambil berpaling.
Ketahuilah bahwa Islam menghapus dosa yang
sebelumnya, dan taubat yang benar menghapus kesalahan yang sebelumnya,
sebagaimana hal tersebut telah ditetapkan dalam Hadits dari Nabi.
* * * * * *
Akibat bagi
Orang yang Tidak berpegang dengan Islam
Sebagaimana yang telah dijelaskan
kepada anda dalam buku ini, bahwa Islam adalah agama Allah, ia adalah agama
yang hak, ia agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul, dan Allah telah
menyiapkan ganjaran yang besar di dunia dan akherat bagi dia yang beriman
dengannya, serta megancam dengan azab yang sangat pedih terhadap dia yang
mengkufurinya.
Dan dikarenakan Allah adalah Pencipta,
Maha Raja yang mengatur seluruh alam ini, dan anda wahai manusia adalah
merupakan salah satu ciptaan-Nya, Dia telah menciptakanmu, menundukkan seluruh
apa yang ada di alam ini untukmu, mensyari'atkan bagimu syari'at-Nya dan
memerintahkanmu untuk mengikuti-Nya, maka apabila kamu beriman dan menta'ati
apa yang diperintahkan-Nya, serta berhenti dari apa yang dilarang-Nya, niscaya
kamu akan mendapatkan kenikmatan abadi yang telah Allah janjikan untukmu di
akherat, dan kamupun akan berbahagia di dunia dengan berbagai kenikmatan yang
Dia anugerahkan, dan kamu akan mirip dengan makhluk yang paling sempurna
akalnya dan paling suci jiwanya, mereka adalah para Nabi, Rasul, orang-orang
shaleh serta para malaikat.
Sedangkan jika anda kufur dan
bermaksiat terhadap Rabb-mu, maka akan merugi dunia dan akheratmu, dan kamu
akan mendapat murka serta azab-Nya di dunia dan akherat, anda akan mirip dengan
makhluk terburuk, paling rendah akalnya dan paling kotor jiwanya yaitu para
setan, orang-orang yang berbuat kedzoliman, para perusak dan para pembangkang.
Inilah penjelasan ringkas.
Saya akan
menjelaskan sedikit dari akibat kekafiran dengan gamblang, diantaranya:
1
Ketakutan dan tidak merasa aman:
Allah telah menjanjikan kepada
orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya akan medapatkan
keamanan yang sempurna dalam kehidupan dunia dan akheratnya, sebagaimana
firman-Nya:
"
الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون "
"Orang-orang
yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik),
mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk", Allah adalah Dia yang memberikan
keamanan dan anugerah, Dia adalah pemilik seluruh apa yang ada di alam semesta,
sehingga apabila Dia mencintai seorang hamba karena keimanannya, maka Dia akan
memberikan kepadanya keamanan, ketenangan serta tuma'ninah, dan apabila
seseorang mengkufuri-Nya, maka akan diangkat darinya ketenangan dan rasa aman,
sehingga anda tidak melihatnya kecuali dalam keadaan takut akan tempat
kembalinya di akherat, dan selalu khawatir terhadap dirinya dari tertimpa
kerugian dan penyakit, juga merasa takut akan masa depannya di dunia, oleh
karena itu didirikanlah asuransi jiwa dan harta benda, karena tidak adaannya
keamanan dan tidak adaannya tawakkal kepada Allah.
2
Penghidupan
yang sempit:
Allah telah menciptakan manusia,
menundukkan untuknya apa yang ada di alam semesta, serta membagi jatah rizki dan umur bagi setiap makhluq hidup,
sehingga anda melihat burung akan pergi dari sarangnya untuk mendapatkan rizki
dan mengambilnya, ia berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain dan
bersenandung dengan suara yang sangat indah. Dan manusia adalah salah satu
makhluk dari makhluk-makhluk yang telah dibagikan untuknya rizki serta ajalnya,
maka apabila dia beriman kepada Allah dan beristiqomah terhadap syari'at-Nya
niscaya Dia akan menganugerahinya kebahagiaan serta ketetapan, dan dimudahkan
baginya segala urusannya, walaupun dalam hidupnya ia hanya memiliki mata
pencaharian yang rendah.
Sedangkan jika dia kufur terhadap
Rabb-nya dan berlaku sombong dengan enggan untuk beribadah kepada-Nya, maka Dia
akan menjadikan hidupnya sempit,
dikumpulkan padanya ketakutan dan kegundahan, walaupun dia memiliki seluruh
fasilitas ketenangan dan berbagai macam sarananya.
Bukankah anda telah menyaksikan
banyaknya orang yang melakukan bunuh diri di Negara-negara yang telah
disediakan bagi warganya seluruh sarana kesenangan? Bukankah anda telah
menyaksikan adanya keberlebih-lebihan dalam
perabotan rumah dan berbagai macam perjalanan demi untuk menyenangkan
kehidupannya? Sesungguhnya yang mendorong untuk melakukan suatu yang terlalu
berlebih-lebihan dalam hal tersebut adalah kosongnya hati dari keimanan dan
perasaan sempit lagi sesak, serta usaha untuk menghilangkan kesesakan ini
dengan berbagai sarana yang selalu dirubah dan diperbaharui, Maha Benar Allah
dengan firman-Nya:
" ومن
أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكًا ونحشره يوم القيامة أعمى "
"Dan barang siapa berpaling
dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
3
Ia
akan hidup dalam keadaan dipenuhi oleh pertentangan antara dirinya dengan
jiwanya serta dengan alam sekitarnya:
Karena dirinya memiliki fitrah
kepada tauhid, Allah berfirman:
" فطرت
الله التي فطر الناس عليها "
"(tetaplah atas) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu", tubuhnya
berserah diri terhadap penciptanya, berjalan menurut peraturan-Nya, namun orang
kafir akan menolak kecuali dengan cara menentang fitrahnya, dan hidup dalam
perkara-perkara yang dapat dipilihnya dengan cara melakukan penentangan terhadap
Rabb-nya, walaupun tubuhnya berserah diri, namun pilihannya melakukan apa yang
bertentangan.
Dia berada dalam pertentangan dengan
alam yang ada disekitarnya, karena seluruh alam mulai dari orbit terbesarnya
sampai dengan yang terkecil dari serangganya berjalan sesuai dengan takdir yang
telah disyari'atkan oleh Rabb-nya, Allah berfirman:
" ثم
استوى إلى السماء وهي دخان فقال له وللأرض ائتيا طوعًا أو كرهًا قالتا أتينا طائعين
"
"Kemudian Dia menuju langit
dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada
bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau
terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati",
bahkan alam ini menyukai manusia yang sejalan dengannya dalam berserah diri
kepada Allah dan membenci manusia yang menyelisihi-Nya. Adapun orang kafir maka
ia adalah manusia durhaka di alam, karena telah menempatkan dirinya sebagai dia
penentang terhadap Rabb-nya dan melawan-Nya, oleh karena itu berhak bagi
langit, bumi dan seluruh makhluk untuk membencinya dan membenci kekufurannya
serta pembangkangannya, Allah berfirman:
" وقالوا
اتخذ الرحمن ولدًا . لقد جئتم شيئًا إدّا . تكاد
السموات يتفطرن منه وتنشق الأرض وتخر الجبال هدًّا .أن
دعوا للرحمن ولدًا .وما
ينبغي للرحمن أن يتخذ ولدًا .إن كل من في السموات والأرض إلاّ آتي الرحمن
عبدًا "
"Dan mereka berkata:
"Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" (88)
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89)
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung
runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91)
dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92)
Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan
Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba", dan firman Allah tentang
Fir'aun beserta tentaranya:
" فما
بكت عليهم السماء والأرض وما كانوا منظرين "
"Maka langit dan bumi tidak
menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh".
4
Ia
akan hidup dengan dipenuhi kebodohan:
Karena kekufuran adalah kebodohan,
bahkan lebih besar dari kebodohan, karena orang kafir adalah orang yang bodoh
(tidak tahu) akan Rabb-nya, dia menyaksikan alam yang telah diciptakan dan
diperindah oleh Rabb-nya, dan melihat pada dirinya keagungan citaan-Nya,
kemudian melupakan siapa yang telah menciptakan alam ini, dan siapa yang telah
menyusun/membentuk dirinya, bukankah ini kebodohan yang terbesar?.
5
ia
akan hidup dengan mendzolimi dirinya sendiri, juga mendzolimi makhluk
sekitarnya:
Karena dia telah menjadikan dirinya
tunduk kepada sesuatu yang ia diciptakan bukan untuk tunduk kepadanya, tidak
menyembah Rabb-nya, bahkan menyembah kepada selain-Nya. Arti dzolim adalah
menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, kedzoliman apakah yang lebih besar
dari pemalingan ibadah kepada yang tidak berhak diibadahi, dan telah berkata
Luqman Al-Hakim ketika menjelaskan tentang buruknya kesyirikan:
" يا
بنيّ لا تشرك بالله إن الشرك لظلم "
"Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman".
Dan dia telah berbuat dzalim
terhadap manusia serta makhluk
sekitarnya, karena dia tidak mengetahui hak atas segala sesuatu, sehingga pada
hari kiamat dia akan dihadapkan kepada setiap yang dizoliminya baik manusia
ataupun hewan yang meminta kepada Rabb-nya untuk dibalaskan atas kedzoliman
yang diterima.
6
Ia
menempatkan dirinya untuk mendapat murka dan kemarahan Allah di dunia:
Dia menjadikan dirinya sebagai
penyebab diturunkannya malapetaka, dan
bencana, sebagai hukuman yang disegerakan, Allah berfirman:
" َأَفَأَمنَ الذين
مكروا السيئات أن يخسف الله بهم الأرض أو يأتيهم العذاب من حيث لا يشعرون .أو يأخذهم في تقلّبهم فما هم بمعجزين .أو
يأخذهم على تخوف فإن ربكم لرءوف رحيم "
"Maka apakah orang-orang
yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya
bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat
yang tidak mereka sadari (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam
perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu) (46) atau
Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka
sesungguhnya Tuhan-mu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
" ولا
يزال الذين كفروا تصيبهم بما صنعوا قارعة أو تحلّ قريبًا من دارهم حتى يأتي وعد الله
إن الله لا يخلف الميعاد
"
"dan orang-orang yang kafir
senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu
terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah.
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji"
" أوَ
أمنَ أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحًى وهم يلعبون "
"atau apakah penduduk
negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di
waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?",
inilah perkara setiap orang yang berpaling dari dzikir kepada Allah, Allah
berfirman ketika menghabarkan tentang umat-umat terdahulu yang kafir:
" فكلاّ
أخذنا بذنبه فمنهم من أرسلنا عليه حاصبًا ومنهم من أخذته الصيحة ومنهم من خسفنا به
الأرض ومنهم من أغرقنا وما كان الله ليظلمهم ولكن كانوا أنفسهم يظلمون "
"Maka masing-masing (mereka
itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami
timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang di timpa
suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke
dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah
sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang
menganiaya diri mereka sendiri", juga sebagaimana yang anda saksikan
sendiri di sekitar anda terkait orang-orang yang mendapat siksa dan azab Allah.
7
Ditakdirkan baginya kerugian dan kegagalan.
Disebabkan oleh kezolimannya, ia akan kehilangan kenikmatan terbesar
bagi hati dan jiwa, kenikmatan itu adalah ma’rifatullah(mengenal Allah) dan
kedekatan dalam bermunajat kepada-Nya, serta ketenangan. dan diapun akan merugi
didunianya karena ia hidup dalam kondisi sengsara dan kebingungan. Ia juga
kehilangan dirinya sendiri disebabkan ia tidak memberikan ketundukan dirinya
kepada Allah, ia tidak dapat menikmati
kebahagiaan dengan dirinya, karena dirinya hidup sengsara dan mati
sengsara dan akan dibangkitkan bersama orang-orang sengsara., Allah berfirman:
" ومن
خفت موازينه فأولئك الذين خسروا أنفسهم "
"dan siapa yang ringan
timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri",
keluarganya juga merugi, karena dia hidup bersama mereka diatas kekufuran
kepada Allah, sehingga merekapun menjadi sepertinya dalam kerugian dan
kesempitan, serta perjalanan merekapun sama menuju neraka, firman Allah:
" إن
الخاسرين الذين خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة "
"Sesungguhnya orang-orang
yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya
pada hari kiamat", lalu pada hari kiamat mereka akan dikumpulkan ke
neraka jahanam, seburuk-buruknya tempat, Allah berfirman:
"(kepada malaikat diperintahkan):
"kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan
sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah (22) selain Allah; maka
tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka"
8
Bahwasanya
ia akan hidup dalam keadaan kafir kepada Allah dengan mengingkari segala
nikmat-Nya:
Karena sesungguhnya Allah-lah yang
menciptakannya dari ketidak adaan, menganugerahkan kepadanya seluruh
kenikmatan, maka bagaimana bisa baginya untuk menyembah selain Dia, berwali
kepada selain-Nya dan bersyukur terhadap yang lain-Nya… pengingkaran apakah
yang lebih besar dari ini? Dan penentangan apakah yang lebih jelek dari ini?
9
Bahwa
ia akan dihindarkan dari kehidupan yang sesungguhnya:
Ini karena seorang manusia yang
sesungguhnya hidup adalah dia yang beriman kepada Rabb-nya, memahami tujuannya,
jelas masa depannya dan merasa yakin akan hari kebangkitannya, sehingga setiap
yang memiliki hak mengetahui haknya, sehingga dia tidak merendahkan suatu hak
apapun, dan tidak mengganggu suatu makhlukpun, yang mana semua itu akan
menjadikan kehidupannya menjadi berbahagia, dan mendapatkan penghidupan yang
baik di dunia dan akherat, Allah berfirman:
" من
عمل صالحًا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينّه حياة طيبة "
"Barangsiapa yang
mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik",
sedangkan di akherat
" ومساكن
طيبة في جنات عدن ذلك الفوز العظيم "
"dan (memasukkan kamu) ke
tempat tinggal yang baik di dalam surga 'adn. Itulah keberuntungan yang besar".
binatang, yang mana dia tidak
mengenal Rabb-nya, tidak mengetahui apa yang menjadi tujuannya, dan tidak
mengetahui pula kemana arah perjalanannya? Bahkan Adapun orang yang hidup di
dunia ini dengan penghidupan yang mirip dengan yang menjadi tujuannya hanyalah
makan, minum dan tidur.. lalu apakah perbedaan antara dirinya dengan seluruh
binatang, bahkan dia lebih sesat darinya, Allah berfirman:
" ولقد
ذرأنا لجهنم كثيرًا من الجن والإنس لهم قلوب لاّ يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها
ولهم آذان لاّ يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضلّ أولئك هم الغافلون "
"Dan sesungguhnya Kami
jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai",
serta firman-Nya:
" أم
تحسب أن أكثرهم يسمعون أو يعقلون إن هم إلاّ كالأنعام بل هم أضلّ سبيلاً "
"atau apakah kamu mengira
bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain,
hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang
ternak itu)".
10 Bahwa ia
akan kekal dalam siksaan:
Karena orang kafir akan berpindah dari satu siksaan kepada siksaan yang
lain, dia akan keluar dari dunia –dalam keadaan telah merasakan keletihan serta
musibahnya- menuju akherat, pada fase pertama darinya akan turun kepada dia
malaikat maut yang didahului oleh malaikat azab, agar dia dapat merasakan azab
yang sesuai untuknya, Allah berfirman:
" ولو ترى إذ يتوفى
الذين كفروا الملائكة يضربون وجوههم وأدبارهم "
"Kalau
kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya
memukul muka dan belakang mereka", kemudian apabila ruhnya telah
keluar dan diturunkan ke kuburnya, dia akan mendapatkan siksa yang paling
dahsyat, Allah berfirman ketika menghabarkan tentang keluarga Fir'aun:
" النار
يعرضون عليها غدوًا وعشيّاً ويوم تقوم الساعة أدخلوا آل فرعون أشدّ العذاب "
"Kepada
mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya
Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke
dalam azab yang sangat keras", kemudian pada hari kiamat, tatkala
seluruh makhluk dibangkitkan dan diperlihatkannya amal perbuatan, orang-orang
kafir akan melihat bahwa Allah telah menghitung untuknya seluruh apa yang dia
amalkan, yaitu dalam sebuah kitab yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:
" ووضع
الكتاب فترى المجرمين مشفقين ممّا فيه ويقولون يا ويلتنا ما لهذا الكتاب لا يغادر صغيرة
ولا كبيرة إلاّ أحصاها "
"Dan diletakkanlah kitab,
lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang
(tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab
apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar,
melainkan ia mencatat semuanya", pada saat itu orang-orang kafir akan
berharap kalau mereka itu sebagai tanah:
" يوم
ينظر المرء ما قدّمت يداه ويقول الكافر يا ليتني كنت ترابًا "
"pada hari manusia melihat
apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir
berkata:"Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah".
Karena
begitu mengerikannya keadaan pada saat itu, sampai manusia berangan-angan kalau
seandainya dia memiliki seluruh apa yang ada di bumi, niscaya akan dia
pergunakan untuk menebus hari tersebut, firman Allah:
" ولو
أن للذين ظلموا ما في الأرض جميعًا ومثله معه لافتدوا به "
"Dan sekiranya orang-orang
yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu
besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu", serta
firman-Nya:
"Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus
(dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11) dan isterinya dan
saudaranya (12)
dan kaum
familinya yang melindunginya (di dunia) (13) Dan orang-orang di atas bumi
seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya".
Dikarenakan
tempat tersebut adalah tempat pembalasan dan bukan tempat untuk berangan-angan,
sehingga setiap manusia pasti akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan
amalannya, apabila baik maka akan medapatkan kebaikan, dan jika buruk akan
mendapatkan keburukan. Kejelekan yang akan di dapat oleh orang kafir di akherat
adalah azab neraka, Allah telah menyiapkan berbagai macam jenis siksaan bagi
penghuninya agar mereka dapat merasakan akibat dari pembangkangannya,
sebagaimana firman-Nya:
"Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang
berdosa (43)
Mereka
berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya", serta firman-Nya ketika
mensifati akan minuman dan pakaian mereka:
"Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka
pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas
kepala mereka (19)
Dengan air itu
dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit
(mereka) (20)
Dan untuk mereka
cambuk-cambuk dari besi".
* * * * * *
Penutup
Wahai
sekalian manusia:
Dahulunya kalian adalah tidak ada sama
sekali, Allah berfirman:
" أولا يذكر الإنسان أنا خلقناه من
قبل ولم يك شيئا "
"Dan
tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya
dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?", kemudian Allah ciptakan
kalian dari air mani, lalu menjadikan kalian dapat mendengar dan melihat,
firman-Nya:
"Bukankah
telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum
merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1) Sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan
perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat",
kemudian setelah itu kondisi kalian meningkat secara berangsur-angsur dari
lemah menjadi kuat, dan kembalinya kepada kelemahan, sebagaimana firman-Nya:
" الله
الذي خلقكم من ضعف ثمّ جعل من بعد ضعف قوّة ثمّ جعل من بعد قوّة ضعفًا وشيبة يخلق ما
يشاء وهو العليم القدير "
"Allah,
Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu)
sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah
kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya
dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa", kemudian akhir yang
tidak diragukan lagi adalah kematian.
Kalian
pada fase-fase tersebut berpindah dari kelemahan menuju kelemahan, tidak dapat
menolak bala pada diri sendiri, dan tidak pula mendatangkan manfaat untuk diri
sendiri kecuali dengan pertolongan Allah melalui nikmat-nikmat-Nya yang
dianugerahkan kepada anda berupa daya, kekuatan dan bahan makanan, anda secara
fitrah adalah seorang fakir yang membutuhkan, berapa banyak kebutuhan hidup
yang kamu perlukan sedang kamu tidak memilikinya, terkadang kamu bisa
mendapatkanya dan terkadang tidak, Banyak hal yang bermanfaat bagi anda dan
andapun menginginkannya, namun terkadang anda mendapatkannya dan terkadang pula
tidak. Berapa banyak pula perkara yang dapat merugikan anda dan menggagalkan
angan-angan anda, bahkan terkadang membuat sia-sia perjuangan anda dan malah
justru mendatangkan cobaan serta kerugian,
anda berusaha untuk menolaknya, namun terkadang berhasil untuk
menolaknya dan terkadang tidak sanggup.. tidakkah
anda merasakan akan kebutuhan dan keperluan terhadap Allah, dan Dia telah
berfirman:
" يا
أيها الناس أنتم الفقراء إلى الله والله هو الغنيّ الحميد "
"Hai
manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji".
Anda terkadang terinfeksi virus lemah
yang tidak terlihat oleh mata telanjang, menyebabkan anda tertimpa penyakit, sedangkan
andapun tidak dapat menolaknya, lalu pergi juga kepada manusia lemah seperti
anda untuk berobat, terkadang obat yang diberikannya tepat dan terkadang
dokterpun tidak mampu mengobati, sehingga pasien bingung begitu juga dokternya.
Ketahuilah, untuk memperlihatkan
kelemahan anda wahai cucu Adam, kalau seandainya seekor lalat merampas sesuatu
dari anda, maka andapun tidak dapat mengambil kembali darinya, Maha Benar Allah
dengan firman-Nya:
" يا
أيها الناس ضرب مثل فاستمعوا له إن الذين تدعون من دون الله لن يخلقوا ذبابًا ولو اجتمعوا
له وإن يسلبهم الذباب شيئا لا يستنقذوه منه ضعف الطالب والمطلوب "
"Hai
manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat
menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika
lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya
kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah)
yang disembah", jika anda tidak
memiliki kemampuan untuk mengembalikan sesuatu yang telah dirampas oleh lalat,
maka sesungguhnya apa lagi yang anda miliki?: "Kehidupanmu berada di
tangan Allah, dirimu berada di tangan-Nya, hatimu berada diantara dua jari dari
jari-jarinya Allah, Dia akan mebolak balikannya sesuai dengan kehendak-Nya,
hidup dan mati anda berada di tangan-Nya, kebahagiaan dan kesengsaraan anda
berada di tangan-Nya, gerakan, ketenangan dan seluruh perkataan anda berada di
bawah izin dan kehendak-Nya, sehingga anda tidak dapat bergerak kecuali dengan
izin-Nya dan tidak dapat berbuat kecuali atas kehendak-Nya, jika anda serahkan
kepada diri sendiri maka sesungguhnya telah diserahkan kepada yang lemah,
boros, dosa dan penuh kesalahan, dan jika anda wakilkan kepada selain anda,
maka anda telah menyerahkannya kepada dia yang tidak memiliki kemampuan untuk
mendatangkan kerugian, manfaat, kematian, kehidupan dan tidak pula
membangkitkan, sehingga dia tidak dapat mencukupi anda sedikitpun, bahkan anda
sangat butuh sekali kepada-Nya seumur hidup, baik secara zohir maupun batin,
Dia akan mengucurkan kenikmatan kepada anda, sedangkan anda sendiri mencari
murkanya dengan berbuat maksiat dan kekufuran terhadapnya, padahal anda sangat
membutuhkan-Nya dalam setiap keadaan, anda telah melupakan-Nya, padahal tempat
kembali adalah kepada-Nya, anda akan kembali dan dihadapkan kepada-Nya".
Wahai
sekalian manusia: berangkat dari kelesuan dan kelemahan anda untuk
menanggung akibat dari dosa-dosamu
" يريد
الله أن يخفف عنكم وخلق الإنسان ضعيفًا "
"Allah
hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah",
Allah mengutus para Rasul, menurunkan beberapa buah kitab, meletakkan syari'at,
membentangkan dihadapan anda jalan yang lurus dan menyampaikan
keterangan-keterangan, hujah, bukti serta penerang, bahkan sampai menjadikan
pada segala sesuatu tanda yang menunjukkan akan ke-esaan, rububiyyah dan
uluhiyyah-Nya, namun anda menolak kebenaran dengan kebatilan, menjadikan setan
sebagai wali pelindung selain Allah, dan berdebat dengan cara batil:
" وكان
الإنسا أكثر شيء جدلاً "
"Dan
manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah", apakah anda
melupakan nikmat-nikmat Allah yang anda bergelimang didalamnya mulai dari
permulaan sampai dengan berakhirnya
anda! Apakah anda tidak ingat kalau anda diciptakan dari
setetes air mani! Lalu tempat kembali anda adalah sebuah lubang, dan akan
dibangkitkan menuju surga ataupun neraka, Allah berfirman:
"Dan
apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air
(mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (77) Dan ia membuat perumpamaan bagi
Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat
menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" (78) Katakanlah: "Ia akan dihidupkan
oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui
tentang segala makhluk",
serta firman-Nya
"Hai
manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap
Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6) Yang telah menciptakan kamu lalu
menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7) dalam bentuk apa saja yang Dia
kehendaki, Dia menyusun tubuhmu".
Wahai sekalian manusia! Kenapa anda
mengharamkan diri sendiri dari kenikmatan ketika berada di hadapan Allah, yaitu
pada saat bermunajat kepadanya, agar Dia bisa mencukupkan anda dari kefakiran,
menyembuhkan dari penyakit, melapangkan kesulitan, mengampuni dosa, menyingkap
mudharat, menolong ketika anda dizolimi, menunjuki tatkala sedang bingung dan
tersesat, mengajarkan apa yang tidak diketahui, memberi keamanan ketika takut,
merahmati keadaan lemah, menjauhkan musuh serta mendatangkan untuk anda rizki.
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya
kenikmatan terbesar yang Allah anugerahkan terhadap manusia –setelah kenikmatan
agama- adalah nikmat akal, agar dengannya dapat membedakan antara yang
bermanfaat dan yang mendatangkan mudharat, agar dapat memahami perintah dan
larangan yang datang dari Allah, dan juga agar dapat mengetahui tujuan terbesar,
yaitu beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya, Allah berfirman:
" وما
بكم من نعمة فمن الله ثمّ إذا مسّكم الضرّ فإليه تجأرون .ثمّ إذا كشف الضرّ عنكم إذا فريق منكم
بربّهم يشركون "
"Dan
apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila
kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta
pertolongan (53)
Kemudian apabila
Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian
dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain)".
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya
orang yang berakal akan menyukai perkara-perkara yang tinggi dan membenci yang
rendahan darinya, dia berangan-angan untuk mengikuti setiap orang yang baik dan
dermawan dari para Nabi dan orang-orang saleh, dia tampakkan dirinya untuk bisa
menyamai mereka, walaupun hal tersebut tidak mungkin dapat diraih. Jalan untuk
menuju kearahnya adalah firman Allah:
"
إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله
"
"Jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu",
apabila seseorang telah melaksanakan yang demikian itu, maka Allah akan
mensejajarkannya dengan para Nabi, Rasul, orang yang mati syahid dan
orang-orang saleh, sebagaimana firman-Nya:
"
ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين
أنعم الله عليهم من النبيّين والصدّيقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا "
"Dan
barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama
dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para
shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka
itulah teman yang sebaik-baiknya".
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya
saya memberi peringatan agar anda menyendiri dengan diri sendiri kemudian
memperhatikan kebenaran yang datang kepada anda, kemudian melihat kepada
dalil-dalilnya dan merenungkan bukti-buktinya, apabila anda telah melihat
dengan sebenar-benarnya, marilah untuk mengikutinya, dan janganlah anda menjadi
tawanan kelembutan dan adat istiadat, dan saya yakin jika diri anda
lebihberharga bagi diri sendiri daripada orang terdekatmu atau teman sejawatmu,
warisan serta nenek moyang anda, Allah telah memberi peringatan terhadap
orang-orang kafir dengan ini dan ditujukan untuknya, firman-Nya:
"
إنما أعظكم بواحدة أن تقوموا لله مثنى
وفرادى ثمّ تتفكّروا ما بصاحبكم من جنة إن هو إلاّ نذير لكم بين يدي عذاب شديد "
"Katakanlah:
"Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu
supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri;
kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun
pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum
(menghadapi) azab yang keras".
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya
ketika anda memeluk Islam tidak akan merugi sedikitpun, Allah berfirman:
"
وماذا
عليهم لو آمنوا بالله واليوم اآخر وأنفقوا ممّا رزقهم الله وكان الله بهم عليمًا "
"Apakah
kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari
kemudian dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka
? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka", berkata Ibnu
Katsir rahimahullah: "Apa yang akan merugikan mereka kalau mereka
beriman kepada Allah dan menempuh jalan terpuji, beriman kepada Allah dengan
mengharap apa yang Dia janjikan di akherat bagi orsang yang baik amalannya, dan
berinfak dari sebagian rizki yang diberikan kepadanya pada jalan-jalan yang
dicintai dan diridhoi Allah, Dia Maha Mengetahui akan niat-niat mereka yang
baik dan rusak, Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk mendapat petunjuk,
sehingga menunjukinya dan menganugerahi karunia-Nya, dan membimbingnya kepada
amal saleh yang diridhoi-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak untuk
mendapatkan kehinaan dan dijauhkan dari sisi-Nya yang agung, yaitu siapa yang
terusir dari pintu-Nya, maka dia telah sesat dan merugi di dunia dan
akherat", sesungguhnya keislaman anda tidak akan menghalangi antara dirimu
dengan apa saja yang ingin anda lakukan atau ingin anda raih dari apa-apa yang
dihalalkan oleh Allah, bahkan sesungguhnya Allah akan memberimu ganjaran atas
setiap amalan yang anda amalkan karena-Nya, walaupun itu berhubungan dengan
maslahat dunia anda dan dalam menambah kepemilikan, kedudukan ataupun
kemuliaan, bahkan perkara-perkara yang mubah pun apabila anda melakukanya untuk
menghindari yang haram, maka andapun akan mendapat ganjaran darinya, telah
bersabda Rasul SAW:
" وفي بضع أحدكم صدقة
" قالوا: يا رسول الله!
أيأتي
أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر؟ قال:
" أرأيتم
لو وضعها في حرام أكان عليه وزر؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر "
"Pada
air mani kalian terdapat sedekah" para sahabat bertanya: ya
Rasulullah! Apakah ketika salah seorang dari kita menyalurkan syahwatnya akan
mendapatkan ganjaran? Beliau menjawab: "Bagaimana pendapat kalian
apabila diletakkan pada yang haram, bukankah ia akan mendapat dosa? Maka begitu
pula tatkala disalurkan pada yang halal dia akan mendapatkan ganjaran".
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya
para Rasul telah datang dengan membawa kebenaran dan menyampaikan apa yang
Allah inginkan, manusia butuh agar dapat mengetahui syari'at Allah, agar dapat
berjalan dalam kehidupan ini diatas petunjuk dan agar menjadi orang-orang yang
beruntung di akherat, Allah berfirman:
"
يا
أيها الناس قد جاءكم الرسول بالحق من ربكم فآمنوا خيرًا لكم وإن تكفروا فإن لله ما
في السموات والأرض وكان الله عليمًا حكيمًا "
"Wahai
manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan
(membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik
bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah
sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah
kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana",
dan firman-Nya:
"
قل
يا أيها الناس قد جاءكم الحق من رّبكم فمن اهتدى فإنما يهتدي لنفسه ومن ضلّ فإنما يضلّ
عليها وما أنا عليكم بوكيل "
"Katakanlah:
"Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari
Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya
(petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka
sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah
seorang penjaga terhadap dirimu".
Wahai sekalian manusia! Apabila anda
memeluk Islam sesungguhnya ia tidaklah bermanfaat kecuali untuk dirimu sendiri,
dan juga kekafiranpun tidak akan berdampak melainkan terhadap dirimu sendiri,
sesungguhnya Allah Maha Kaya atas hamba-hamba-Nya, sehingga tidak akan
merugikan-Nya maksiat orang-orang yang berbuat maksiat, dan tidak berguna pula
bagi-Nya keta'atan orang-orang yang melaksanakan keta'atan, Dia tidak akan
dimaksiati kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak dita'ati kecuali dengan
izin-Nya, telah berfirman Allah sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabinya:
"
يا
عبادي! إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم
محرّمًا فلا تظالموا, يا عبادي كلكم ضالّ إلاّ من هديته فاستهدوني
أهدكم, يا عبادي كلّكم جائع إلاّ من أطعمته فاستطعموني
أطعمكم, يا عبادي كلكم عار إلاّ من كسوته فاستكسوني
أكسكم, يا عبادي إنكم تخطئون بالليل والنهار,
وأنا
أغفر الذنوب جميعًا فاستغفروني أغفر لكم, يا عبادي إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني ولن
تبلغوا نفعي فتنفعوني, يا عبادي لو أنّ أولكم وآخركم وإنسكم وجنّكم
كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئًا, يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم
كانوا على أفجر قلب رجل واحد ما نقص ذلك من ملكي شيئا, يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم
قاموا في صعيد واحد فسألوني فأعطيت كلّ إنسان مسألته ما نقص ذلك مما عندي إلاّ كما
ينقص المخيط إذا أدخل البحر, يا عبادي إنما هي أعمالكم أحصيها لكم ثمّ
أوفيكم إياها؛ فمن وجد خيرًا فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومنّ إلاّ نفسه "
"Wahai
hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezoliman terhadap diri-Ku
dan menjadikannya haram diantara kalian, maka janganlah kalian saling
menzolimi, wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berada dalam kesesatan
kecuali dia yang mendapat petunjuk-Ku, maka mintalah petunjuk kepada-Ku,
niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya
kalian dalam keadaan lapar kecuali dia yang telah Aku beri makan, maka mintalah
makan kepada-Ku, niscaya kalian akan Aku beri makan, wahai hamba-hamba-Ku
sesungguhnya kalian dalam keadaan telanjang kecuali dia yang Aku pakaikan
pakaian, maka mintalah pakaian terhadap-Ku niscaya Aku akan memberimu pakaian,
wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dan siang hari,
dan Aku menghapuskan seluruh dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku niscaya Aku
akan mengampuninya, wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan sampai
kepada mudharat-Ku sehingga kalian dapat memberikan mudharat terhadap-Ku dan
tidak akan pula sampai kepada manfaat-Ku sehingga kalian mendatangkan manfaat
untuk-Ku, wahai hamba-hamba-Ku kalau seandainya orang pertama dan terakhir dari
kalian, golongan manusia dan jin dari kalian, mereka dalam keadaan memiliki
hati yang sama dengan orang yang paling bertakwa diantara kalian, sesungguhnya
itu tidak akan menambahkan sesuatupun kedalam kerajaan-Ku, wahai hamba-hamba-Ku
kalau seandainya orang pertama dan terakhir dari kalian, golongan manusia dan
jin dari kalian, mereka seluruhnya berada diatas hati orang yang paling fajir
diantara kalian, yang demikian itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku
sedikitpun, wahai hamba-hamba-Ku kalau seandainya orang pertama dan terakhir
dari kalian, golongan manusia dan jin dari kalian seluruhnya berkumpul pada
suatu tempat, lalu mereka meminta kepada-Ku dan Aku berikan setiap orang sesuai
dengan permintaannya, maka itu tidak akan mengurangi apa yang Aku miliki
kecuali seperti berkurangnya jarum ketika dimasukkan kedalam lautan, wahai
hamba-hamba-Ku sesungguhnya itu adalah amalan kalian, Aku akan menghitungnya
untuk kalian kemudian menunaikannya; maka barang siapa yang mendapatkan
kebaikan hendaklah dia bertahmid kepada Allah, dan barang siapa yang
mendapatkan selainnya, maka hendaklah dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri".
Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah Rabb Penguasa alam, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi
dan Rasul paling mulia, Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.
Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar