Pondasi Dakwah para Rasul
Seluruh nabi dan rasul berdakwah kepada prinsip-prinsip universal yang
sama, seperti beriman kepada Allah,
malaikat, kitab, rasul, hari akhir serta takdir yang baik dan buruknya, juga
seperti perintah untuk beribadah kepada-Nya saja dengan tidak menyekutukan-Nya,
mengikuti jalan-Nya dan tidak mengikuti jalan yang menyelisihinya, mengharamkan empat perkara: perbuatan buruk,
baik yang tampak ataupun tersembunyi, dosa, kezaliman dengan tanpa hak serta
menyekutukan Allah dan menyembah patung dan berhala. Juga mensucikan Allah dari
sekutu, pesaing serta yang sejenisnya,
dan hendaklah tidak mengatakan tentang-Nya sesuatu yang tidak benar,
pengharaman membunuh anak keturunan, haramnya membunuh jiwa dengan tidak hak,
melarang dari perbuatan riba dan memakan harta anak yatim, memerintahkan untuk
menunaikan janji, timbangan dan takaran, berbakti kepada kedua orang tua,
bersikap adil dikalangan manusia, jujur dalam perkataan dan perbuatan, melarang
dari sifat mubazir dan sombong serta memakan harta orang lain dengan batil.
Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata:
“Syari’at seluruhnya dalam permasalahan prinsip dan pondasi –walaupun beraneka-
tetapi tetap sama, kebaikannya dicerna dalam akal, kalau seandainya tidak ,
niscaya ia akan keluar dari hikmah, maslahat dan rahmat, bahkan termasuk suatu
yang mustahil kalau akal datang dengan menyelisih syariat:
"
ولو اتبع الحق أهواءهم لفسدت السموات والأرض ومن فيهنّ “
“Andaikata
kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini,
dan semua yang ada di dalamnya”, bagaimana mungkin orang yang memiliki akal
akan menolak syari’at Dzat Yang Maha Bijaksana dengan apa yang bertolak
belakang terhadap apa yang ada padanya”.
Oleh
karena itu agama seluruh nabi adalah satu, sebagaimana firman Allah SWT:
"
“Sesungguhnya
(agama Tauhid) ini adalah agama kalian semua. Agama yang satu dan Aku adalah
Tuhan kalian. Maka sembahlah Aku. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang
baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya
Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Juga firman-Nya:
" شرع لكم من الدين ما وصّى به نوحًا والذي أوحينا إليك وما وصّينا
به إبراهيم وموسى وعيسى أن أقيموا الدين ولا تتفرّقوا فيه "
“Dia
telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya”.
Bahkan
yang dimaksud oleh agama adalah sampainya hamba kepada apa yang menjadi tujuan
dalam penciptaannya yaitu ibadah kepada Rabb mereka saja dengan tidak
menyekutukan-Nya, maka disyari’atkan hak-hak yang merupakan kewajiban untuk
mereka kerjakan, Dia menanggung sebagian kewajiban-kewajiban mereka dan member
kemudahan-kemudahan agar menyampaikan mereka kepada tujuan ini, dan mendapatkan
ridha Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai dengan manhaj Ilahi,
sehingga hamba tidak terombang-ambing, kepribadiannya tidak terkena penyakit
retak yang akud yang berakhir dengan pertentangan antara fitrah, ruh serta
keadaan disekelilingnya.
Seluruh
rasul mengajak kepada agama Ilahi yang menyampaikan prinsip-prinsip aqidah bagi
manusia yang harus diimani, serta syari’at yang harus diajalani dalam
kehidupannya, oleh karena itu kitab Taurat merupakan aqidah dan syari’at,
membebankan kepada pemeluknya agar berhukum kepadanya, Allah berfirman:
" إنّا أنزلنا التوراة فيها هدًى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا
للّذين هادوا والرّبّانيّون والأحبار "
“Sesungguhnya
Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang
menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh
nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan
pendeta-pendeta mereka”, kemudian datang Al-Masih dan bersamanya ada
Injil yang padanya terdapat petunjuk dan cahaya, serta membenarkan kitab taurat
yang ada di hadapannya.
Allah
SWT berfirman:
" وقفينا على آثارهم بعيسى ابن مريم مصدّقًا لما بين يديه من التوراة
وآتيناه الإنجيل فيه هدى ونور "
“...dan
Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam,
membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan
kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang
menerangi)”, kemudian datang Muhammad dengan membawa syari’at penutup dan
agama yang sempurna, pembenar atas syari’at sebelumnya dan juga sebagai
penghapus bagi sebagianya. Allah menurunkan bersamanya Al-Qur’an sebagai
pembenar atas kitab-kitab yang berada di hadapannya, firman Allah:
" وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدّقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا
عليه فاحكم بينهم بما أنزل الله ولا تتّبع أهواءهم عما جاءك من الحق "
“...dan
Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang
sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa
yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”, dan Allah menjelaskan
bahwa Muhammad SAW serta kaum mukminin yang ada bersamanya beriman terhadapnya
sebagaimana berimannya orang-orang yang telah lalu dari para nabi dan rasul,
firman Allah:
"
آمن الرسول بما أنزل إليه من رّبّه والمؤمنون
كلّ آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرّق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا
غفرانك ربّنا وإليك المصير "
“Rasul
telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,
demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka
mengatakan): “kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain)
dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “kami dengar dan kami taat:.
(Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat
kembali”.
* * * * * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar